Da Jia Xue Dao Hao,
Pertama-tama, kami ucapkan terima kasih atas partisipasi dan dukungan taoyu-taoyu semua pembaca setia Majalah Intan Dalam Debu dan Intan Dalam Debu – the web.
Agar majalah dan website Intan Dalam Debu ini dapat selalu tampil dengan artikel-artikel dan isi yang lebih menarik, variatif dan inovatif, kami mengharapkan saran, kritik, serta kiriman naskah, artikel ataupun laporan kegiatan dari daerah masing-masing untuk bahan informasi bagi kemajuan Tao pada umumnya dan siu tao kita pada khususnya.
Kami dari redaksi menyampaikan bahwa Intan Dalam Debu – the web sekarang dapat diakses langsung melalui www.intandalamdebu.com ataupun melalui link-link website-website Tao kita seperti biasa.
Saran, kritik, dan kiriman naskah bisa langsung di tujukan ke idb@taoindonesia.org
Terima kasih atas perhatiannya, salam Tao
Bila Tahun Baru Imlek tiba, bagi kita suku Hua hari itu adalah hari yang ditunggu-tunggu dengan sukacita. Pada hari itu dimulai, suatu pengharapan baru muncul agar di tahun yang baru itu banyak mendapat berkah melebihi apa yang kita dapat ditahun sebelumnya. Hal-hal yang tidak baik, kesialan segera ditinggalkan untuk memulai sesuatu yang baru dengan pengharapan baru.
Tradisi suku Hua pada saat Tahun Baru Imlek adalah mengunjungi orang tua, sanak saudara untuk berkumpul, bersilaturahmi karena dalam setahun mungkin hanya pada saat itulah dapat bertemu dan berkumpul bersama mempererat tali persaudaraan.
Mungkin setelah membaca judul yang tertera di atas banyak orang akan berpikir apakah benar pernyataan seperti itu?
Setiap orang dalam hidup ini pasti pernah mengalami kesalahan ataupun kegagalan. Tidak ada seorangpun yang selalu berada di posisi atas atau juga yang selalu berada di posisi bawah. Tapi yang menjadi masalah adalah bagaimana orang tersebut dapat mengatasi kegagalannya itu? Apakah dengan menerima dengan lapang dada kegagalan yang dialaminya? Sangat sedikit sekali orang yang mampu menerima dengan lapang dada kegagalan yang dialaminya. Kebanyakan yang dilakukan dari orang jika mengalami kegagalan adalah dengan selalu menyalahkan orang lain, keadaan atau situasi, diri sendiri, atau bahkan Tuhan / Dewa.
Di dunia dengan persaingan ketat seperti ini kita sering mengalami kendala-kendala yang membuat kita menjadi patah semangat, putus asa, frustasi dalam melanjutkan hidup. Kita butuh seseorang untuk menyemangati kita, membangkitkan kita, memberi kita jalan keluar dari masalah-masalah yang kita hadapi.
Untuk diketahui, dalam agama Tao kita terdapat banyak upacara ritual keagamaan yang bisa kita implementasikan dalam kehidupan kita sehari-hari, diantaranya adalah :