Intan Dalam Debu – the web

IK SIU SIEN TAO, SIEN SIU REN TAO. REN TAO WEI SIU, SIEN TAO YEN AI

Posted by adminidb January 27, 2014, under Volume 10 | No Comments

IK SIU SIEN TAO, SIEN SIU REN TAO. REN TAO WEI SIU, SIEN TAO YEN AI

Intan Dalam Debu

 

Pepatah bahasa mandarin tersebut berarti : Bila ingin mempelajari ilmu kedewaan (Ilmu Agama), terlebih dahulu harus mempelajari ilmu kemanusiaan (Ilmu bagaimana menjadi seorang manusia). Bila belum mempelajari/mengerti ilmu kemanusiaan, ilmu kedewaan sulit terjangkau.

 

Pepatah ini menegaskan bahwa banyak orang yang mengaku dirinya beragama, tetapi segala tingkah lakunya tidak sesuai dengan apa yang diajarkan oleh para Nabi yang menjadi panutan agamanya. Harus diingat bahwa para Nabi, dapat disanjung, dipuja dan menjadi panutan dari penganut-penganutnya selama beberapa ribu tahun yang lalu hingga sekarang, karena dalam masa hidupnya bersikap welas asih, tidak suka menonjol-nonjolkan diri, adil dan pemaaf. Para Nabi tersebut juga selalu menebar kebaikan, bersih dan jujur.

 

Maka sebelum kita bersembahyang untuk meminta perlindungan, rejeki, berkah dan lain-lain, tanyakan terlebih dahulu kepada hati nuranimu, bagaimana? Apabila segala tingkah lakumu sudah sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Nabi-yang menjadi junjungan dan panutan dari Agama kita masing-masing, maka tidak usah dimintapun Tuhan akan selalu berada disampingmu dan memberkahimu. Akan tetapi bila belum sanggup melakukan seperti apa yang diajarkan oleh agama kita, dan tidak mau belajar, maunya hanya merengek-rengek minta dilindungi dan diberkahi, ini sungguh menjadi satu lelucon besar! Mengapa? Karena seluruh tubuh dan pikiran kita penuh berlumuran dosa, jangankan meminta berkah dan perlindungan, untuk berdiri di depan Altar menghadap-Nya saja sudah berarti kita bermuka tebal.

 

Siu Tao harus mempunyai motivasi, bukan hanya asal bisa mengumpulkan banyak anggota dan beramai-ramai berkumpul di aula untuk beramah tamah sambil menikmati hidangan dan sembahyang bersama saja.

 

Kalau menganggap yang demikian itu sudah Siu Tao, itu namanya menipu diri sendiri dan membodohi orang lain. Siu Tao adalah meminjam yang palsu (jasmani) untuk merevisi yang asli, meminjam yang berwujud untuk menggali (Wu Sin) Kesadaran / Logika / Nalar, setelah menemukan Kesadaran / Logika / Nalar harus menghapus segala macam bentuk dan bayangan, berlatih hanya berpedoman Kesadaran / Logika, singkirkan segala bentuk dan bayangan, tidak boleh mengandalkan segala macam angan-angan (gambaran). Maka ‘TAO’ tidak usah dicari kemana-mana karena ‘TAO’ berada di dalam diri kita. Mempelajari ‘TAO’ (merevisi diri), pokok utamanya adalah ‘TAO’ (Yang Logis), pelaksanaannya memakai ‘TEK’ (Moral), bila kedua huruf ini dirangkai menjadi ‘Etika’ (TAO TEK). Inilah yang harus dipunyai oleh setiap manusia.

 

Salam Tao.

Share

No comment yet.

Leave a Reply








*