Intan Dalam Debu – the web

Idealisme TAO

Posted by IDB October 1, 2001, under Volume 10 | No Comments





Idealisme TAO

Dari : Liem Tjen An - Semarang

 

Agama TAO, yang sudah ada ribuan tahun lamanya. Apabila kita lihat dari jamannya Huang Ti sudah lebih dari 5000 tahun.

Dari tahun ke tahun banyak orang belajar TAO, yang mana kita sebut TAO YU, namun banyak pula dari mereka yang meninggalkan SIU TAO nya begitu saja. Kurangnya pemahaman yang benar dan pengertian-pengertian yang keliru membuat mereka kehilangan arah dan lepas kontrol. Keterbatasan pembimbing ( SE SIUNG ) dalam memberikan arahan sangatlah dirasakan, khususnya TAOYU-TAOYU yang ada didaerah-daerah.

Pada dasarnya konsep pemikiran TAO kita sangatlah sederhana sekali, namun karena keterbatasan bahasa dan penjabarannya, sangatlah sering kita memberikan artikulasi yang salah. Misalkan sbb : Kita harus alamiah ( CE RAN ), kalau ada orang yang malas, pemarah, egois, dll bisa juga disebut CE RAN, karena memang dari sananya mempunyai sifat begitu. Tapi itu semua tidak dibenarkan. Dia harus mau merubah sifat atau kebiasaannya yang buruk tadi dan tidaklah tepat apabila dengan dasar CE RAN, dia mempertahankan kebiasaan yang buruk dan memupuknya.

Pola pikir kita tentang TAO haruslah IDEAL. Ideal dalam batasan sederhana, praktis, obyektif dan mengikuti / menyesuaikan keadaan.
Apabila kita perhatikan lebih lanjut, banyak sekali praktek TAOISME yang sudah usang, yang tidak cocok lagi apabila diterapkan pada jaman yang sudah modern ini.

Misalkan :
1. Mohon penyembuhan pada Dewa dengan cara meminum air yang dicampur dengan abu hio, padahal sakitnya Rematik; Flue; Jantung; hipertensi dll. Kan lebih cocok apabila kita berobat ke dokter yang tentunya lebih ahli menangani penyakit-penyakit tersebut.

Idealisme TAO2. Memberikan sajian-sajian kepada Dewa seperti daging-ikan-ayam atau yang lebih umum disebut SAM SENG. Dewa tidak membutuhkan sajian-sajian semacam itu, cukuplah buah-buahan segar saja apabila kita mau secara simbolik memberikan penghormatan kepada Dewa. Tidaklah dapat kita pungkiri kebiasaan-kebiasaan tadi merupakan peninggalan terdahulu kita, namun itu semua sudah tidak relevan lagi kita gunakan.

3. Orang kuno dulu mengatakan, apabila wanita yang sedang datang bulan ( haid ) tidak boleh sembahyang atau ke klenteng, karena kotor. Proses datang bulan ( haid ) untuk wanita adalah Alamiah dan itu semua merupakan karunia dari Thien. Tidaklah pantas apabila kita memberikan penilaian sedemikian rupa. Itu semua karena kondisi pada jaman dulu yang lebih mendiskriminasikan wanita. Namun hal itu sudah tidak berlaku lagi.

4. Dari dulu hingga sekarang masih banyak orang yang belum bisa membedakan DEWA dengan patung Dewa ( SEN SIANG / KIM SIN ), mereka memperlakukan Patung Dewa dengan cara yang berlebihan. Memang tidaklah keliru kita memberikan perlakuan istimewa terhadap Patung Dewa, namun janganlah berlebihan. Ingat : DEWA tetap DEWA - PATUNG DEWA adalah suatu benda mati biasa - dan dia bukan Dewa.

Idealisme TAO5. Pandangan orang dulu tentang Klenteng, bawasanya di Klenteng adalah tempat yang angker / keramat adalah terlalu berlebihan. Itu mungkin yang membuat anak cucu kita merasa miris ataupun malah takut berkunjung ke klenteng. Anak-anak kecil sering di takut-takuti apabila ke klenteng bisa “ Kualat ” atau apalah namanya. Memang Klenteng merupakan pos Dewa-Dewi Tao yang tentunya secara kegaiban memancarkan suatu kharisma ataupun power. Tapi janganlah membuat suatu persepsi yang keliru sehingga hal tersebut bisa merugikan anak-cucu kita yang seharusnya menjadi generasi penerus dan tetap ada dengan klenteng ( TAO ), tapi kenyataannya malah menjadi asing dan menakutkan buat mereka.

Masih banyak praktek ataupun pola pikir TAO yang keliru yang ada dimasyarakat ataupun mungkin masih terbawa oleh TAOYU kita. Itu semua haruslah pelan-pelan kita kikis dan kita buang jauh-jauh.

Cobalah berpikir secara IDEALIS dan bukan FANATIS ( fanatik ). Apabila kita mendahulukan sikap atau pola pikir yang FANATIS ( fanatik ) tanpa dasar yang kuat, maka kita mudah rapuh. Diibaratkan kita mendirikan bangunan diatas tumpukan pasir. Apabila terjadi erosi dan terpaan angin akan mudah merobohkan bangunan tersebut.

Idealisme TAOLain halnya bila kita berpikir secara IDEALIS, tidaklah mudah kita dipatahkan oleh pengaruh-pengaruh dari luar karena orang yang berpikir secara IDIALISTIS mempunyai argumentasi yang kuat. Yang tentunya disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada.
Kalau IDEALISME sudah terbentuk tidaklah gampang untuk tergoyahkan, dengan sendirinya kemantapan hati dengan TAO tidak akan luntur “ SEKALI TAO TETAP TAO “.

Salam hangat TAO.

Share

No comment yet.

Leave a Reply








*