Berharganya Siu Tao
Dari : Ku Kuo Hui.
Sudahkah kita menyadari, memahami, meresapi, menjiwai & merasakan bahwa TAO yang kita jalani ini adalah “TAO yang luar biasa ” ?
Seiring dengan waktu yang terus berjalan dalam Siutao, kita akan semakin menyadari betapa berharganya TAO bagi kehidupan jiwa & raga kita ini.
Sebagai seorang manusia yang hidup di dunia materi ini, sering kali menjadikan diri kita orang yang “ materialistis ” dalam berbagai kadarnya. Ada yang merasa bahwa dalam hidup, materi adalah segalanya. Dengan kondisi lingkungan materi yang sedemikian rupa, seringkali kita lupa bahwa hidup manusia tidak hanya terdiri dari tubuh fisik semata tetapi juga tubuh jiwa.
Kita sebagai seorang TAOYU sebenarnya telah memilih / berada pada jalur / rel yang paling tepat / benar. Tetapi perlu diingat pula meskipun berada pada rel yang tepat, kalau hanya berdiam diri dan bermalas-malasan, kita tidak akan pernah sampai pada tujuan kita yaitu “ TAO yang sempurna ”.
Dalam SIU TAO kita harus terjun langsung merasakan sendiri, dan bukan hanya diomongkan / dilamunkan. Seperti untuk mengetahui rasa gula / garam kita harus mencicipinya / merasakannya, barulah kita tahu rasa gula / garam itu manis / asin.
Ibarat suatu perjalanan kita ada dijalan yang benar, tinggal mempersiapkan kendaraan (badan) sebaik mungkin agar bisa melaju dengan kencang. Tapi awas disepanjang perjalanan ada banyak tikungan, perempatan bahkan jalan simpang siur (misal anda berada di Kuta-Bali). Hati-hati & ikuti rambu-rambu, jangan salah arah nanti tersesat. Jalan yang menyesatkan itu sempit, terjal, berliku, & curam sehingga anda akan sulit untuk kembali. Kalaupun bisa kembali ke jalan semula, itu akan membutuhkan perjuangan, tantangan waktu dan pikiran yang menjadikan kendaraan anda dalam kondisi amat payah.
Akan halnya dalam perjalanan SIU TAO, kita akan temui banyak panorama indah, tapi ingat jangan terlena dan merasa sudah sampai tujuan, sehingga berhenti di tengah jalan. Jangan pula lupa untuk meringankan langkah anda, tinggalkan / kurangi beban ( sifat / kebiasaan buruk ) yang tidak perlu. Tetap bersemangat, perjalanan masih panjang Bung. Di depan sana masih banyak pemandangan yang jauh lebih mempesona. Jangan tanggung-tanggung Bung, maju terus pantang mundur.
Badan adalah kendaraan kita untuk SIU TAO -mencapai “ TAO ”. Maka dari itu jagalah agar sehat & kuat. Coba bayangkan bila kita sakit-sakitan, jangankan untuk SIU TAO, untuk bisa ketawa saja sulit.
Karena kejodohanlah kita ketemu dengan TAO, maka sayangilah kejodohan ini. Rajinlah LIEN KUNG setiap hari pagi dan malam. Dan kalau bisa jangan pernah lewatkan satu haripun tanpa LIEN KUNG. Sadar / tidak kita berpacu dengan umur yang semakin tua seiring waktu berjalan. Waktu tidak akan pernah melepas anda barang sedikitpun ( No Time-Out Here, Just Go, Go and Go ). Memang terkadang kita tidak secara langsung merasakan hasilnya, namun perlahan tapi pasti perubahan itu pasti timbul & perubahan itu pasti kearah yang lebih baik.
Saya juga kadang heran dengan perayaan ulang tahun yang begitu semarak kita rayakan. Padahal merayakan ulang tahun sama dengan merayakan ketuaan diri kita. Semakin tua berarti semakin menuju kemunduran fisik, renta, pikun dan akhirnya tua tidaklah identik dengan bijaksana. Kenyataan dimasyarakat banyak orang yang boleh dibilang cukup umur untuk disebut “ Tua ”, malah semakin menjadi-jadi seperti lagu tua-tua keladi. Bukannya tahu diri tapi malah banyak menuntut lainnya. Bijaksana menuntut secara luas hal-hal seperti wawasan, pengetahuan, pengalaman, pengertian, reseptive ( mau menerima ), demokratis, kasih sayang dan sebagainya yang sepertinya menuntut : “ WU ” yang cukup tinggi yang harus kita ASAH MELALUI SIU TAO, seperti batu yang mengandung intan, harus diasah dengan tekun untuk mendapatkan kemilau intannya. Hidup seperti stop watch yang dihitung mundur menuju titik nol (akhir). Kita hanya bisa membantu memperlambat putarannya dengan melatih fisik & mental melalui LIEN KUNG + olahraga + makanan sehat + KUNG TEK. Sebaliknya dengan SIU TAO yang memiliki cara putar maju tak terbatas. Start dimulai saat kita di TAO YING, ibaratnya dari angka nol sampai tak terhingga ( ~ ).
Dalam perumpamaan pesawat Columbia NASA adalah badan kita, Astronot yang didalamnya adalah jiwa manusia. Pesawat inilah yang membawa kita tinggal landas, terbang keangkasa yang tak berbatas. Setiap perbuatan baik (KUNG TEK) apapun bentuknya, akan menambah nilai (bonus) bagi SIU TAO kita dan memperlambat turunnya point kehidupan didunia fana.
Disisi lain perbuatan buruk, orang-orang picik & berjiwa kerdil yang bangga dengan ketololannya, sombong, tidak akan pernah sadar bahwa mereka sedang menuju kehancuran (mempercepat hitungan kearah nol / akhir hidup). Begitu juga dengan nilai SIU TAO kita akan turun, bahkan mungkin jika berlangsung terus nilai kita menjadi nol atau malah minus ( hutang = karma buruk), seperti mengendarai kapal selam yang menuju dasar samudera yang paling dalam. Memang kata-kata keras terkadang dibutuhkan bagi saudara kita yang dungu-tuli dan masih dibutakan oleh materi, sama seperti obat yang keras untuk penyakit kronis.
Sadar akan kefanaan hidup didunia ini. Sebagai TAOYU maka Rayakanlah pertemuan kita dengan TAO, karena dengan SIU TAO kita menuju jalan kemudaan jiwa. Jiwa akan sehat & kuat yang akan pula menyehatkan badan fisik kita. Kesempatan tidak datang 2X, jangan sia-siakan kesempatan SIU TAO ini, karena kejodohan tidaklah semudah yang kita pikirkan. Bahkan kalau kita lalai dan membuang sesuatu yang amat berharga ini kita tak akan mudah untuk mendapatkannya lagi.
Jadi dalam proses SIU TAO, kita melibatkan jiwa & raga, lahir & batin untuk mencapai kesempurnaan ( Sempurnakan diri, siapakah yang tak senang hati ? ). Sadarlah sebelum terlambat, SIU TAO sangat berharga & bermanfaat bagi hidup kita. Mari kita simak kutipan ayat dari kitab suci Dewa Er Lang Sen, sebagai berikut :
Matahari dan rembulan ada “ penuh; sabit ” nya. Nasib manusia ada pasang surut juga. Meskipun ini adalah takdir, tetapi yang berbudi, yang baik hati, yang belajar TAO, yang mengerti TAO, ketika nasib malang, sialnya dikurangi setengah. Ketika nasib jaya, rejeki ditambah empat sampai lima bagian.
Akhir kata janganlah terlalu larut dalam dunia meteri yang fana ini, ketahuilah batas-batasnya, karena materi hanya akan kita nikmati selama beberapa puluh tahun umur hidup kita didunia. Lain halnya dengan SIU TAO yang akan kita miliki dan nikmati selamanya (abdi / eternal life).
So, Jangan Ragukan Tao, tetapi bangga & andalkan serta Rayakanlah SIU TAO dengan suka cita dalam hidupmu.
“ Sekali TAO tetap TAO ”











