Ta Cia Siek Tao Hao,
Terima kasih kami ucapkan kepada TaoYu-TaoYu yang telah memberikan saran dan dukungan kepada kami. Terima kasih juga kepada TaoYu-TaoYu yang dengan aktif mengirimkan naskah-naskah artikel ke redaksi Majalah Intan Dalam Debu.
Kami sangat mengharapkan partisipasi TaoYu-TaoYu dari masing-masing daerah untuk ikut memberikan sumbangsih baik itu berupa naskah artikel maupun laporan kegiatan-kegiatan yang di lakukan di TaoKwan masing-masing sehingga kemajuan dan perkembangan di daerah-daerah dapat di informasikan untuk kepentingan kita bersama.
Terima kasih atas perhatiannya, Salam Tao
Bila Tahun Baru Imlek tiba, bagi kita suku Hua hari itu adalah hari yang ditunggu-tunggu dengan sukacita. Pada hari itu dimulai, suatu pengharapan baru muncul agar di tahun yang baru itu banyak mendapat berkah melebihi apa yang kita dapat ditahun sebelumnya. Hal-hal yang tidak baik, kesialan segera ditinggalkan untuk memulai sesuatu yang baru dengan pengharapan baru.
Tradisi suku Hua pada saat Tahun Baru Imlek adalah mengunjungi orang tua, sanak saudara untuk berkumpul, bersilaturahmi karena dalam setahun mungkin hanya pada saat itulah dapat bertemu dan berkumpul bersama mempererat tali persaudaraan.
Mungkin setelah membaca judul yang tertera di atas banyak orang akan berpikir apakah benar pernyataan seperti itu?
Setiap orang dalam hidup ini pasti pernah mengalami kesalahan ataupun kegagalan. Tidak ada seorangpun yang selalu berada di posisi atas atau juga yang selalu berada di posisi bawah. Tapi yang menjadi masalah adalah bagaimana orang tersebut dapat mengatasi kegagalannya itu? Apakah dengan menerima dengan lapang dada kegagalan yang dialaminya? Sangat sedikit sekali orang yang mampu menerima dengan lapang dada kegagalan yang dialaminya. Kebanyakan yang dilakukan dari orang jika mengalami kegagalan adalah dengan selalu menyalahkan orang lain, keadaan atau situasi, diri sendiri, atau bahkan Tuhan / Dewa.