Intan Dalam Debu – the web

Sang Nenek Yang Tertinggal Di Keramaian Ancol

Posted by adminidb January 27, 2014, under Volume 10 | No Comments

Sang Nenek Yang Tertinggal Di Keramaian Ancol

Oleh : Taoyu Jakarta

 

Saat itu cuaca cerah setelah bermain kian kemari dengan mencoba semua permainan yang ada di Dunia Fantasi-Taman Impian Jaya Ancol, waktupun beranjak sore dan tiba-tiba badan terasa mulai lelah, tetapi anak-anak yang dimanjakannya tetap saja bersemangat mau bermain dan bermain lagi. Memang-memang...........anak-anak tidak ada lelahnya.

 

Tiba-tiba terperanjat dengan tangisan nenek tua tertinggal oleh anaknya dan merasa bingung tidak tahu harus berbuat apa.

 

Dengan rasa iba si Dia mendekati nenek tersebut dan menanyakan duduk persoalan sampai nenek tertinggal dari rombongannya. Sambil terisak-isak nenek itu mengeluh bahwa anaknya kok tega-teganya meninggalkan ibunya yang sudah berumur 78 tahun ini ditengah keramaian begini, nenek sudah tua begini kok di sia-sia kan dan sedihnya lagi, nenek ini tidak membawa uang dan tidak tahu harus pulang kemana, sebab di Jakarta nenek ini tinggal di sebuah hotel (nenek tersebut berasal dari Surabaya).

 

Nenek tidak perlu kuatir, saya akan antar nenek ke bagian informasi dan memanggil anak nenek lewat pengeras suara agar anak nenek dapat mengetahui dimana nenek sekarang berada dan menjemput nenek, demikian tutur si Dia.

 

Dengan dipapah berjalan perlahan-lahan dan sesekali berhenti untuk istirahat dan mencari nafas untuk melanjutkan perjalanan ke bagian informasi.

 

Sambil manggut-manggut dan tetap saja sedih kalau-kalau anaknya tidak datang bagaimana? Sekali lagi si Dia mencoba meyakinkan sang nenek bahwa kalau toh anaknya nanti tidak datang maka akan diantarkannya nenek ini ke hotelnya.

 
Sang Nenek Yang Tertinggal Di Keramaian Ancol

Dengan bersungkem dan mengucapkan terima kasih berkali-kali sambil berkata cucu terima kasih ya.......... Terima kasih sekali. Cucu sangat berbudi. Sambil berkaca-kaca si Dia menyambut tangan sang nenek dan memohon sang nenek berdiri dan jangan berbuat demikian kepadanya, karena ini adalah sudah merupakan kewajiban yang muda untuk menolong sesama apalagi terhadap yang lebih tua seperti nenek demikian ucap si Dia. Meskipun harus menunggu lama, anak-anak yang diajak si Dia tidak merengek.........bahkan anak ceweknya pingin tahu bahwa anak sang nenek ini rupanya seperti apa sih, kok tega-teganya meninggalkan sang nenek sendirian di keramaian Ancol begini.

 

Uh.......Gemes aku gerutu anak cewek si Dia. Akhirnya.............anak sang nenek datang. Bukannya minta maaf pada ibunya (nenek ini), malah menggerutu mengatakan................. Kemana aja mama ini, kan tadi saya suruh tunggu disitu. Duduk aja kenapa sampai cari-carian begini??? Sang nenek menimpali.................Saya ini sudah tua dan baru kali ini kesini, saya juga mau melihat-lihat, karena tadi saya sudah tunggu lama dan kamu juga tidak datang, saya merasa bosan dan jalan-jalan di sekitar situ saja.

 

Sedikit pertengkaran terjadi, sang menantu perempuan dengan sinisnya tidak berkomentar apa-apa, tapi acuh tak acuh terhadap sang mertua.

 

Weleh...................weleh..........

 

Si Dia disamping terbengong-bengong menyaksikan adegan pertengkaran kecil tadi......... dan begitu saja perpisahan dengan sang nenek yang malang ini. Ucapan terima kasihpun belum sempat disampaikan oleh sang nenek, tapi si Dia tetap iba tertegun menyaksikan rombongan nenek lenyap dari hadapannya, sampai anaknya memanggil............Ma, pulang yuk.........................lapar nih........!!!

 

Akhirnya si Dia sadar bahwa hari sudah larut malam dan harus pulang.

 

Salam TAO.

Share

No comment yet.

Leave a Reply








*