Intan Dalam Debu – the web

Penjelmaan Rubah

Posted by adminidb August 26, 2014, under Volume 11 | No Comments

Penjelmaan Rubah

Terjemahan : dari China Utara

Oleh :Dianne F L

 
Penjelmaan Rubah
 

Ini adalah cerita tentang orang desa yang miskin. Dia tinggal sendiri di rumah yang berlumpur serta atap jerami. Sejak ia tidak punya istri, ia memasak untuk diri sendiri satu kali sehari. Pada saat beberapa hari ini ada seekor rubah yang memperhatikannya melewati jendela. Rubah itu merasa kasihan melihat laki-laki itu. Sehingga pada suatu hari rubah itu ingin membantu dan pada saat laki-laki itu pergi untuk bertani, rubah itu masuk melewati jendela dan melakukan salto kemudian menjelma menjadi seorang wanita cantik jelita. Ia membersihkan rumah itu dan memasak untuk laki-laki itu, dia lalu menghilang di dalam hutan.

 

Ini berlangsung beberapa tahun sampai petani itu curiga, siapa yang membersihkan rumahnya. Jadi ia bersembunyi di tong air yang besar dan menunggu dengan senjata disampingnya. Beberapa saat kemudian, ia melihat seekor rubah masuk dari jendela ke dalam rumahnya. Ia ingin menembaknya tetapi beberapa saat kemudian rubah itu menjelma menjadi seorang wanita yang cantik. Dan kulit rubahnya jatuh ke tanah.

 

Petani itu menunggu sampai wanita ke kamar sebelah. Lalu ia merangkak keluar dan mengambil kulit rubah dan menyimpannya di bawah tong air, kemudian menyelinap pergi. Pada saat sore harinya, wanita itu selesai mengerjakan tugas rumah itu, lalu ia mencari kulit rubah untuk pergi ke hutan kembali, tetapi ia tidak dapat menemukannya. Lalu petani itu pulang dan melihat wanita itu dirumah sedang mencari-cari.

 

Petani itu pura-pura kaget dan wanita itu memberitahu kejadiannya kecuali ia menjelma menjadi rubah.

 

Tak lama kemudian mereka menikah, mereka hidup bahagia bersama untuk beberapa tahun, sampai mereka punya anak. Pada suatu hari petani itu berkata ke anak-anak mereka, “Ibumu adalah seekor rubah”. Anak kecil itu melihat ke ibunya lalu berkata, “Ia bukan rubah, dia adalah ibu kita yang cantik”.

 

Petani itu memberi bukti dengan menunjukkan kulit rubah, lalu ia berjalan ke tong air dan mengambil kulit rubah yang ia sembunyikan itu. Dia mengira bahwa itu adalah lelucon yang hebat, akan tetapi pada saat petani itu mengambil dan memperlihatkan kepada anak-anaknya dengan secepat kilat ibu mereka berubah menjadi rubah dan pergi ke dalam hutan, dan mereka tidak pernah melihat rubah itu selamanya lagi.

Share

No comment yet.

Leave a Reply








*