Intan Dalam Debu – the web

Mengarah Vertikal keatas yang tidak bersikutan secara Horisontal

Posted by adminidb January 27, 2014, under Volume 10 | No Comments

Mengarah Vertikal keatas yang tidak bersikutan secara Horisontal

Oleh : Flyming Lika

 

Kita Siu tao pada dasarnya merevisi diri menuju manusia seutuhnya yang mengerti, memahami dan menjalani dengan penuh kesadaran dalam kehidupan sehari-hari. Perjalanan menuju manusia seutuhnya dapat disebut (oleh penulis) adalah interaksi horizontal dalam kita hidup saat ini. Tetapi perjalanan Siu Tao kita tidak berhenti hanya membenahi Arah Horizontal ini saja, melainkan kita juga harus membenahi ‘Arah Vertikal’. Kita dapat memulai dengan menguatkan sukma kita (Cing Co). Ini semua adalah perwujudan kita dalam pendekatan diri kepada Thian (Tuhan  / Ta Tao).

 
Mengarah Vertikal keatas yang tidak bersikutan secara Horisontal
Apa yang terlihat ? Tak jarang dari kita masih belum dapat memahami ini semua, ada yang :

  1. Dalam interaksi horizontal saling sikut-sikutan, padahal kita masih saudara, kita masih sesama manusia, sesama Tao Yu. Apalagi berani menamakan diri praktisi Tao / ‘Saya’ Siu Tao! Atau menyebut diri beragama TAO.
  2. Dalam kekhusukannya bersembahyang ke arah Vertikal, menghadap yang Empunya Maha Agung Maha Tao (Tuhan), masih saja menyikut arah horizontal, dengan tindakan antar sesama tidak pada jalur / kaidah kebenaran / kebajikan / Tao.

 

Apa yang seharusnya kita perhatikan?

  1. Dengan bermodal hati nurani yang bening, kita siap membuka diri untuk Siu Tao.
  2. Dalam proses Siu Tao kita menggunakan Wu Sin diri (Kesadaran dan Daya nalar yang tinggi) untuk acara Ce Ran (alamiah) menjalani Tao menuju Cen San Mei (Sempurna Abadi) yang di idam-idamkan.
  3. Salah satu wujud Siu Sin Yang Sin kita (merevisi diri) adalah : tidak saling menyikut secara horizontal (sesama Tao Yu, maupun terhadap orang lain).
  4. Ke arah Vertikal adalah hak paling hakiki seseorang. Ini perlu kelurusan, ketulusan dan kepolosan. Penyerahan diri secara total, tentu dibarengi dengan arah horizontal yang sudah mumpuni (sempurna), yang biasa disebut ‘Kita sudah sampai Jing Cing Wu Wei’

 

Akhir kata, Im Yang Lie (Pengertian-pengertian Im Yang) perlu dipahami lebih seksama, sebab kita dapat merasakan bahwa saat-saat kita mencoba Siu Sing Yang Sin dan sesaat terasa terkecohkan dengan kecongkakan diri bahwa kita sudah benar-benar Siu Tao, dan saat itu kita mulai menyikut yang lain sesama Tao Yu kita. Sungguh amat disayangkan.

 

Maka....... Wu, Wu, dan masih harus Wu lagi dalam perjalanan Siu Tao kita ini.

 

Salam Tao.

Share

No comment yet.

Leave a Reply








*