Intan Dalam Debu – the web

Posts Tagged ‘kelenteng’

Kegiatan cuci SEN SIANG

Posted by adminidb January 8, 2015, under Volume 14 | No Comments

Kegiatan cuci SEN SIANG Oleh : Y.E.P – Bandung   Saat menjelang sincia, biasanya kesibukan di rumah kian bertambah. Banyak yang harus dipersiapkan dan harus dibenahi, mulai dari membersihkan rumah, membeli keperluan sembahyang, ada pula yang masak memasak untuk ‘makan malam Sin Cia’ bersama keluarga besar dan lain-lain.   Kegiatan di Taokwan/Klenteng biasanya tak kalah […]

Share

Selayang Pandang Hok Ho Kiong Wonosobo

Posted by adminidb December 10, 2014, under Volume 14 | No Comments

Selayang Pandang Hok Ho Kiong Wonosobo Oleh : Tao Yu – Wonosobo   Do kota Wonosobo, ada sebuah kelenteng bernama HOK HO KIONG menurut sejarah ratusan tahun lalu lamanya bangunan kelenteng tersebut sudah berdiri. Pengurusnya sangat kompak. Baru-baru ini di belakang kelenteng dibangun lagi satu balai serba guna, bernama Kwang Juan Tian, tempat ini di […]

Share

Sejarah Singkat – Klenteng KWAN SEN TIE

Posted by adminidb November 12, 2014, under Volume 12 | No Comments

Sejarah Singkat – Klenteng KWAN SEN TIE Dari Yayasan Dewa Agung – Jambi     Klenteng “Kwan Sen Tee” atau Klenteng “Kwan Kong” Jambi ini telah ada / berdiri sejak tahun 1940-an dengan sebutan nama “Chung Hong Ho” yang terletak di Lorong Budiman. Keberadaan klenteng ini awalnya masih sangat kecil dan sederhana, berdiri diatas tanah […]

Share

Sejarah Singkat : Kelenteng Fuk Tek Cen Sen

Posted by adminidb August 28, 2014, under Volume 11 | No Comments

Sejarah Singkat : Kelenteng Fuk Tek Cen Sen Oleh : Admin   Klenteng “ Fuk Tek Cen Sen ” Jambi ini telah ada/berdiri sejak abad ke-18, tepatnya pada tahun 1805, dengan sebutan klenteng “Sou Sou Ding” yng terletak di tepi jalan M. Husni Thamrin, atau lebih dikenal dengan nama simpangan mangga/sungai maram. Tahun demi tahun […]

Share

Peringatan HUT Akbar Klenteng Tjoe Hwie Kiong Rembang

Posted by adminidb December 7, 2013, under Volume 9 | No Comments

Peringatan HUT Akbar Klenteng Tjoe Hwie Kiong Rembang Oleh : Taoyu Salatiga   Pada tanggal 14-15 bulan 3 Imlek, atau tepatnya pada tanggal 7-8 April 2001 yang lalu, telah diadakan peringatan HUT Akbar (tiap 10 tahun sekali) Kelenteng Tjoe Hwie Kiong Rembang ke-161.   Dan untuk memperingati HUT Akbar tersebut banyak rombongan peserta JUT BIO […]

Share

Catatan Untuk Orang Skeptis

Posted by IDB August 1, 2007, under Volume 25 | No Comments

Catatan Untuk Orang Skeptis Dari : Nandha-Sukabumi   Seiring dengan kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan yang berkembang dengan pesat saat ini, banyak orang yang mulai meninggalkan tradisi, budaya, ajaran yang dianut oleh generasi-generasi sebelumnya karena dianggap tidak relevan lagi dengan kedaaan sekarang, dan dianggap telah ketinggalan jaman.

Share

RUWAT, RUWET, RAWAT

Posted by IDB August 1, 2007, under Volume 25 | No Comments

RUWAT, RUWET, RAWAT Dari : Siauw Ie Lien – Magelang   Sejak era Orde Baru berlalu, kita kaum ‘etnis Tionghoa’ di Indonesia diperbolehkan melaksanakan hal-hal yang (kata orang)(1) menjadi tradisi kita. Sejak itu pula Bio atau Kelenteng mulai terbuka. Berbagai acara sosial, maupun yang berbau ritual mulai digelar terang-terangan, termasuk dalam hal ini adalah Jut […]

Share

Mitos Patung Dewa-Dewi

Posted by IDB October 25, 2002, under Volume 13 | 1 Comment

Mitos Patung Dewa-Dewi oleh : Bernard – Jakarta   Banyak sekali mitos mengenai patung Dewa yang masih diyakini oleh sebagian besar umat klenteng pada umumnya.  Mitos yang sering kita dengar adalah sebagai berikut :

Share

Sejarah Singkat Kelenteng Kwan Sen Tie

Posted by IDB March 1, 2002, under Volume 12 | No Comments

Sejarah Singkat Kelenteng Kwan Sen Tie Dari : Yayasan Dewa Agung – Jambi   Klenteng “Kwan Sen Tee” atau Klenteng “Kwan Kong” Jambi ini telah ada / berdiri sejak tahun 1940-an dengan sebutan nama “Chung Hong Ho” yang terletak di Lorong Budiman. Keberadaan klenteng ini awalnya masih sangat kecil dan sederhana, berdiri diatas tanah seluas […]

Share

Mengapa tempat sembahyang kita terlihat kotor ?

Posted by IDB March 1, 2002, under Volume 12 | No Comments

Mengapa tempat sembahyang kita terlihat kotor ? Dari : Flyming Lika   Dengan melihat judul diatas sebenarnya kita dengan mudah dapat menjawabnya yaitu : “ Karena tempat sembahyang kita tidak pernah / jarang dibersihkan, maka terlihat kotor”.

Share