Intan Dalam Debu – the web

CAY SE CI SE JU SE, GUNG DAN FAN PEY GUNG MI,CE U WEN U SIN LIAO, HO FANG I REN DUNG CEN

Posted by IDB March 1, 2002, under Volume 12 | No Comments





CAY SE CI SE JU SE, GUNG DAN FAN PEY GUNG MI,CE U WEN U SIN LIAO, HO FANG I REN DUNG CEN

Dari : Siem Sit Cong

 

Yang artinya :

Dilahirkan ialah hidup di dunia , khayalan terbius oleh imajinasi, tanyakan pada nalar dan hati sendiri, adalah kendala ikut bersaing untuk maju.

Pada dasarnya sebuah ‘permainan’ apapun bentuknya merupakan hal yang penting bagi kehidupan manusia. Pasalnya, dalam sebuah permainan semuanya sudah ditentukan secara jelas dan pasti. Ada aturan ‘main’ yang harus ditaati, menang atau kalah, itu perkara lain. Padahal yang namanya kehidupan tidaklah demikian, barangkali orang sengaja menciptakan permainan dan ikut bermain didalamnya, hanyalah untuk membohongi atau untuk mengolok-olokan diri sendiri. Berpikir bahwa hidup adalah permainan; dengan kata lain, sebuah permainan yang merupakan salah satu cara untuk ‘lari’ dari kenyataan, misalnya mengenai ‘pengaruh misteri angka dengan perjalanan nasib’.

Sejak masih dalam kandungan, kehidupan manusia nyaris tak dapat dipisahkan dengan angka. Namun, benarkah angka tertentu memiliki kekuatan sedemikian besar sampai-sampai orang menolak tinggal disuatu tempat bernomor 13, karena dianggap akan membawa kesialan ? Sebaliknya adakah angka-angka yang membawa keberuntungan ?. Sebab, pada kasus-kasus tertentu angka itu dipercaya dapat mendatangkan kebaikan pada berbagai aspek kehidupan. Yang lainnya, angka-angka tertentu dipercaya mengandung makna negatif. Meskipun kadar kepercayaan itu bergradasi mulai dari yang fanatik hingga yang wajar. Hal ini sangat terasakan, bahwa mereka yang tidak terlalu mempercayainya, tetap saja selalu berusaha menghindari angka 13 dan 4.

Tidak ada yang tahu pasti sejak kapan fenomena kepercayaan terhadap kekuatan baik atau buruk suatu angka mulai dikenal orang, diduga Pythagoras-seniman dan filsuf asal Yunani diabad 6 SM, secara tak langsung mendorong para pengikutnya melahirkan pemahaman baru tentang angka melalui ilmu numerology. Numerologi bukan hanya digunakan untuk menentukan watak dan nasib, namun juga agar orang bisa menapaki jalan hidupnya dengan lebih mudah dalam mencapai keberhasilan. Numerologi barat memandang 12 sebagai angka sempurna, sementara 13 merupakan angka sial. Pertimbangannya antara lain banyaknya factor didunia yang melibatkan angka itu. Misalnya dalam setahun ada 12 bulan; 12 rasi bintang; satu periode waktu (siang-malam) terdiri atas 12 jam; jumlah 12 dewa Olympus; bangsa Israel terdiri atas 12 suku. Sedangkan angka 13 dianggap membawa sial karena berada satu point diatas angka sempurna.

Segala sesuatu yang dianggap melebihi nilai sempurna, juga akan melebihi kekuatan puncak yang dikuatirkan justru akan mengakibatkan kegagalan. Tak jauh berbeda dengan prinsip numerology barat, dengan sudut pandang yang berbeda budaya Tiong Hoa juga melihat 13 sebagai angka yang mencerminkan ketidak beruntungan. Karena kalau angka 1 dan 3 (13) dijumlahkan hasilnya 4, sedangkan dalam bahasa Tiong Hoa angka 4 bila diucapkan dengan intonasi berbeda bisa memberikan dua makna, yaitu ‘empat’ dan ‘mati’. Sedangkan Feng Shui (Hong Sui) sangat berbeda dengan numerology Tiong Hoa. Angka yang dipergunakan dalam Feng Shui terbatas sebagai alat menghitung untuk menentukan saat-saat selaras dan tidak selaras yang dialami manusia, untuk pembagian ruang, dan sebagainya, jadi bukan seperti numerology dengan pengertian angka tertentu memiliki kekuatan baik atau buruk. Ikhwal pengaruh buruk yang konon ditimbulkan oleh angka 4 atau deretan angka yang mengandung angka tersebut, bisa jadi itu hanya karena orang senang mencocok-cocokan saja. Sama halnya dengan angka 8 yang bila diucapkan dengan intonasi berbeda bisa bermakna lain, yaitu kaya atau melejit. Sementara bentuk angka 8 yang tidak terputus sering diartikan sebagai dinamis dan berkesinambungan. Tak heran bila angka 8 banyak disukai orang.

Maka dari itu orang tak perlu takut dengan angka, karena kalau diotak-atik, semua angka berarti sial. Misalnya, angka 0 yang meski bentuknya tidak terputus tetapi dianggap tak punya nilai / kosong. Angka 1 bentuknya kurus, angka 2 seperti bebek yang jalannya lambat, angka 3 tertawa berarti banyak membuang, angka 4 berarti mati, terus saja jelek seperti itu. Dan lagi di masyarakat luas terlanjur beredar kebiasaan pitutur yang berhubungan dengan angka, yaitu ‘pusing 7 keliling’ atau celaka 12’. Jadi kesimpulannya bahwa kecenderungan masyarakat mempertimbangkan angka karena adanya semacam ketidak-percayaan terhadap kemampuan diri sendiri, terhadap masa depan, karena terjadinya perubahan-perubahan yang begitu cepat. Numerologi, kalau orang sadar bahwa kepercayaan-kepercayaan semacam itu akan terpendam dibawah sadar atau pikirannya dan akan memberikan sugesti-sugesti yang negatif dalam dirinya, yah dicuekin saja, tidak usah dipusingkan, temukan jalan keluar terbaik, yakni dengan cara menyaring segala sesuatu menurut rasio dan yang lebih penting lagi, bagaimana kita bisa tetap optimis memandang segala sesuatu dari sudut yang positif, dan berjuang serta bersaing untuk menuju Cen Sang Mey.

Salam Tao.

Pesan Tentang Kesehatan

Faktor Utama yang mempengaruhi sehat tidaknya seseorang, bukan sebab-sebab dari luar, melainkan pandangan dari dalam dirinya sendiri.
Pandangan Optimistik akan membantu kita lebih aktif, lebih sehat, lebih sukses, lebih gembira.
Pandangan Pesimistis bisa menarik kita menuju putus asa, gagal usaha, sedih dan sengsara.

Share

No comment yet.

Leave a Reply








*