<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Intan Dalam Debu - the web</title>
	<atom:link href="http://intandalamdebu.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://intandalamdebu.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Mon, 19 Sep 2011 11:58:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Mari Ngeblog</title>
		<link>http://intandalamdebu.com/volume-29/mari-ngeblog/</link>
		<comments>http://intandalamdebu.com/volume-29/mari-ngeblog/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Jun 2009 02:42:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adminidb</dc:creator>
				<category><![CDATA[Volume 29]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar Bikin Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Blogger]]></category>
		<category><![CDATA[Cara Bikin Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Ngeblog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://intandalamdebu.com/?p=915</guid>
		<description><![CDATA[Blog? Apaan tuh? Secara mudah blog adalah sistem pengelolaan artikel di website. Era sebelumnya seseorang mau buat website, harus mengerti HTML, desain dan sebagainya. Update harus manual, link di add manual, semua serba manual. Sekarang semua lebih mudah, pake software blog aja, beres. Ngapain nge-Blog? Berbagi ilmu, mencari teman, curhat, atau cari duit adalah beberapa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://intandalamdebu.com/wp-content/uploads/2010/01/domain_appraisal.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-916" title="domain_appraisal" src="http://intandalamdebu.com/wp-content/uploads/2010/01/domain_appraisal-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Blog? Apaan tuh?</p>
<p style="text-align: justify;">Secara mudah blog adalah sistem pengelolaan artikel di website. Era sebelumnya seseorang mau buat website, harus mengerti HTML, desain dan sebagainya. Update harus manual, link di add manual, semua serba manual. Sekarang semua lebih mudah, pake software blog aja, beres.</p>
<p style="text-align: justify;">Ngapain nge-Blog?</p>
<p style="text-align: justify;">Berbagi ilmu, mencari teman, curhat, atau cari duit adalah beberapa alasan. Cari duit? Bagaimana bisa? Alamat sebuah blog ibarat alamat kita. Teman-teman visit alamat tersebut, pengunjung seluruh dunia visit alamat tersebut juga.Semakin banyak user yang mengunjungi alamat blog kita, traffic(kunjungan user) blog kita akan semakin tinggi dimana membuat harga blog kita meningkat. Dan semakin banyak traffic, blog kita akan menjadi incaran pemasang iklan.<span id="more-915"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Alamat website/blog ada 2 macam:</p>
<p style="text-align: justify;">1. Dengan alamat domain sendiri, misalnya www.username.com</p>
<p style="text-align: justify;">2. Dengan alamat nebeng orang lain, biasanya sebagai sub-domain, misalnya username.wordpress.com, username.blogspot.com</p>
<p style="text-align: justify;">Keuntungan dengan alamat sendiri :</p>
<p style="text-align: justify;">- Alamat itu punya kita, jadi menggunakan software apapun, hosting dimanapun dan sebagainya, alamat tetap sama.</p>
<p style="text-align: justify;">Kerugian dengan alamat sendiri :</p>
<p style="text-align: justify;">- Harus mengeluarkan biaya untuk beli domain, sekitar 80-100rb/thn (Tidak sampai 10rb/bln).</p>
<p style="text-align: justify;">Keuntungan alamat nebeng :</p>
<p style="text-align: justify;">- Gratis.</p>
<p style="text-align: justify;">- Cocok untuk tahap belajar.</p>
<p style="text-align: justify;">Kerugian alamat nebeng :</p>
<p style="text-align: justify;">- Tergantung dengan provider yg ditebengin.</p>
<p style="text-align: justify;">Software Blog</p>
<p style="text-align: justify;">Secara umum dibagi 2:</p>
<p style="text-align: justify;">1. Urus software sendiri</p>
<p style="text-align: justify;">2. Diurus provider/pihak lain</p>
<p style="text-align: justify;">Keuntungan software urus sendiri :</p>
<p style="text-align: justify;">- Fleksibel, bisa dibuat apapun (tergantung skill)</p>
<p style="text-align: justify;">Kerugian software urus sendiri :</p>
<p style="text-align: justify;">- Butuh waktu dan tenaga buat urus teknis.</p>
<p style="text-align: justify;">- Keluar biaya tambahan buat sewa hosting (untuk tahap kecil-kecilan sekitar 100rb/thn).</p>
<p style="text-align: justify;">Keuntungan diurus pihak lain :</p>
<p style="text-align: justify;">- Nggak pusing dengan hal teknis.</p>
<p style="text-align: justify;">- Gratis (secara umum, jika tidak meminta kebutuhan khusus)</p>
<p style="text-align: justify;">Kerugian diurus pihak lain :</p>
<p style="text-align: justify;">- Desain hanya memilih dari yang disediakan, meskipun bisa merubah-ubah desain tetapi hanya elemen-elemen tertentu, tidak sebebas urus sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">- Tidak bisa pasang widget/program tambahan macam-macam. Tergantung yang disediakan provider.</p>
<p style="text-align: justify;">Nama Domain</p>
<p style="text-align: justify;">Secara umum, nama domain dibagi menjadi 2 kategori, yaitu GTLD dan CTLD.</p>
<p style="text-align: justify;">GTLD = Global Top Level Domain</p>
<p style="text-align: justify;">Nama domain global, misalnya:</p>
<p style="text-align: justify;">- .com</p>
<p style="text-align: justify;">- .net</p>
<p style="text-align: justify;">- .org</p>
<p style="text-align: justify;">- .info</p>
<p style="text-align: justify;">- .biz</p>
<p style="text-align: justify;">- .pro</p>
<p style="text-align: justify;">Menentukan Provider Blog</p>
<p style="text-align: justify;">Ada beberapa provider blog yang cukup terkenal saat ini, yaitu :</p>
<ul>
<li> <a href="http://www.wordpress.com" target="_blank">www.wordpress.com</a></li>
<li><a href="http://www.wordpress.org" target="_blank">www.wordpress.org</a></li>
<li><a href="http://www.blogspot.com" target="_blank">www.blogspot.com</a></li>
<li><a href="http://tumblr.com" target="_blank">www.tumblr.com</a></li>
<li><a href="http://posterous.com">www.posterous.com</a></li>
<li><a href="http://onsugar.com" target="_blank">www.onsugar.com</a></li>
<li><a href="http://www.moonfruit.com" target="_blank">www.moonfruit.com</a></li>
<li><a href="http://webnode.com" target="_blank">www.webnode.com</a>, dan masih banyak lagi</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Masing-masing provider memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri. Untuk pembahasan yang lebih mendetail akan disajikan pada edisi berikutnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap mengenai cara-cara membuat dan mengelola sebuah blog, bisa membaca pembahasannya pada website <a href="http://community.siutao.com" target="_blank">www.siutao.com</a> pada sub-forum Internet dan Komputer.</p>
<p style="text-align: justify;">Semoga dengan pembahasan ini, TaoYu-TaoYu lain tergugah untuk membuat blog pribadi yang berisi ilmu dan pengalamannya untuk saling belajar demi kemajuan Siu Tao kita.(red)</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Sumber : Forum Ngobrol Bebas siutao.com</p>
<p style="text-align: justify;">Dibahas oleh	: Zhang Handoyo</p>
<p style="text-align: justify;">Dirangkum oleh : Redaksi IDB</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fintandalamdebu.com%2Fvolume-29%2Fmari-ngeblog%2F&amp;linkname=Mari%20Ngeblog"><img src="http://intandalamdebu.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://intandalamdebu.com/volume-29/mari-ngeblog/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kasih Tao Sepanjang Masa</title>
		<link>http://intandalamdebu.com/volume-29/kasih-tao-sepanjang-masa/</link>
		<comments>http://intandalamdebu.com/volume-29/kasih-tao-sepanjang-masa/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Jun 2009 04:37:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adminidb</dc:creator>
				<category><![CDATA[Volume 29]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan Tao]]></category>
		<category><![CDATA[Kasih Tao]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://intandalamdebu.com/?p=912</guid>
		<description><![CDATA[Jika melihat perkembangan dunia sekarang ini, apakah anda merasa hidup semakin damai atau semakin kejam?Dari berita-berita yang kita dengar, baca atau lihat setiap harinya, manusia semakin hari semakin kehilangan hati nurani mereka. Kadang kita dengar seorang ayah tega memperkosa putri kandungnya sendiri. Ada pula seorang anak yang tanpa pikir panjang membunuh ibunya sendiri hanya karena [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://intandalamdebu.com/wp-content/uploads/2010/01/taodanhidup.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-913" title="taodanhidup" src="http://intandalamdebu.com/wp-content/uploads/2010/01/taodanhidup-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Jika melihat perkembangan dunia sekarang ini, apakah anda merasa hidup semakin damai atau  semakin kejam?Dari berita-berita yang kita dengar, baca atau lihat setiap harinya, manusia semakin hari semakin kehilangan hati nurani mereka. Kadang kita dengar seorang ayah tega memperkosa putri kandungnya sendiri. Ada pula seorang anak yang tanpa pikir panjang membunuh ibunya sendiri hanya karena uang. Apakah yang telah terjadi?<span id="more-912"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Ketika saya sudah menjadi TaoYu, saya merasakan kasih Tao yang luar biasa. Saya mendapat banyak tuntunan hidup yang terarah dan dapat mengerti apa makna hidup yang kita jalankan. Saya mempunyai pedoman, “Hidup manusia itu tidak dapat dijalankan layaknya sebuah permainan yang dengan mudahnya kita sepelekan, tapi anggaplah hidup kita sebagai tantangan untuk menjadi manusia yang dapat dihargai oleh Shen.</p>
<p style="text-align: justify;">Kita contohkan ketika kita sedang menghadapi perlombaan lari, kita harus berlari tanpa henti mengikuti rute jalan perlombaan. Kita pasti ingin menjadi pemenang dalam lomba tersebut, tentu saja kita harus menyelesaikan hingga garis finis.</p>
<p style="text-align: justify;">Begitupun halnya ketika kita mengikuti jalan Tao. Kita harus selalu mengikutinya di manapun kita berada hingga sampai menutup mata, karena kasih Tao sepanjang masa dan sampai kapanpun jua. Hidup di dunia ini memang tidak mudah. Kita tidak dapat mengatur segalanya hanya dengan kekuatan diri sendiri. Jika kita ingin merubah lingkungan atau bahkan merubah dunia tanamkanlah pada diri anda bahwa andalah yang pertama harus berubah menjadi lebih baik.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai umat Tao, kita tentu sudah mengerti apa sebenarnya Siu Tao itu, tapi apakah kita sudah benar-benar menjalaninya atau belum? Jika Anda merasa sudah menjalankan Siu Tao, janganlah merasa puas pada Siu Tao yang anda jalankan. Karena di dalam hidup, Siu Tao tidak pernah ada batasnya dan jangan pasrah jika anda mengalami kesulitan-kesulitan hidup karena pada dasarnya hanya dengan tekad yang kuat dan kemantapan hatilah yang mampu mengusir semua hambatan-hambatan di dalam Siu Tao. Yakinlah pada diri kita sendiri bahwa didalam kegelapan pastilah ada titik terang yang membawa kita pada kebahagiaan sejati.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika kita sudah bertekad untuk berubah menjadi lebih baik, berubahlah dengan tuntas dan jangan setengah-setengah. Sama saja seperti kita mendaki gunung jika kita ingin melihat yang terbaik maka kita harus mencapai puncaknya. Mengapa?  Karena hidup hanya satu kali,  jangan kita sia-siakan kehidupan kita sekarang ini. Kita sudah sangat beruntung dapat mengenal Tao di kehidupan sekarang, hingga hidup kita dapat terarah dan menjadi lebih baik lagi, karena belum tentu di kehidupan yang akan datang kita dapat mengenal Tao. Jangan sampai kita menyesal di kemudian hari karena kesalahan yang kita perbuat sekarang.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam kehidupan sehari-hari kita harus bertekad menjalankan kebenaran dan berbuat kebajikan dengan sepenuh hati dan tanpa pamrih, karena disitulah ketulusan hati kita yang di uji. Apalah gunanya jika kita hanya ingin dipandang orang hanya untuk mendapatkan pujian atau imbalan. Tapi ingatlah hanya hati yang tulus adalah hal terpenting dari segala-galanya. Jangan menjadikan diri kita menjadi orang yang sombong, karena kesombongan hanya dapat menjerumuskan kita ke dalam kesenangan sesat.</p>
<p style="text-align: justify;">Kita tidak boleh berprasangka buruk kepada orang lain, karena berprasangka buruk dengan orang lain belum tentu sesuai dengan apa yang kita pikirkan. Dan jangan memandang seseorang hanya dari luarnya saja tetapi dari hatinya, karena hati yang paling penting dan Shen pun melihat seseorang dari hatinya bukan dari apa-apanya. Selain itu, kita harus terus belajar dan memotivasi diri untuk maju. Jangan pernah putus asa dalam menghadapi suatu masalah, tapi teruslah semangat untuk menemukan jalan keluar yang terbaik. Jika kita dapat belajar memperbaiki hidup maka lingkungan kita pun dapat menjadi lebih baik</p>
<p style="text-align: justify;">Jangan takut menghadapi apapun bila kita benar dan berhati lurus, karena hanya itulah kita dapat menjadi orang yang sukses dan dapat menjalankan hidup sesuai dengan kenyataan. Berbuatlah kebaikan dengan sebaik-baiknya dan sebanyak-banyaknya karena Tao adalah jalan yang terbaik dan kasih Tao tidak akan pernah pudar sampai kapanpun bila kita tetap selalu mengikutinya. Selalu tanamkan di hati nama Tao.</p>
<p style="text-align: justify;">Camkan dalam pikiran kita bahwa kehidupan ini adalah kesempatan terakhir menjalani Tao, belum tentu di kehidupan akan datang kita bertemu Tao lagi. Dengan demikian kita akan menjalankannya dengan sungguh-sungguh dan dengan segala kemampuan kita. Salam Tao (Inge/Chen Yi E, Semarang)</p>
<p style="text-align: justify;">
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fintandalamdebu.com%2Fvolume-29%2Fkasih-tao-sepanjang-masa%2F&amp;linkname=Kasih%20Tao%20Sepanjang%20Masa"><img src="http://intandalamdebu.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://intandalamdebu.com/volume-29/kasih-tao-sepanjang-masa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perkembangan TSM Dari Timur Ke Barat</title>
		<link>http://intandalamdebu.com/volume-29/perkembangan-tsm-dari-timur-ke-barat/</link>
		<comments>http://intandalamdebu.com/volume-29/perkembangan-tsm-dari-timur-ke-barat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Jun 2009 11:13:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>IDB 1</dc:creator>
				<category><![CDATA[Volume 29]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://intandalamdebu.com/?p=780</guid>
		<description><![CDATA[Sebenarnya sudah 2 atau 3 tahun yang lalu, Tao Thay Sang Men sudah diminta untuk dikembangkan di Amerika Serikat. Ternyata gayung pun bersambut. Setelah melewati berbagai lika-liku permasalahan, akhirnya sampai juga Tao ini di negeri ‘Paman Sam’. Inilah yang disebut kejodohan. Tao yang universal ini dengan konsep dasar ‘kesadaran’ (conciousness), menguak misteri dimensi lain, belajar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://intandalamdebu.com/wp-content/uploads/2010/01/tsmkebarat.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-893" title="tsmkebarat" src="http://intandalamdebu.com/wp-content/uploads/2010/01/tsmkebarat-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Sebenarnya sudah 2 atau 3 tahun yang lalu, Tao Thay Sang Men sudah diminta untuk dikembangkan di Amerika Serikat. Ternyata gayung pun bersambut. Setelah melewati berbagai lika-liku permasalahan, akhirnya sampai juga Tao ini di negeri ‘Paman Sam’. Inilah yang disebut kejodohan.</p>
<p style="text-align: justify;">Tao yang universal ini dengan konsep dasar ‘kesadaran’ (conciousness), menguak misteri dimensi lain, belajar setahap demi setahap melalui Tao Ying Suk menuju Sempurna Abadi (Cen San Mei).</p>
<p style="text-align: justify;">Melalui pengarahan empat sesi, peserta Tao Ying yang berjumlah 26 orang dapat mengikuti dengan seksama, tercengang kagum, dan dengan kritisnya pertanyaan-pertanyaan dilontarkan secara bertubi-tubi. Kekritisan ini sepertinya melampaui TaoYu-TaoYu Indonesia.</p>
<p style="text-align: justify;">Akhirnya dengan jawaban-jawaban yang logis, dikemas dengan bahasa yang apik, meskipun bahasa Inggris yang belepotan disana-sini, merekapun berdecak kagum dan mengatakan “Tidak disangka Tao mempunyai teori yang begitu hebat ditambah dengan bukti nyata yang mengagumkan”. Dengan kesadaran penuh kita dapat merasakan kekuatan dimensi lain (kekuatan Shen).</p>
<p style="text-align: justify;">Tao yang universal, Tao yang tidak lapuk sepanjang masa, berkembang pada jamannya, mengikuti derap langkah jaman itu. Akhirnya, kita semua memang harus belajar Tao.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan bertepatan dengan Hari Kebesaran Thay Sang Lauw Cin, untuk pertama kalinya diadakan pula perayaan Hari Kebesaran Maha Dewa di Federickberg, Virginia, Amerika Serikat.</p>
<p style="text-align: justify;">Sungguh terharu, Thay Sang Men-Tao Ying Suk-Siaw Yaw Phay telah mendunia dan membumi. Bisa diterima oleh siapa saja dan bahkan mereka-mereka yang kritis begitu antusiasnya ingin belajar lebih dalam.</p>
<address style="text-align: justify;">Sekarang tinggal kita-kita para TaoYu mau tidak ikut menikmati, menjunjung tinggi dan mendukung derap langkah Tao kita di masa mendatang. Salam Tao (Lie Ming Sen, Jakarta)<br />
</address>
<p style="text-align: justify;">
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fintandalamdebu.com%2Fvolume-29%2Fperkembangan-tsm-dari-timur-ke-barat%2F&amp;linkname=Perkembangan%20TSM%20Dari%20Timur%20Ke%20Barat"><img src="http://intandalamdebu.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://intandalamdebu.com/volume-29/perkembangan-tsm-dari-timur-ke-barat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dari Redaksi</title>
		<link>http://intandalamdebu.com/dari-redaksi/dari-redaksi/</link>
		<comments>http://intandalamdebu.com/dari-redaksi/dari-redaksi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Jun 2009 11:12:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>IDB 1</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dari Redaksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://intandalamdebu.com/?p=594</guid>
		<description><![CDATA[Ta Cia Siek Tao Hao, Pertama-tama, kami ucapkan terima kasih atas partisipasi dan dukungan taoyu-taoyu semua pembaca setia Majalah Intan Dalam Debu dan Intan Dalam Debu - the web. Agar majalah dan website Intan Dalam Debu ini dapat selalu tampil dengan artikel-artikel dan isi yang lebih menarik, variatif dan inovatif, kami mengharapkan saran, kritik, serta [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #008000;"><a href="http://intandalamdebu.com/wp-content/uploads/2009/07/dariredaksi2.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-900" title="dariredaksi2" src="http://intandalamdebu.com/wp-content/uploads/2009/07/dariredaksi2-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Ta Cia Siek Tao Hao,</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #008000;">Pertama-tama, kami ucapkan terima kasih atas partisipasi dan dukungan taoyu-taoyu semua pembaca setia Majalah Intan Dalam Debu dan Intan Dalam Debu - <em>the web</em>.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #008000;">Agar majalah dan website Intan Dalam Debu ini dapat selalu tampil dengan artikel-artikel dan isi yang lebih menarik, variatif dan inovatif, kami mengharapkan saran, kritik, serta kiriman naskah, artikel ataupun laporan kegiatan dari daerah masing-masing untuk bahan informasi bagi kemajuan Tao pada umumnya dan siu tao kita pada khususnya.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #008000;">Kami dari redaksi menyampaikan bahwa Intan Dalam Debu - <em>the web</em> sekarang dapat diakses langsung melalui </span><a href="http://www.intandalamdebu.com"><span style="color: #0000ff;">www.intandalamdebu.com</span></a><span style="color: #008000;"><span style="color: #0000ff;"> </span>ataupun melalui link-link website-website Tao kita seperti biasa.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #008000;">Saran, kritik, dan kiriman naskah bisa langsung di tujukan ke </span><span style="color: #008000;">idb@taoindonesia.org</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #008000;">Terima kasih atas perhatiannya, salam Tao</span></p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fintandalamdebu.com%2Fdari-redaksi%2Fdari-redaksi%2F&amp;linkname=Dari%20Redaksi"><img src="http://intandalamdebu.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://intandalamdebu.com/dari-redaksi/dari-redaksi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dari Redaksi</title>
		<link>http://intandalamdebu.com/dari-redaksi/dari-redaksi-2/</link>
		<comments>http://intandalamdebu.com/dari-redaksi/dari-redaksi-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Jun 2009 23:10:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>IDB 1</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dari Redaksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://intandalamdebu.com/?p=725</guid>
		<description><![CDATA[Ta Cia Siek Tao Hao, Terima kasih kami ucapkan kepada TaoYu-TaoYu yang telah memberikan saran dan dukungan kepada kami. Terima kasih juga kepada TaoYu-TaoYu yang dengan aktif mengirimkan naskah-naskah artikel ke redaksi Majalah Intan Dalam Debu. Kami sangat mengharapkan partisipasi TaoYu-TaoYu dari masing-masing daerah untuk ikut memberikan sumbangsih baik itu berupa naskah artikel maupun laporan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color: #6a4343;"><a href="http://intandalamdebu.com/wp-content/uploads/2009/06/dariredaksi.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-898" title="dariredaksi" src="http://intandalamdebu.com/wp-content/uploads/2009/06/dariredaksi-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Ta Cia Siek Tao Hao,</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #6a4343;">Terima kasih kami ucapkan kepada TaoYu-TaoYu yang telah memberikan saran dan dukungan kepada kami. Terima kasih juga kepada TaoYu-TaoYu yang dengan aktif mengirimkan naskah-naskah artikel ke redaksi Majalah Intan Dalam Debu.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #6a4343;">Kami sangat mengharapkan partisipasi TaoYu-TaoYu dari masing-masing daerah untuk ikut memberikan sumbangsih baik itu berupa naskah artikel maupun laporan kegiatan-kegiatan yang di lakukan di TaoKwan masing-masing sehingga kemajuan dan perkembangan di daerah-daerah dapat di informasikan untuk kepentingan kita bersama.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #6a4343;">Terima kasih atas perhatiannya, Salam Tao</span></p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fintandalamdebu.com%2Fdari-redaksi%2Fdari-redaksi-2%2F&amp;linkname=Dari%20Redaksi"><img src="http://intandalamdebu.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://intandalamdebu.com/dari-redaksi/dari-redaksi-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tindakan Nyata</title>
		<link>http://intandalamdebu.com/volume-29/tindakan-nyata/</link>
		<comments>http://intandalamdebu.com/volume-29/tindakan-nyata/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Jun 2009 08:23:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>IDB 1</dc:creator>
				<category><![CDATA[Volume 29]]></category>
		<category><![CDATA[konsisten]]></category>
		<category><![CDATA[Tindakan Nyata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://intandalamdebu.com/?p=775</guid>
		<description><![CDATA[Sudah menjadi naluri manusia untuk cenderung memilih melakukan sesuatu yang lebih mudah dibandingkan melakukan sesuatu yang sulit dan memerlukan perjuangan (jatuh bangun). Demikian juga dengan proses Siu Tao. Kebanyakan dari kita lebih senang mengumpulkan teori ? teori spiritual (Tao) dari buku ? buku dan juga kitab ? kitab kuno dibandingkan dengan memilah, menyaring (Wu) dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><a href="http://intandalamdebu.com/wp-content/uploads/2009/06/justdoit.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-891" title="justdoit" src="http://intandalamdebu.com/wp-content/uploads/2009/06/justdoit-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Sudah menjadi naluri manusia untuk cenderung memilih melakukan sesuatu yang lebih mudah dibandingkan melakukan sesuatu yang sulit dan memerlukan perjuangan (jatuh bangun). Demikian juga dengan proses Siu Tao. Kebanyakan dari kita lebih senang mengumpulkan teori ? teori spiritual (Tao) dari buku ? buku dan juga kitab ? kitab kuno dibandingkan dengan memilah, menyaring (Wu) dan menjalankan teori ? teori spiritual (Tao) tersebut dalam bentuk latihan ? latihan setiap harinya maupun dalam bentuk penerapan langsung di kehidupan nyata sehari - hari. Kecenderungannya kebanyakan orang yang merasa ?pandai? adalah mengumpulkan teori ? teori Tao yang rumit, dengan anggapan bahwa makin rumit maka makin tinggi dan dalam level pengertian dan juga tingkatan spiritualnya. Dan semakin banyak teori ? teori Tao yang rumit ?dihafalkan? maka makin tinggi level pengertian dan kemajuan Siu Taonya. <span id="more-775"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Teori ? teori Tao memang tetap diperlukan sebagai rambu ? rambu dalam perjalanan Siu Tao kita. Tapi jauh lebih penting adalah pelaksanaan dan penerapan dari teori ? teori Tao tersebut di kehidupan nyata setiap harinya. Kita harus ingat bahwa Siu Tao adalah penggemblengan dan pelatihan diri (berlatih Tao Ying Suk) yang tekun. Ditambah dengan disiplin, pengendalian diri, dan penerapan di dalam kehidupan sehari ? hari dan hidup bermasyarakat (bersosialisasi) dengan orang lain. Jadi yang penting bukan bertapa di gua ? gua atau menghafalkan teori di buku ? buku (kitab) kuno. Jadi proses Siu Tao tidak terlepas dari kehidupan sehari ? hari dan bermasyarakat.</p>
<p style="text-align: justify;">Oleh karenanya janganlah kita hanya terpaku dan berhenti pada tahapan berteori saja. Karena pada akhirnya hal itu hanya akan membuat kita berkutat di tempat saja (mati di satu titik) dan terjebak dalam permainan logika saja, tanpa mengerti sepenuhnya apa makna dan rasa dari teori ? teori Tao tersebut. Makna dan rasa hanya akan dapat dimengerti dan dipahami dengan menjalankan sendiri teori ? teori Tao tersebut. Teori ? teori Tao tersebut harus diimbangi dan ditindak lanjuti dengan tindakan nyata baru akan membawa dampak dan penerapan positif bagi diri dan Siu Tao kita. Hanya dengan tindakan nyata (setelah mengalami sendiri) barulah kita dapat mengerti dan menjadi mantap keyakinannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Tindakan nyata ini tidak dapat digantikan dengan cara lain seperti penjelasan maupun pengakuan/ kesaksian (testimoni) dari orang lain yang telah mengalami. Segalanya harus dialami sendiri tidak dapat diwakilkan maupun mewakilkan siapapun. Bagaikan rasa pedas dari cabai ataupun sensasi dan pengalaman yang dirasakan saat berlatih Tao Ying Suk tentu tidak akan dapat secara lengkap digambarkan secara lisan maupun tulisan kecuali dengan mengalami sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">Hal ini dapat juga dianalogikan dengan buku resep masakan. Kita tidak akan mengerti rasa dari masakan dan menjadi kenyang hanya dengan membaca dan menghafalkan ribuan resep ? resep masakan. Kita akan dapat mengerti rasa dan menjadi kenyang bila kita sendiri dapat dan mau menjalankan petunjuk / teori yang diberikan oleh buku resep masakan itu, meskipun cuma satu macam resep masakan saja. Demikian juga dengan berbagai aspek dari Siu Tao dan diri kita.</p>
<p style="text-align: justify;">Perubahan, perbaikan dan kemajuan hanya akan terjadi bila kita secara konsisten dan tekun berlatih Tao Ying Suk (Shen Kung, Chi Kung, dan Cing Co Kung) dan mengamalkan ajaran Tao (teori ? teori) yang sudah diberikan dan diajarkan oleh Sefu kita di kehidupan sehari - hari. Tahu apa yang mesti dipraktekkan tidaklah cukup. Kita harus melaksanakan / melakukan sendiri apa yang telah kita ketahui barulah tindakan ini dapat memberikan hasil yang nyata (kongkrit) dan bermanfaat. Jadi pelaksanaan dari satu buah teori jauh lebih bernilai dan lebih baik (bermanfaat) dibandingkan mempunyai ribuan teori tapi nol pelaksanaan.</p>
<p style="text-align: justify;">Pengertian, pemahaman dan kemajuan dari Siu Tao sangat tergantung pada diri kita sendiri. Untuk terus maju dan bertumbuh baik dalam Siu Tao maupun aspek kehidupan lainnya, kita perlu terus menempa diri dalam bentuk kedisiplinan, SiuSin Yang Sin (revisi fisik, mental, sukma, dan perbuatannya), dan terus meningkatkan Wu serta wawasannya. Mutlak kita perlu tekun berlatih Tao Ying Suk agar fisik, mental (daya, pola dan kerangka berpikir) dan sukma kita dapat sehat, kokoh dan dewasa.</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi untuk dapat terus maju dan bertumbuh secara konsisten dan mantap dalam Siu Tao maupun berbagai bidang kehidupan, kita perlu senantiasa memilah, menyaring (Wu) dan menjalankan segala teori Tao yang telah kita pelajari  dalam bentuk tindakan nyata dan juga dalam bentuk ketekunan dalam berlatih dan menjalankannya di kehidupan sehari - hari. Teori sebanyak apapun yang kita miliki tidak akan membawa perubahan pada diri kita yang hakiki tanpa tindakan ? tindakan yang nyata (kongkrit) yang dilakukan secara terus menerus dan konsisten. Salam Tao</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fintandalamdebu.com%2Fvolume-29%2Ftindakan-nyata%2F&amp;linkname=Tindakan%20Nyata"><img src="http://intandalamdebu.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://intandalamdebu.com/volume-29/tindakan-nyata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>YING SEN CIEK FUK</title>
		<link>http://intandalamdebu.com/volume-28/ying-sen-ciek-fuk/</link>
		<comments>http://intandalamdebu.com/volume-28/ying-sen-ciek-fuk/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Feb 2009 03:17:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>IDB 1</dc:creator>
				<category><![CDATA[Volume 28]]></category>
		<category><![CDATA[Sembahyang Imlek]]></category>
		<category><![CDATA[Ying Sen Ciek Fuk]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://intandalamdebu.com/?p=706</guid>
		<description><![CDATA[Bila Tahun Baru Imlek tiba, bagi kita suku Hua hari itu adalah hari yang ditunggu-tunggu dengan sukacita. Pada hari itu dimulai, suatu pengharapan baru muncul agar di tahun yang baru itu banyak mendapat berkah melebihi apa yang kita dapat ditahun sebelumnya. Hal-hal yang tidak baik, kesialan segera ditinggalkan untuk memulai sesuatu yang baru dengan pengharapan baru. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://intandalamdebu.com/wp-content/uploads/2009/02/gongxi.png"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-798" title="gongxi" src="http://intandalamdebu.com/wp-content/uploads/2009/02/gongxi-150x150.png" alt="" width="150" height="150" /></a>Bila Tahun Baru Imlek tiba, bagi kita suku Hua hari itu adalah hari yang ditunggu-tunggu dengan sukacita. Pada hari itu dimulai, suatu pengharapan baru muncul agar di tahun yang baru itu banyak mendapat berkah melebihi apa yang kita dapat ditahun sebelumnya. Hal-hal yang tidak baik, kesialan segera ditinggalkan untuk memulai sesuatu yang baru dengan pengharapan baru.</p>
<p style="text-align: justify;">Biasanya tradisi suku Hua dimalam sebelum tahun baru imlek seluruh keluarga berkumpul untuk makan malam bersama, bersuka cita bersama untuk menyambut tahun yang baru. Saat itu adalah momen yang paling membahagiakan.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah bersantap bersama, kemudian dilanjutkan dengan bersembahyang di kelenteng-kelenteng ataupun dirumah bagi yang mempunyai altar sembahyang.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun bagi kita umat Tao, sembahyang di malam tahun baru Imlek bukan sembahyang biasa sekedar menancapkan hio di hiolo sambil memanjatkan doa.<span id="more-706"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Sembahyang di malam tahun baru Imlek atau yang kita kenal dengan sebutan Ying Sen Ciek Fuk adalah sembahyang yang istimewa.Dimalam itu, kita umat Tao mengadakan suatu upacara menyambut kedatangan Thian Kung (Yi Wang Ta Tee) dan Dewa-Dewi yang akan berkeliling memberikan berkahnya pada kita.</p>
<p style="text-align: justify;">Bayangkan saja, betapa beruntungnya kita sebagai umat Tao bisa menerima kunjungan Dewa-Dewi yang bersedia mengunjungi kita dan memberikan berkah pula, sungguh luar biasa.</p>
<p style="text-align: justify;">Waktu sembahyang yang dianjurkan adalah tanggal satu bulan satu Imlek antara jam 00.30 - 06.00 pagi.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagi yang mempunyai indera keenam atau kemampuan mata gaib, bisa melihat Dewa-Dewi yang melesat di langit dan bila Dewa-Dewi berkenan akan mampir kerumah kita untuk memberikan berkahnya di malam tahun baru Imlek, rasanya sungguh luar biasa bagi yang telah merasakan berkahnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagi yang tidak sembahyang dirumah, sembahyang di Taokwan adalah alternatif yang baik karena yang memimpin adalah para Huang Ie sehingga Dewa-Dewi pasti akan mampir dan memberikan berkahnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Jangan lewatkan kesempatan yang luar biasa ini!(red)</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fintandalamdebu.com%2Fvolume-28%2Fying-sen-ciek-fuk%2F&amp;linkname=YING%20SEN%20CIEK%20FUK"><img src="http://intandalamdebu.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://intandalamdebu.com/volume-28/ying-sen-ciek-fuk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengunjungi Rumah Dewa Mendapat Berkah</title>
		<link>http://intandalamdebu.com/volume-28/mengunjungi-rumah-dewa-mendapat-berkah/</link>
		<comments>http://intandalamdebu.com/volume-28/mengunjungi-rumah-dewa-mendapat-berkah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Feb 2009 03:09:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>IDB 1</dc:creator>
				<category><![CDATA[Volume 28]]></category>
		<category><![CDATA[Angpau]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Dewa]]></category>
		<category><![CDATA[Tahun Baru Imlek]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi Suku Hua]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://intandalamdebu.com/?p=703</guid>
		<description><![CDATA[Tradisi suku Hua pada saat Tahun Baru Imlek adalah mengunjungi orang tua, sanak saudara untuk berkumpul, bersilaturahmi karena dalam setahun mungkin hanya pada saat itulah dapat bertemu dan berkumpul bersama mempererat tali persaudaraan. Bagi anak-anak saat itu adalah hari yang sangat menyenangkan karena akan mendapatkan angpau yang hanya sekali dalam setahun diperoleh, begitu pula dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://intandalamdebu.com/wp-content/uploads/2009/02/kelenteng.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-801" title="kelenteng" src="http://intandalamdebu.com/wp-content/uploads/2009/02/kelenteng-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Tradisi suku Hua pada saat Tahun Baru Imlek adalah mengunjungi orang tua, sanak saudara untuk berkumpul, bersilaturahmi karena dalam setahun mungkin hanya pada saat itulah dapat bertemu dan berkumpul bersama mempererat tali persaudaraan.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagi anak-anak saat itu adalah hari yang sangat menyenangkan karena akan mendapatkan angpau yang hanya sekali dalam setahun diperoleh, begitu pula dengan muda-mudi yang belum menikah masih juga bisa mendapat angpau dengan harapan akan bertambah hoki.</p>
<p style="text-align: justify;">Sedangkan yang telah menikah berkewajiban memberi angpau kepada orang tuanya.<span id="more-703"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Namun banyak dari kita yang tidak mengetahui bahwa pada saat tahun baru Imlek antara tanggal satu bulan satu sampai tanggal lima belas bulan satu (cap go meh) adalah saat yang paling baik pula untuk berkunjung kerumah Dewa-Dewi yaitu kelenteng-kelenteng Tao kita.Kita sembahyang kepada Dewa-Dewi kita sambil mengucapkan Gong Xi Fa Cai dan meminta berkah serta perlindungan selama setahun kedepan, biasanya pada saat itu Dewa-Dewi sedang bermurah hati memberikan berkah yang melimpah. Dewa-Dewi juga memberikan angpau bagi kita namun dengan bentuk yang berbeda tentunya, bahkan lebih istimewa.</p>
<p style="text-align: justify;">Lebih dianjurkan bila kita mengunjungi setidaknya dua belas kelenteng dalam kurun waktu tanggal satu sampai lima belas bulan satu penanggalan Imlek, kalau bisa lebih tentu lebih bagus lagi karena lebih banyak yang memberkati.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagi umat Tao yang mengerti Tao Ying Suk tentu lebih bermakna dan berfaedah karena dalam lienkung itulah berkah-berkah akan diberikan.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagi yang bisa merasakan dan telah membuktikan berkah yang Dewa-Dewi berikan selalu menunggu saat-saat itu datang.(red)</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fintandalamdebu.com%2Fvolume-28%2Fmengunjungi-rumah-dewa-mendapat-berkah%2F&amp;linkname=Mengunjungi%20Rumah%20Dewa%20Mendapat%20Berkah"><img src="http://intandalamdebu.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://intandalamdebu.com/volume-28/mengunjungi-rumah-dewa-mendapat-berkah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Siutao Menjadikan Kita Manusia Yang Mandiri dan Tangguh</title>
		<link>http://intandalamdebu.com/volume-28/siutao-menjadikan-kita-manusia-yang-mandiri-dan-tangguh/</link>
		<comments>http://intandalamdebu.com/volume-28/siutao-menjadikan-kita-manusia-yang-mandiri-dan-tangguh/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Feb 2009 01:14:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>IDB 1</dc:creator>
				<category><![CDATA[Volume 28]]></category>
		<category><![CDATA[mandiri]]></category>
		<category><![CDATA[tangguh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://intandalamdebu.com/?p=688</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin setelah membaca judul yang tertera di atas banyak orang akan berpikir apakah benar pernyataan seperti itu? Kembali lagi ke makna siutao itu sendiri, apa sih Siutao itu? Siutao itu merevisi, tidak hanya fisik dan mental saja, tapi semua aspek yang ada di kehidupan kita ini. Tapi banyak orang yang tidak tahu akan makna dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://intandalamdebu.com/wp-content/uploads/2009/02/toughman.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-803" title="toughman" src="http://intandalamdebu.com/wp-content/uploads/2009/02/toughman.jpg" alt="" width="117" height="150" /></a>Mungkin setelah membaca judul yang tertera di atas banyak orang akan berpikir apakah benar pernyataan seperti itu?</p>
<p style="text-align: justify;">Kembali lagi ke makna siutao itu sendiri, apa sih Siutao itu?</p>
<p style="text-align: justify;">Siutao itu merevisi, tidak hanya fisik dan mental saja, tapi semua aspek yang ada di kehidupan kita ini. Tapi banyak orang yang tidak tahu akan makna dari siutao itu sendiri, akhirnya putus di tengah jalan, keyakinan mereka dalam proses siutao pun semakin lama semakin redup, dan akhirnya menghilang.<span id="more-688"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Banyak orang yang gagal dalam proses siutaonya berpikir bahwa siutao itu malah membuat mereka tambah sengsara, tambah susah, tambah beban, dan sebagainya Padahal jika mereka menyadari bahwa namanya Siutao itu merupakan proses manusia untuk menjadi lebih mandiri dan tangguh, mereka pasti akan terus berjuang untuk mempertahankan siutao mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Mandiri yang saya maksudkan adalah di mana sikap kita dalam menghadapi dan menyikapi suatu masalah sendiri tanpa bergantung dari pihak lain. Mungkin ada kalanya orang lain maupun Shen bisa membantu kita dalam pemberian saran dan bantuan-bantuan yang lain, tapi sisanya yang lebih banyak merupakan tanggung-jawab kita. Dan tidak mungkin pula bantuan itu kita bisa selalu terima dan terus-menerus.</p>
<p style="text-align: justify;">Tangguh yang saya maksudkan adalah dalam menghadapi masalah-masalah hidup ini tidak semua hal itu akan berjalan mulus, tapi banyak kegagalan juga yang kita terima. Dari kegagalan itu kita bisa belajar untuk tidak mengulang kegagalan.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi tidak sedikit orang ketika menemui suatu masalah, mereka langsung meminta tolong kepada pihak lain (terutama Shen), dan menjadikan itu sebagai suatu kebiasaan akan ketergantungan dengan pihak lain.Namun, ketika suatu saat mereka tidak mendapatkan apa yang mereka mohon dan minta dan masalah mereka tidak bisa terselesaikan dengan baik, mereka menjadi putus asa, menyerah dan akhirnya menyalahkan pihak-pihak lain akan kegagalan mereka. Mereka tidak melihat dari dalam ke luar, tapi dari luar ke dalam.</p>
<p style="text-align: justify;">Contohnya saja ketika seseorang sakit, dia tidak langsung minum obat atau pergi ke dokter, namun tiap hari hanya meminta orang untuk mengasihini dia, berdoa pada Shen untuk menyembuhkan penyakit dia, sampai akhirnya penyakitnya tidak kunjung sembuh dan bertambah parah, dia pun mulai menyalahkan Shen dan keyakinan pada Tao pun menjadi goyah.</p>
<p style="text-align: justify;">Dilihat dari contoh di atas, jika saja orang itu mau mengantisipasi penyakitnya dengan pergi ke dokter dan minum obat, ditambah dengan adanya latihan Lian Gong, penyakit orang itu pun akan segera sembuh. Tapi karena orang itu selain tidak menggunakan Wu nya bahwa kesehatan itu yang paling penting, dan juga tidak mau berusaha untuk pergi ke dokter, hanya bermodalkan kepercayaan pada Shen saja , bagaimana Shen mau membantu kesembuhan dia?</p>
<p style="text-align: justify;">Sebetulnya masih banyak contoh-contoh yang lain, tapi intinya kembali ke diri kita sendiri, ke Wu kita sendiri. Kesulitan-kesulitan maupun masalah-masalah yang kita hadapi ini merupakan salah satu cara Shen untuk mengajarkan umatNya menjadi manusia yang mandiri dan tangguh bukannya manusia yang tanpa semangat dan lemah yang menyerah pada keadaan. Jika kita sendiri saja sudah lemah, bagaimana Shen mau membantu kita?</p>
<p style="text-align: justify;">Ada pepatah menyebutkan "When there is a will, there is a way". Jadi, sesuatu yang kita yakini dan dengan semangat kita yang pantang menyerah dalam menyelesaikan suatu hal, secara tidak langsung Shen akan menolong kita dan bangga pada kita.(One Ping, Lampung)</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fintandalamdebu.com%2Fvolume-28%2Fsiutao-menjadikan-kita-manusia-yang-mandiri-dan-tangguh%2F&amp;linkname=Siutao%20Menjadikan%20Kita%20Manusia%20Yang%20Mandiri%20dan%20Tangguh"><img src="http://intandalamdebu.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://intandalamdebu.com/volume-28/siutao-menjadikan-kita-manusia-yang-mandiri-dan-tangguh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengatasi Kebiasaan Buruk Menyalahkan Orang Lain</title>
		<link>http://intandalamdebu.com/volume-28/mengatasi-kebiasaan-buruk-menyalahkan-orang-lain/</link>
		<comments>http://intandalamdebu.com/volume-28/mengatasi-kebiasaan-buruk-menyalahkan-orang-lain/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Feb 2009 02:45:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>IDB 1</dc:creator>
				<category><![CDATA[Volume 28]]></category>
		<category><![CDATA[kebiasaan buruk]]></category>
		<category><![CDATA[marah]]></category>
		<category><![CDATA[menyalahkan orang lain]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://intandalamdebu.com/?p=683</guid>
		<description><![CDATA[Setiap orang dalam hidup ini pasti pernah mengalami kesalahan ataupun kegagalan. Tidak ada seorangpun yang selalu berada di posisi atas atau juga yang selalu berada di posisi bawah. Tapi yang menjadi masalah adalah bagaimana orang tersebut dapat mengatasi kegagalannya itu? Apakah dengan menerima dengan lapang dada kegagalan yang dialaminya? Sangat sedikit sekali orang yang mampu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://intandalamdebu.com/wp-content/uploads/2009/02/angryman.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-806" title="angryman" src="http://intandalamdebu.com/wp-content/uploads/2009/02/angryman.jpg" alt="" width="99" height="100" /></a>Setiap orang dalam hidup ini pasti pernah mengalami kesalahan ataupun kegagalan. Tidak ada seorangpun yang selalu berada di posisi atas atau juga yang selalu berada di posisi bawah. Tapi yang menjadi masalah adalah bagaimana orang tersebut dapat mengatasi kegagalannya itu? Apakah dengan menerima dengan lapang dada kegagalan yang dialaminya? Sangat sedikit sekali orang yang mampu menerima dengan lapang dada kegagalan yang dialaminya. Kebanyakan yang dilakukan dari orang jika mengalami kegagalan adalah dengan selalu menyalahkan orang lain, keadaan atau situasi, diri sendiri, atau bahkan Tuhan / Dewa.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu bagaimana kita sebagai umat Siutao mengatasi kebiasaan buruk yang selalu menyalahkan orang lain, keadaan atau situasi, diri sendiri, bahkan Tuhan / Dewa? Berikut ada 4 hal yang dapat dilakukan :</p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;"><span id="more-683"></span>1. Berterima kasih kepada Dewa-Dewi atas semua hal yang terjadi dalam hidup.</p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;">Kita bukan saja berterima kasih kepada Dewa-Dewi jika kita mendapatkan pekerjaan baru, undian berhadiah, membeli rumah baru, mendapat pacar baru atau semua hal yang membuat kita merasa senang. Tapi jika kita mengalami kegagalan kita tidak berterima kasih kepada Dewa-Dewi, malah menyalahkan Dewa-Dewi dan marah karena memberi cobaan kepada kita. Yang akhirnya, bagi orang yang tetap tidak dapat menerimanya, tidak percaya lagi kepada Dewa-Dewi. Mereka yang awalnya percaya malah mengatakan kalau Dewa-Dewi tidak lagi sakti, tidak penuh kasih, dan yang paling parah mengatakan kalau Dewa-Dewi hanyalah bualan belaka dan tidak pernah ada yang kemudian pergi mencari ‘junjungan’ baru, yang selalu dapat memberi kesenangan belaka. Tuhan dan Dewa-Dewi ternyata dijadikan sebagai alat pemberi kesenangan bagi mereka, tanpa kesenangan Dewa-Dewi tidak lagi dihormati ! Lalu apakah sebagai umat Siutao kita juga begitu? Tentu tidak boleh, melainkan kita harus berterima kasih jika diberi keadaan susah. Karena jika dalam keadaan susah kita dapat berterima kasih kepada Dewa-Dewi, maka kita yakin kalau Dewa-Dewi pasti akan selalu memberi perlindungan kepada kita dalam kesusahan itu, dan kita dapat membangun kembali kegagalan kita dengan penuh percaya diri.</p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;">2. Buang segala perasaan minder / rendah diri.</p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;">Banyak orang bilang kegagalan adalah langkah awal menuju sukses, maka itu kita harus mengambil pengalaman dari kegagalan itu. Jangan terlalu lama dan sedih memikirkan kegagalan, dan menganggap diri kita sebagai biang dari kegagalan. Jangan menanggap kita gagal karena kita tidak mampu, bodoh, lemah, dan sebagainya, yang jika terlalu dipikirkan terus akan menyebabkan kita menjadi minder dan rendah diri untuk seterusnya. Anggap kegagalan itu sebagai suatu pelajaran yang belum kita terima, dan kita mampu untuk menerima pelajaran itu.</p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;">3. Menerima keadaan diri kita dan berpikir positif.</p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;">Kadang kita merasa iri melihat orang yang mempunyai kelebihan dari kita. Baik itu wajah cantik, suara bagus, otak pintar, tubuh sexy atau macho, lebih kaya, dan sebagainya, tetapi kita tidak memiliki itu semua. Akibatnya kita menjadi minder untuk bergaul dengan orang tersebut dan tidak berani bersaing dengan mereka yang akhirnya menyalahkan diri dengan selalu berpikir, “Kenapa ya saya tidak seperti mereka ?” atau “Saya tidak bisa melakukan itu, karena saya tidak mempunyai kemampuan seperti mereka!”. Kita seharusnya bisa menerima keadaan kita sepenuhnya dan menjadi diri kita sendiri, juga mengatakan kepada diri kita, I Am Who I Am dan Be Myself Not Yourself, selalu berpikir Saya memang tidak punya apa yang kamu miliki, tapi saya juga punya kelebihan yang belum tentu bisa kamu miliki. Dengan selalu berpikir positif seperti itu, segala hal bisa kita laksanakan dengan penuh percaya diri.</p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;">4. Jangan selalu menuntut.</p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;">Kadang ketika mengalami kegagalan, kita tidak pernah berpikir untuk berubah. Tapi malah menyalahkan orang lain, keadaan/situasi, yang kemudian menuntut perubahan dari orang, keadaan/situasi tersebut. Orang yang gagal itu selalu berkata, “Coba kalau keadaan/situasinya tidak seperti itu, saya pasti tidak akan gagal”, coba begini, coba begitu. Ya, di sini orang itu malah kaku/mati dalam kegagalan. Dia hanya bisa menang jika situasinya sesuai dengan keinginannya. Padahal dalam Siutao, kita diajarkan tidak mati di satu titik, yang artinya sebagai manusia yang hidup, kita harus bisa menjadi manusia yang benar-benar hidup, dinamis, flexible. Jadi, kita yang harus berubah dan membentuk diri kita agar selalu siap dan bisa berada dalam keadaan/situasi apapun termasuk bertemu dengan orang lain, bukannya dengan meminta orang lain, keadaan/situasi yang mengikuti kita.</p>
<p style="text-align: justify;">Kegagalan adalah keberhasilan yang belum terjadi, dan Keberhasilan adalah kesempatan bertemu dengan kesiapan, maka dari itu siapkan diri kita terlebih dahulu, apabila kesempatan itu datang disaat diri kita sudah siap maka keberhasilan pasti terjadi.</p>
<p style="text-align: justify;">Jangan mudah menyerah, jalani siutao yang benar tentu Dewa-Dewi pasti membantu kita.(Mirianto, Jakarta)</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fintandalamdebu.com%2Fvolume-28%2Fmengatasi-kebiasaan-buruk-menyalahkan-orang-lain%2F&amp;linkname=Mengatasi%20Kebiasaan%20Buruk%20Menyalahkan%20Orang%20Lain"><img src="http://intandalamdebu.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://intandalamdebu.com/volume-28/mengatasi-kebiasaan-buruk-menyalahkan-orang-lain/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

