Ta Cia Siek Tao Hao,

Terima kasih kami ucapkan kepada TaoYu-TaoYu yang telah memberikan saran dan dukungan kepada kami. Terima kasih juga kepada TaoYu-TaoYu yang dengan aktif mengirimkan naskah-naskah artikel ke redaksi Majalah Intan Dalam Debu.

Kami sangat mengharapkan partisipasi TaoYu-TaoYu dari masing-masing daerah untuk ikut memberikan sumbangsih baik itu berupa naskah artikel maupun laporan kegiatan-kegiatan yang di lakukan di TaoKwan masing-masing sehingga kemajuan dan perkembangan di daerah-daerah dapat di informasikan untuk kepentingan kita bersama.

Terima kasih atas perhatiannya, Salam Tao

Da Jia Xue Dao Hao,

Pertama-tama, kami ucapkan terima kasih atas partisipasi dan dukungan taoyu-taoyu semua pembaca setia Majalah Intan Dalam Debu dan Intan Dalam Debu – the web.

Agar majalah dan website Intan Dalam Debu ini dapat selalu tampil dengan artikel-artikel dan isi yang lebih menarik, variatif dan inovatif, kami mengharapkan saran, kritik, serta kiriman naskah, artikel ataupun laporan kegiatan dari daerah masing-masing untuk bahan informasi bagi kemajuan Tao pada umumnya dan siu tao kita pada khususnya.

Kami dari redaksi menyampaikan bahwa Intan Dalam Debu – the web sekarang dapat diakses langsung melalui www.intandalamdebu.com ataupun melalui link-link website-website Tao kita seperti biasa.

Saran, kritik, dan kiriman naskah bisa langsung di tujukan ke idb@taoindonesia.org

Terima kasih atas perhatiannya, salam Tao

Dari : Bernard, Jakarta

Sudah menjadi naluri manusia untuk cenderung memilih melakukan sesuatu yang lebih mudah dibandingkan melakukan sesuatu yang sulit dan memerlukan perjuangan (jatuh bangun). Demikian juga dengan proses Siu Tao. Kebanyakan dari kita lebih senang mengumpulkan teori – teori spiritual (Tao) dari buku – buku dan juga kitab – kitab kuno dibandingkan dengan memilah, menyaring (Wu) dan menjalankan teori – teori spiritual (Tao) tersebut dalam bentuk latihan – latihan setiap harinya maupun dalam bentuk penerapan langsung di kehidupan nyata sehari – hari. Kecenderungannya kebanyakan orang yang merasa “pandai” adalah mengumpulkan teori – teori Tao yang rumit, dengan anggapan bahwa makin rumit maka makin tinggi dan dalam level pengertian dan juga tingkatan spiritualnya. Dan semakin banyak teori – teori Tao yang rumit “dihafalkan” maka makin tinggi level pengertian dan kemajuan Siu Taonya. (lagi…)

gong3Bila Tahun Baru Imlek tiba, bagi kita suku Hua hari itu adalah hari yang ditunggu-tunggu dengan sukacita. Pada hari itu dimulai, suatu pengharapan baru muncul agar di tahun yang baru itu banyak mendapat berkah melebihi apa yang kita dapat ditahun sebelumnya. Hal-hal yang tidak baik, kesialan segera ditinggalkan untuk memulai sesuatu yang baru dengan pengharapan baru.

Biasanya tradisi suku Hua dimalam sebelum tahun baru imlek seluruh keluarga berkumpul untuk makan malam bersama, bersuka cita bersama untuk menyambut tahun yang baru. Saat itu adalah momen yang paling membahagiakan.

Setelah bersantap bersama, kemudian dilanjutkan dengan bersembahyang di kelenteng-kelenteng ataupun dirumah bagi yang mempunyai altar sembahyang.

Namun bagi kita umat Tao, sembahyang di malam tahun baru Imlek bukan sembahyang biasa sekedar menancapkan hio di hiolo sambil memanjatkan doa. (lagi…)

tek hay kiong 2Tradisi suku Hua pada saat Tahun Baru Imlek adalah mengunjungi orang tua, sanak saudara untuk berkumpul, bersilaturahmi karena dalam setahun mungkin hanya pada saat itulah dapat bertemu dan berkumpul bersama mempererat tali persaudaraan.

Bagi anak-anak saat itu adalah hari yang sangat menyenangkan karena akan mendapatkan angpau yang hanya sekali dalam setahun diperoleh, begitu pula dengan muda-mudi yang belum menikah masih juga bisa mendapat angpau dengan harapan akan bertambah hoki.

Sedangkan yang telah menikah berkewajiban memberi angpau kepada orang tuanya. (lagi…)

Dari : One Ping, Lampung

Clipart Illustration of a Tough Strong White Man Flexing His BigMungkin setelah membaca judul yang tertera di atas banyak orang akan berpikir apakah benar pernyataan seperti itu?

Kembali lagi ke makna siutao itu sendiri, apa sih Siutao itu?

Siutao itu merevisi, tidak hanya fisik dan mental saja, tapi semua aspek yang ada di kehidupan kita ini. Tapi banyak orang yang tidak tahu akan makna dari siutao itu sendiri, akhirnya putus di tengah jalan, keyakinan mereka dalam proses siutao pun semakin lama semakin redup, dan akhirnya menghilang. (lagi…)

Dari : Mirianto, Jakarta

080221-132959Setiap orang dalam hidup ini pasti pernah mengalami kesalahan ataupun kegagalan. Tidak ada seorangpun yang selalu berada di posisi atas atau juga yang selalu berada di posisi bawah. Tapi yang menjadi masalah adalah bagaimana orang tersebut dapat mengatasi kegagalannya itu? Apakah dengan menerima dengan lapang dada kegagalan yang dialaminya? Sangat sedikit sekali orang yang mampu menerima dengan lapang dada kegagalan yang dialaminya. Kebanyakan yang dilakukan dari orang jika mengalami kegagalan adalah dengan selalu menyalahkan orang lain, keadaan atau situasi, diri sendiri, atau bahkan Tuhan / Dewa.

Lalu bagaimana kita sebagai umat Siutao mengatasi kebiasaan buruk yang selalu menyalahkan orang lain, keadaan atau situasi, diri sendiri, bahkan Tuhan / Dewa? Berikut ada 4 hal yang dapat dilakukan :

(lagi…)

Halaman Berikutnya »