Intan Dalam Debu – the web

Jalan – Jalan dan Temu Akrab

Posted by IDB October 1, 2001, under Volume 10 | No Comments





Jalan - Jalan dan Temu Akrab

Dari : Cen Hui

 

In Bali,
Pada bulan Juni tahun 2001 tanggal 2 hingga 4 kemarin, kami para Tao Yu Surabaya dan sekitarnya mengadakan acara piknik bersama Se Fu dan Se Mu ke Pulau Bali. Berangkat pukul 08.00 waktu Surabaya dari rumah makan Sea Master yang mana kemudian, sejalan di Pasuruan kita menjemput 2 orang Tao Yu Pasuruan untuk berangkat bersama-sama menuju ke Denpasar, Bali.

Dalam perjalanan menuju Pulau Bali, kami mengalami keterlambatan beberapa jam karena antrian kapal Ferry di Pelabuhan Ketapang, sehingga rombongan kami baru sampai di hotel pukul 21.00 Waktu Denpasar ( Waktu Indonesia bagian Tengah ). Jalan - Jalan dan Temu AkrabSesampainya di Hotel Likita tempat kami menginap, kami langsung disambut hangat oleh pemilik serta segenap karyawan Hotel Likita. Setelah meletakkan barang bawaan di kamar masing-masing, kami langsung makan malam bersama dilanjutkan dengan acara tidur di kamar masing-masing. Walaupun demikian masih ada beberapa Tao Yu yang melanjutkan ngobrolnya sambil menunggu kedatangan rombongan berikutnya dari Surabaya. Yang mana pada akhirnya kedatangan mereka sekitar pukul 05.00 pagi waktu Denpasar, sehingga kurang mendapat sambutan yang meriah dari Tao Yu-Tao Yu yang ada.

Keesokan harinya sehabis sarapan sekitar pukul 08.00, kami bersama-sama menuju ke tempat wisata “ Bird and Reptile Park ” yang terletak di daerah Singaraja – Denpasar. Namun kami serombongan hanya mengunjungi Reptile Park saja, karena memang sejak semula para Tao Yu ingin melihat kura-kura langkaJalan - Jalan dan Temu Akrab yang mempunyai tempurung dengan bentuk pagoda. Sesampainya di sana, ternyata kami belum ada jodoh untuk melihat kura-kura langka tersebut, karena sang Kura-kura sedang absen - sedang dalam proses pengembangbiakan. Sebagai penghilang rasa kecewa, kami semua tetap saja menikmati pemandangan alam dan juga sekaligus melihat-lihat berbagai jenis reptil yang ada. Malahan beberapa Tao Yu juga sempat berfoto dengan Iguana yang sudah jinak. Kesan yang didapatkan dari Reptil Park ini adalah tempat yang menarik untuk para pecinta binatang, terutama jenis reptil.

Selepas dari Reptile Park kami menuju pasar Sukawati untuk berjalan-jalan dan membeli Souvenir dari Bali, namun karena kemacetan jalan dan juga keterbatasan tempat parkir yang penuh pada saat-saat libur seperti ini, maka rencana jalan – jalan ke pasar Sukawati-pun terpaksa kami urungkan.

Akhirnya kami menuju ke arah By Pass Denpasar untuk mengunjungi Klenteng 7 Dewi.
Sesampainya di Klenteng, kami bersembahyang dengan mengikuti adat setempat ( mengikatkan secarik kain berwarna kuning, semacam selendang di pinggang ) dan Jalan - Jalan dan Temu Akrabdilanjutkan dengan makan siang karena waktu sudah menunjukkan pukul 12.30. Setelah makan siang, mungkin karena para Tao Yu juga sudah ingin Shopping, sehingga sewaktu menentukan tujuan selanjutnya diambil suara terbanyak yang ingin ke Ulu Watu atau Ke Tanah Lot, hampir semua Tao Yu muda-mudi terutama wanita serempak meneriakkan Tanah Lot..……. dan bus pun menuju ke Tanah Lot.

Sesampainya di Tanah Lot, karena keterbatasan waktu yang ada, para Tao Yu langsung serempak turun dari bus untuk menyerbu kios-kios suvenir yang ada, sedangkan yang lain menikmati pemandangan dan keramaian Tanah Lot.
Sehabis singgah di Tanah Lot, bus yang kami tumpangi mengantarkan kami pulang ke hotel untuk beristirahat.

Pada pukul 20.00 waktu Denpasar, kami semua mendengarkan Ciang Tao dari Se Fu bersama-sama Tao Yu Bali dan diakhiri dengan menyanyi dan menari bersama-sama. Setelah itu acara selesai, walaupun masih ada beberapa Tao Yu yang masih bertanya kepada Se Fu dan mendengarkan Tambahan Ciang Tao.

Esoknya, sehabis sarapan sekitar pukul 08.00, kami berpamitan kepada pemilik hotel untuk pulang ke Surabaya sekaligus mengucapkan terima kasih atas pelayanan yang telah diberikan. Setelah itu, kamipun pulang ke Surabaya, tetapi pada waktu pulang ini, kursi bus jadi banyak yang kosong dikarenakan ada beberapa Tao Yu yang masih mempunyai urusan di Bali.
Dalam perjalanan pulang ke Surabaya, kami sempat mampir di Pantai Pasir Putih sebentar guna melihat-lihat dan juga membeli buah tangan untuk keluarga. Kesan yang kami dapatkan , Pantai ini cukup indah sebagai tempat mampir.

Jalan - Jalan dan Temu AkrabKami meninggalkan Pantai Pasir Putih sekitar pukul 15.00 sore untuk pulang ke Surabaya. Walaupun badan terasa penat dan lelah, tetapi perjalanan ke Bali ini menghasilkan begitu banyak pelajaran dan pengalaman yang berharga, indah dan lucu. Tetapi yang paling mengesankan adalah suasana kebersamaan yang begitu hangat dan akrab bagi semua Tao Yu.

Dari pengalaman penulis bersama para Tao Yu muda-mudi sepanjang perjalanan ke Bali, kami berpendapat bahwa meskipun para Tao Yu yang telah berumur, juga yang senior itu terkesan angker namun pada kenyataannya beliau-beliau ini masih mempunyai semangat dan jiwa muda yang sehat serta gemar melucu. Malahan beberapa muda-mudi sempat salut pada semangat dan jiwa muda serta kelucuan para Tao Yu senior ini.

Menengok dari semangat kebersamaan mereka yang begitu tulus telah mau mengisi acara di bus mulai dari bertukar pengalaman hingga menyanyi, bahkan karena terlalu sungkan, beberapa Tao Yu muda-mudi sampai ikut-ikutan menyanyi sambil membajak lagu yang dinyanyikan oleh para Sesiung dan Secienya …………..hihihi……..

Jadi siapa bilang kalau para Sesiung & SeCie kita itu ANGKER??????? Menurut pendapat yang terkumpul dari para Tao YU muda-mudi yang ikut ke Bali kali ini, hampir semua berpendapat bahwa ternyata para Sesiung dan Secie ini lebih lucu dan bersemangat dibandingkan yang muda-mudinya.
Jadi……………… AYO DONG MUDA MUDI !! Teladani dengan baik Sesiung & Secie kita. Jangan sampai kita dianggap loyo, malu dong, kita kan masih muda !!!!

Sekian dan Salam hangat TAO.

Share

No comment yet.

Leave a Reply








*