Intan Dalam Debu – the web

Jiu Tian Xian Nu (Ciu Dian Sian Ni)

Posted by adminidb August 21, 2014, under Volume 11 | No Comments


 

Jiu Tian Xian Nu (Ciu Dian Sian Ni)

Terjemahan dari Bahasa Tiong Hua

Oleh : INA

 
Jiu Tian Xian Nu (Ciu Dian Sian Ni)
 
Asal muasal TAO CIAO COU SEN

 

Seperti yang sudah umat Tao ketahui, Ciu Dian Sian Ni merupakan salah satu Dewi Besar Tao. Ciu Dian Sian Ni adalah Dewi yang sering membantu pahlawan-pahlawan.

 

Konon, cerita pada jaman raja satria Huang Ti yang pernah mengajarkan rakyat menanam palawija.

 

Sebelum Huang Ti menyatukan negara, Beliau pernah perang dahsyat melawan Je Yu. Je Yu itu adalah sebangsa hewan yang aneh, badannya merupakan binatang tapi dia memakai bahasa manusia, juga makan batu dan pasir untuk hidup.

 

Je Yu ini biasa disebut badan kuningan kepala besi.

 

Pada waktu perang di daerah Juk Luk, Je Yu ini membuat kabut besar yang menyebabkan tentara-tentara Huang Ti menjadi kehilangan arah. Tapi, untungnya para anak buah itu menciptakan kereta kompas. Dengan kereta tersebut, mereka baru bisa lolos dari kepungan kabut tadi.

 

Sedang pusing dengan taktik perang, malamnya Huang Ti bermimpi bertemu dengan Dewi SI WANG MU dan berkata padanya :”Saya akan mengirimkan utusan untuk membantu kamu, kamu akan menang perang”. Lalu Huang Ti membuat altar dan berdoa / sembahyang tiga hari tiga malam. Hasilnya, nampaklah CIU DIAN SIAN NI, memberinya Kitab Suci, Pusaka, Buku Perang dan lain-lainnya, hingga Huang Ti dapat mengalahkan Je Yu dan dapat menyatukan negara. Waktu itu, yang Huang Ti dapatkan adalah Buku suci HUANG TI YIN FU CING yang dihargai oleh generasi selanjutnya.

 

Konon, CIU DIAN SIAN NI pernah membantu Sung Ciang.

 

Sung Ciang ini merupakan Ketua daerah Liang San Be yang sring membantu orang-orang miskin yang kekurangan.

 

Dalam cerita buku “SUI HU JUAN”, pada waktu Sung Ciang dalam perjalanan menuju Liang San Be, dia dikejar-kejar oleh musuh. Lalu dia bersembunyi di dalam sebuah kuil, ternyata dia diketahui oleh musuhnya, kelihatan maut sudah menunggu. Namun, pada saat detik-detik bahaya, di belakang altar dalam kuil tersebut timbul gumpalan awan hitam dan meniupkan seuntai angin keras yang dingin. Musuh yang mengejar ketakutan melihat keadaan aneh mendadak itu dan lari tunggang langgang.

 

Tak lama kemudian, tampak dua anak perempuan berbaju hijau di hadapan Sung Ciang dan mengajaknya pergi untuk menemui seorang Dewi. Dewi tersebut adalah CIU DIAN SIAN NI. Kemudian, Sung Ciang diajak makan kurma dari DIAN dan minum arak yang harum. CIU DIAN SIAN NI juga berkata padanya: “Saya akan memberitahu kamu tiga jilid Buku Langit, kamu harus bisa menjalankan TAO dengan baik, jadi orang harus jujur, setia kawan, setia pada negara, yang jelek dan yang sesat dikikis semua dan dikembalikan pada kebenaran”. Dewi CIU DIAN SIAN NI juga berpesan bahwa buku-buku itu tidak boleh diperlihatkan pada orang lain, sesudah mantap, bakarlah buku-buku tersebut. Dewi juga menurunkan empat kata-kata langit yang cocok menjadi ramalan hidup Sung Ciang di kemudian hari.

 

Sesudah kejadian itu, Sung Ciang masih pernah bertemu lagi dengan Dewi CIU DIAN SIAN NI, yaitu pada waktu dia jadi Jendral Dinasti Sung yang sedang perang sengit dengan tentara-tentara negeri Liaw. Dewi CIU DIAN SIAN NI mengajarkan tehnik perang yang kongkrit.

 

Dewi CIU DIAN SIAN NI selalu mengulurkan tangan waktu raja kesatria dan pahlawan-pahlawan sedang mengalami kesulitan, sehingga boleh dikata sebagai “DEWI MEMBANTU”.

 

Selain itu Dewi CIU DIAN SIAN NI juga mengajarkan cara-cara perang yang kongkrit. Oleh karena itu, ada orang yang menganggap Dewi CIU DIAN SIAN NI sebagai “DEWI PERANG”.

- - - = = = 0 0 0 = = = - - -

BERSAMA BELAJAR TAO, BERGANDENG TANGAN
RIANG GEMBIRA, HATI BAHAGIA
BERSAMA-SAMA MENUJU KESEMPURNAAN

- - - = = = 0 0 0 = = = - - -

Share

No comment yet.

Leave a Reply








*