Intan Dalam Debu – the web

Posts Tagged ‘kelenteng’

Catatan Untuk Orang Skeptis

Posted by IDB August 1, 2007, under Volume 25 | No Comments

Dari : Nandha-Sukabumi. Seiring dengan kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan yang berkembang dengan pesat saat ini, banyak orang yang mulai meninggalkan tradisi, budaya, ajaran yang dianut oleh generasi-generasi sebelumnya karena dianggap tidak relevan lagi dengan kedaaan sekarang, dan dianggap telah ketinggalan jaman.

RUWAT, RUWET, RAWAT

Posted by IDB August 1, 2007, under Volume 25 | No Comments

Dari : Siauw Ie Lien – Magelang. Sejak era Orde Baru berlalu, kita kaum ‘etnis Tionghoa’ di Indonesia diperbolehkan melaksanakan hal-hal yang (kata orang)(1) menjadi tradisi kita. Sejak itu pula Bio atau Kelenteng mulai terbuka. Berbagai acara sosial, maupun yang berbau ritual mulai digelar terang-terangan, termasuk dalam hal ini adalah Jut Bio, yang belakangan ini [...]

Mitos Patung Dewa-Dewi

Posted by IDB October 25, 2002, under Volume 13 | No Comments

oleh : Bernard – Jakarta Banyak sekali mitos mengenai patung Dewa yang masih diyakini oleh sebagian besar umat klenteng pada umumnya.  Mitos yang sering kita dengar adalah sebagai berikut :

Sejarah Singkat Kelenteng Fuk Tek Cen Sen

Posted by IDB April 1, 2002, under Volume 11 | No Comments

Dari : ????? Klenteng “Fuk Tek Cen Sen” Jambi ini telah ada/berdiri sejak abad ke-18, tepatnya pada tahun 1805, dengan sebutan klenteng “Sou Sou Ding” yang terletak di tepi jalan M. Husni Thamrin , atau lebih dikenal dengan nama simpangan mangga/sungai maram. Tahun demi tahun umat pada klenteng ini semakin meningkat dan sempit mengadakan renovasi [...]

Sejarah Singkat Kelenteng Kwan Sen Tie

Posted by IDB March 1, 2002, under Volume 12 | No Comments

Dari : Yayasan Dewa Agung – Jambi. Klenteng “Kwan Sen Tee” atau Klenteng “Kwan Kong” Jambi ini telah ada / berdiri sejak tahun 1940-an dengan sebutan nama “Chung Hong Ho” yang terletak di Lorong Budiman. Keberadaan klenteng ini awalnya masih sangat kecil dan sederhana, berdiri diatas tanah seluas 136 m2.

Mengapa tempat sembahyang kita terlihat kotor ?

Posted by IDB March 1, 2002, under Volume 12 | No Comments

Dari : Flyming Lika. Dengan melihat judul diatas sebenarnya kita dengan mudah dapat menjawabnya yaitu : “ Karena tempat sembahyang kita tidak pernah / jarang dibersihkan, maka terlihat kotor”.

Bedah Mitos dan Tahayul

Posted by IDB October 1, 2001, under Volume 10 | No Comments

Dari : Flyming Lika – Jakarta. Disadari atau tidak, kita-kita yang sembahyang ke klenteng atau umat klenteng / Tao pada umumnya, masih merasakan banyak hal yang Dilarang, tapi tidak mengerti megapa dilarang ? Malah sering kali justru mereka yang Katanya agak mengerti tata cara sembahyangan menambahkan bumbu-bumbu larangan, yang menjadikan umat klenteng ini takut salah [...]