Intan Dalam Debu – the web

Archive for the ‘Volume 33’ Category

CUKUP ITU BERAPA????

Posted by adminidb September 10, 2012, under Volume 33 | No Comments

CUKUP ITU BERAPA???? Oleh: Iswanto – Bali   Alkisah ada seorang petani menemukan sebuah mata air ajaib. Mata air itu bisa mengeluarkan kepingan uang emas yg tak terhingga banyaknya. Mata air itu bisa membuat si petani itu kaya raya, seberapapun yg diinginkan, sebab kucuran emas itu akan berhenti, bila si petani mengucapkan kata “cukup”.

Share

Tenggang Waktu

Posted by adminidb September 10, 2012, under Volume 33 | No Comments

Tenggang Waktu Oleh : LTF   Pada saat kuliah, mata pelajaran process control… Dosenku bercerita..   Pada saat pagi hari, dia datang ke kantor anak didiknya. Melihat mereka sedang sarapan, minum kopi, beristirahat sejenak, sebelum memulai aktifitas mereka.. Lalu, dosen tersebut mengerjakan pekerjaannya seperti biasa (meninggalkan kantor anak didiknnya). Pada saat sore hari, dia datang […]

Share

SENSASI YANG MENGGELIKAN

Posted by adminidb September 10, 2012, under Volume 33 | No Comments

SENSASI YANG MENGGELIKAN Oleh : MM   “Kung Tek U Liang”, pernah kita dengar dan mungkin pernah juga kita ucapkan. Ini pertanda bahwa kebanyakan dari kita tahu berbuat amal kebajikan tinggi pahalanya, ya… bagus.

Share

HIDUP SUDAH DITAKDIR, TIDAK PERLU KHAWATIR

Posted by adminidb September 10, 2012, under Volume 33 | No Comments

HIDUP SUDAH DITAKDIR, TIDAK PERLU KHAWATIR Oleh : Irene M. – Jkt   Kalimat tersebut pastinya sudah tidak asing lagi di kalangan Tao Yu. Tetapi bagaimana kita mengupas makna dibaliknya?

Share

Nilai Hidup Manusia

Posted by adminidb September 10, 2012, under Volume 33 | No Comments

Nilai Hidup Manusia Oleh : Gu Guo Hui – Bali   Nilai-nilai apakah yang paling mulia dari kehidupan seorang manusia? Apakah karena kekayaaannya? Seorang konglomerat/taipan? Seorang Presiden, menteri, gubernur, atau seorang jendral? Apakah karena pula mereka-mereka ini adalah seorang professor, jenius, dokter? Apakah mereka yang sukses secara materi apapun bentuknya dapat dianggap “lebih mulia” dari […]

Share

Salahkah Sahabatku???

Posted by adminidb September 10, 2012, under Volume 33 | No Comments

Salahkah Sahabatku??? Oleh : Teddy H. – Jkt   Bulan lalu sahabatku datang menemui saya, dia ceritakan kekesalan terhadap sahabat karibnya Anto, “Memang tidak benar tuh si Anto !!!!!!” adalah kalimat pertama yang keluar dari mulutnya dengan keras dan lantang dihadapan saya. Kata berikutnya yang keluar dari mulutnya masih dalam intonasi yang tinggi; “Mau menangnya […]

Share

Meniti Kegagalan, Merajut Keberhasilan

Posted by adminidb September 10, 2012, under Volume 33 | No Comments

Meniti Kegagalan, Merajut Keberhasilan Oleh : Leo M. – Lampung   Sedari usia belia kita selalu ditanamkan oleh pemikiran tentang bagaimana cara meraih suatu keberhasilan, biasanya pandangan tersebut kita dapatkan dari pendidikan keluarga ataupun melalui pendidikan disekolah, baik oleh orang tua kita dan juga dari pengajar – pengajar di sekolah. Mereka mengajari bagaimana cara belajar […]

Share

HIDUP IBARAT JALAN

Posted by adminidb September 10, 2012, under Volume 33 | No Comments

HIDUP IBARAT JALAN Oleh : Pungki Hermawan – Bali   Saya adalah seorang pemuda yang mencoba mengadu nasib di luar pulau. Disini saya bekerja sebagai seorang marketing alat-alat komputer. Dimana setiap hari saya selalu berlalu lalang di jalan raya, menawarkan beberapa produk komputer yang terkini.

Share

UPACARA HARI KEBESARAN DEWA YE XIA LAO REN (Di Taokwan Wan Fu Gong – Semarang)

Posted by adminidb September 10, 2012, under Volume 33 | No Comments

UPACARA HARI KEBESARAN DEWA YE XIA LAO REN (Di Taokwan Wan Fu Gong – Semarang) Oleh : Chen Yi E – Semarang   Muda-mudi TAO – Semarang menyelenggarakan Acara Hari Kebesaran Dewa Ye Xia Lao Ren yang sering dikenal sebagai Dewa Jodoh di Taokwan Wan Fu Gong – Semarang. Hari Kebesaran Dewa Jodoh ini jatuh […]

Share

Senyum Itu..

Posted by adminidb September 10, 2012, under Volume 33 | No Comments

Senyum Itu.. Oleh : MLP   Di suatu hari Senin yang cerah bahkan sangat cerah untuk menelusuri sibuknya lalu lintas Jakarta untuk bisa berada di meja kerja. Pagi itupun aku menjalani ritual yang sama, memulai kerja dengan sarapan pagi terlebih dahulu. Ketika berjalan menelusuri trotoar, aku mendapati sebuah senyuman yang lepas, tulus di tengah terik […]

Share
1 2 3 4