Intan Dalam Debu – the web

Inti Sari SIUTAO (2)

Posted by adminidb September 30, 2014, under Volume 12 | No Comments

Inti Sari SIUTAO (2)

Oleh : Lie Ping Sen – Lampung

 

Siutao selain berusaha untuk merevisi mental dan fisik kita, juga berusaha melatih dan memupuk suatu kekuatan yang tidak kasat mata. Melalui Tao Ying Suk, para taoyu telah membuktikan bahwa keberadaan Dewa/Dewi yang telah dipuja oleh umat manusia selama ini, ternyata benar-benar nyata.

 

Dewa/Dewi melalui kekuatannya (Shen Lik) memberikan latihan-laithan melalui gerakan-gerakan badan, ini merupakan suatu proses penyehatan yang sudah ribuan tahun diturunkan oleh Guru Besar Tao (Thai Sang Shen Kung)

 

Didalam proses melatih diri ini (Tao Ying Suk/Shen Kung), meskipun bimbingan langsung dari Dewa/Dewi merupakan suatu yang penting, namun lebih penting lagi adalah kemampuan kita untuk menangkap maksud dan makna dari petunjuk Dewa/Dewi tersebut.

 

Ini adalah salah satu yang harus kita “WU”, Tanpa itu, hasil yang kita dapatkan akan sangat minim, kita akan kehilangan banyak kesempatan dan waktu.

 

Setiap Taoyu (setelah menerima Tao Ying), dengan bantuan Shen Lik (kekuatan Dewa/Dewi) dapat melatih fisik dan mentalnya, melalui berbagai proses dan cara yaitu:

Shen Kung, Chi Kung, Cing Co Kung.

 

Bagaimanakah seorang Taoyu melaksanakan dan menjalani proses tersebut, ini sangat tergantung pada kejodohan dan Daya Nalar (WU) dari masing-masing Taoyu.

 

Apa yang harus di WU ? Bagaimana caranya ? Dan mungkin banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yang akan timbul, marilah kita bahas satu per satu.

 

Shen Kung

Setiap manusia mempunyai kondisi badan yang berbeda satu sama lain, kondisi kesehatan yang berlainan, kondisi mental yang berbeda, dan perbedaan lainnya.

 

Dalam proses untuk merevisi kondisi fisik kita, maka Shen Kung merupakan cara (proses) yang sangat penting.

 

Setiap Taoyu setelah mendapat tao Ying mempunyai Cen Yen yang dapat memohon (mengundang) Dewa/Dewi, melalui bantuan kekuatan Dewa Pelindung (Fu Fak Sen) dapat melatih diri.

 

Karena kondisi yang berbeda-beda, maka gerakan yang didaptkan juga tidak sama, semua itu bertujuan untuk merubah kondisi fisik yang kurang baik menjadi lebih sehat.

 

Waktu berlatih Shen Kung, kita harus memperhatikan dan berkonsentrasi untuk melatih diri, berusaha untuk mengerti makna dari gerakan yang diberikan oleh Fu fak Sen, ditambah dengan inisiatif dan latihan yang rutin, hasil yang dicapai akan sangat nyata.

 

Kondisi fisik akan berangsur membaik, kesehatan pun akan bertambah sempurna.

 

Inti Sari SIUTAO (2)
Proses latihan ini harus terus dilakukan, bahkan harus selalu dilatih, karena kondisi fisik kita makin berumur juga makin menurun.

 

Justru banyak yang malas berlatih lagi, karena beranggapan telah “cukup tinggi” tingkat Tao-Nya, ini adalah satu kesalahan yang besar.

 

Latihan Thai Sang Shen Kung harus terus dilakukan sepanjang hidup kita, bergantian dengan latihan-latihan lainnya.

 

Mungkin setelah latihan selama masa tertentu, para Taoyu akan diberikan gerakan sebagai petunjuk untuk berlatih Chi Kung (latihan Pernafasan), maka ini merupakan suatu hal yang sangat berharga, kita memasuki suatu tahap untuk berlatih diri dengan cara Teknik Mengolah Pernafasan.

 

Chi Kung

 

Chi Kung secara garis besar adalah Teknik Mengolah Pernafasan, dimana dalam hal ini para Taoyu dengan petunjuk dan bimbingan dari Fu Fak Sen melakukan latihan ini.

 

Inti Sari SIUTAO (2)
Kalau latihan Thai Sang Shen Kung memperbaiki kondisi fisik kita melalui gerakan-gerakan (dari luar), maka Chi Kung adalah dari dalam (melalui energi yang terserap dari Oxigen yang kita hirup).

 

Didalam latihan Chi Kung ini, ada beberapa hal dasar yang harus dimengerti dan dilaksanakan dengan benar oleh para Taoyu.

 

Tarikan nafas yang kita lakukan haruslah secara lembut dan sedalam-dalamnya. Posisi duduk haruslah bersila, punggung tegak, dada dibusungkan, perut dikempiskan dan dubur ditarik kedalam (Di Kang Suk Tu).

 

Kita harus melatihnya dengan benar dan serius, tariklah nafas sedalam-dalamnya, dengan kondisi seperti diterangkan diatas, tahan sebentar, lalu keluarkan nafas secara perlahan, hal ini berulang dilakukan, dan butuh waktu cukup lama, sehingga benar-benar kita memperoleh suatu kondisi paru-paru yang bisa berfungsi maksimal.

 

Latihan ini yang disebut Du Nak fak, sebagai dasar untuk berlatih Chi Kung memasuki tahap latihan yang lebih tinggi lagi, tanpa dasar yang baik, tidak akan mendapatkan hasil yang sempurna.

 

Setelah beberapa bulan kemudian, dimana proses latihan Du Nak Fak telah dilakukan secara kontinyu, maka dengan memperhatikan arahan dari Fu Fak Sen, para Taoyu dapat berlatih lebih lanjut.

 

Memang setiap taoyu akan diarahkan secara berbeda sesuai dengan kondisi masing-masing oleh Fu fak Sen, maka ini akan sangat tergantung dari “WU” masing-masing Taoyu untuk menjalaninya, namun secara garis besar ada beberapa hal yang mungkin dapat dijadikan pegangan untuk berlatih Chi Kung, yang akan saya jelaskan seperti di bawah ini.

 

Chi Chen Tan Dien.

 

Pada saat latihan Chi Kung, dimana kita sudah bisa melakukan latihan dasar seperti yang diatas (Du Nak Fak) dengan baik dan benar, kita mulai mengarahkan “Chi” ke arah Tan Dien (posisi Tan Dien : tiga jari dibawah puser). Bagaimana mengarahkannya?

 

Kita harus menggunakan “Ie” (konsentrasi/kemauan kita yang keras), mengarahkan “Chi” kita dan memendamnya didalam Tan Dien beberapa saat.

 

Singkatnya demikian : Kita tarik nafas secara perlahan-lahan hingga paru-paru terisi maximal, dengan posisi Di kang Suk Tu, tahan nafas tersebut, dengan “Ie” kita salurkan “Chi” ke dalam Tan Dien, biarkan beberapa saat, lalu secara perlahan keluarkan nafas kita, ini dilakukan secara terus menerus, dan harus benar-benar bisa merasakan “mengalirnya” Chi tersebut ke dalam tan Dien.

 

Reaksi yang timbul mungkin Tan Dien akan terasa hangat atau panas, bisa juga merasakan seperti adanya getaran, ataupun reaksi lainnya. Ini semua sesuatu yang normal saja, adanya reaksi yang timbul itu menunjukkan latihan kita telah “cukup” lamanya dan caranya telah benar.

 

Bisa dilakukan terus latihan tersebut, hingga mungkin suatu saat kita merasakan adanya sesuatu aliran “Chi” yang bergerak “menembus” Tan Dien, dan mengitari Tan Dien, inilah yang disebut dengan istilah Chi Kwan Tan Dien.

 

Tentu saja di dalam proses latihan tersebut, kita harus bisa menenangkan pikiran kita, berkonsentrasi, agar reaksi yang timbul benar-benar dapat kita rasakan, dan juga harus dilatih secara kontinyu dan dengan cara yang benar. Setelah tahap seperti yang saya sebutkan diatas, mungkin akan merasakan reaksi seperti yang akan saya uraikan di bawah ini:

 

Pada saat kita sudah melakukan Chi Chen Tan Dien, kita merasakan adanya “aliran” Chi yang menyebar ke seluruh tubuh, ataupun dengan petunjuk Fu Fak Sen melalui gerakan anggota badan kita, kita mengarahkan “Chi” dengan “Ie” ke seluruh tubuh kita, inilah yang disebut “Chi Dung Pai Mek”

 

Sampai tahap ini, sudah merupakan tahap latihan Chi Kung yang cukup lumayan tingginya, reaksinya bagi peningkatan kesehatan sangat luar biasa.

 

Mungkin butuh waktu bertahun-tahun untuk bisa sampai benar-benar mencapai tahap ini.

 

Setelah tahap Chi Dung Pai Mek, apakah Chi Kung kita sudah selesai?

 

Saya rasa ini baru setengah jalan, masih ada setengah perjalanan lagi yang sangat sulit dan membutuhkan suatu kondisi “khusus”, apakah semuanya itu? Marilah kita lanjutkan bahasan ini.

 

Latihan Chi Kung sampai tahap ini, pada dasarnya tidak akan mencapai kemajuan lebih lanjut apabila kita tidak diikuti dengan latihan Cing Co yang baik pula.

 

Tahap selanjutnya yang disebut “Tha Dhung Ren Tuk Mek”, yaitu kita menyalurkan “Chi” melewati Ren Mek (meridian depan) dan Tuk Mek (meridian belakang).

 

Caranya adalah : setelah menarik nafas, Chi Chen Tan Dien, alirkan “Chi” menyusuri Ren Mek dan Tuk Mek, yang melalui Ren Mek arahkan ke atas terus sampai bibir bawah, yang melalui Tuk Mek arahkan sepanjang tulang belakang, melingkari kepala terus sampai bibir atas. Chi ini akan bertemu (tembus) dibibir, dan apabila kita berhasil, ini akan merupakan “fenomena” yang luar biasa, fenomena ini akan kita jelaskan pada kesempatan lain saja.

 

Hal ini bukanlah hal yang mudah, butuh ketekunan, kekuatan batin, butuh latihan yang ‘mati-matian’ dan haruslah mencapai tahap “Pendengaran Gaib”.

 

Tanpa itu semua, tidak mungkin bisa mencapai tahap ini.

 

Kita telah menyebutkan beberapa kali kata “WU”, mungkin selama ini masih bingung dengan apa yang harus di “WU”, inilah menurut saya hal-hal yang membutuhkan “WU” kita untuk memecahkannya, dan masih ada sederet “WU” lain yang harus senantiasa kita lakukan, misalnya pada saat kita berlatih Cing Co (yang akan kita bahas berikutnya), ataupun didalam kehidupan kita sehari-hari, itulah sebabnya dikatakan harus selalu menggunakan “WU”, kiranya kita semua akan mendapatkan suatu kejelasan tentang hal ini.

 

Cing Co.

 

Inti Sari SIUTAO (2)
Kapan Cing Co mulai dilakukan? Bagaimana melakukannya? Ini merupakan pertanyaan yang wajar timbul di hati para Taoyu.

 

Kehidupan manusia kondisinya seperti segelas air yang setiap hari diguncang oleh problem hidup, menyebabkan pikiran menjadi terbebani, bahkan stress, seperti segelas air menjadi keruh karena guncaangan, maka butuh suatu masa untuk ditenangkan kembali, agar “kekeruhan” itu terendapkan, dan menjadikan air tersebut “bening” dan “jernih” kembali.

 

Jadi kapan mulainya latihan Cing Co tersebut, sebenarnya bisa dilakukan kapan saja, asal telah mengerti caranya (dan tentu saja telah bisa latihan Shen Kung).

 

Yang saya sebutkan diatas adalah manfaat Cing Co secara kongkrit yang akan dirasakan oleh para Taoyu, namun ada manfaat lain yang lebih spesifik bagi kita, yaitu sarana untuk melatih Yen Shen ( Sukma) kita, agar menjadi “solid” dan “siap”.

 

Mengapa saya memakai istilah “solid” dan “siap”?

 

Seperti kita ketahui bahwa Sukma kita terdiri dari San Huen Chik Bek yang “mengambang”, dengan latihan Cing Co akan menjadikannya “mengumpul” sehingga menjadi “solid”.

 

Dengan begitu menjadi mempunya kekuatan dan tingkatan, sehingga pada saatnya nanti, waktu akan meninggalkan dunia ini telah “siap” untuk menjadi “dewa kecil”.

 

Pada saat latihan Shen Kung kadang kala tidak diberikan gerakan oleh Fu Fak Shen, sehingga banyak diantara Taoyu mengira Shen sudah tidak melatihnya lagi, padahal mungkin Shen memberinya aba-aba untuk mulai berlatih Cing Co, disinilah juga pentingnya “WU” itu.

 

Pertama latihan Cing Co, duduklah relaks, jangan memikirkan apapun, konsentrasikan pikiran, gunakan “Mata bathin” arahkan ke pucuk hidung, pada saat ini pikiran macam-macam yang timbul segera hilangkan, kembalikan konsentrasi dan arahkan “mata bathin” ke pucuk hidung.

 

Mungkin pada awalnya, makin kita mau menghilangkan pikiran yang bermacam-macam itu, makin banyak pikiran yang timbul, ini adalah kondisi yang normal, teruslah berlatih, tidak perlu memaksakan diri, namun setiap hari harus “memupuk” latihan tersebut.

 

Sampai satu saat, mungkin kita mulai merasakan sudah bisa mengendalikan, tidak lagi timbul pikiran yang bermacam-macam pada saat kita berkonsentrasi, kita mulai bisa menenangkan pikiran kita, dan tidak lagi terganggu oleh “pikiran” kita sendiri.

 

Mungkin juga mulai merasakan reaksi lainnya, yang sulit untuk dijelaskan satu persatu.

 

Namun itu semua menunjukkan bahwa latihan Cing Co kita sudah mencapai suatu tahap tertentu.

 

Cara tersebut diatas adalah cara “memusatkan” atau “Ning” atau “mengumpulkan.

 

Manusia seperti satu titik di kosmos ini, latihan Cing Co salah satunya juga dapat menyerap “kekuatan” yang tersebar di kosmos ini, sedikit demi sedikit menjadikan “kekuatan” itu menjadi “milik” kita.

 

Apabila cara “memusatkan” telah bisa dilakukan dengan benar, dan telah mendatangkan “reaksi”, maka selanjutnya bisa menggunakan metode “mengendurkan” atau “Sung”.

 

Pada saat ini, semua reaksi yang timbul ataupun semua pikiran yang timbul, ikutilah terus, seperti seorang duduk di tepi sungai, melihat airan air sungai, apapun yang terlihat ikutilah saja, jangan terpengaruh oleh apa yang dilihat.

 

Reaksi apa lagi yang akan timbul nantinya?

 

Sulit bisa saya jelaskan disini, sebaiknya jawaban tersebut kita peroleh pada saatnya nanti, dimana kita semua memang telah menjalaninya.

 

Itu semua sangatlah tergantung pada “WU” kita, dan juga “Kejodohan” kita.

 
Inti Sari SIUTAO (2)
Ada satu hal yang sangat penting, yang perlu diingat oleh kita semua, bahwa Siu Tao adalah merevisi fisik dan mental, serta mencari jalan untuk mendekati Dewa/Dewi, memperkuat dan mempersiapkan Yen Shen kita.

 

Jadi Siu Tao haruslah semua bidang di “revisi”.

 

Semua saling terkait, tanpa moral dan mental yang baik, mustahil Cing Co kita bisa berhasil, tanpa Cing Co yang “memadai” mustahil Chi Kung kita bisa mencapai tingkat yang tinggi, tanpa kesehatan fisik mustahil juga kita bisa berlatih Chi Kung.

 

Jadi semua harus berjalan beriringan, semua harus seimbang, semua harus di”revisi”.

oooOOOooo

Bulan Lima telah tiba,
Para Taoyu bersuka cita,
Hari Kebesaran Thay Sang Lauw Cin telah tiba.
Sang Pencipta TAO yang utama.

Membimbing umatnya menuju kebenaran
Menuju kesempurnaan yang diidam-idamkan.
Melalui cara SIU TAO yang diwariskan
Mengikis Ketahayulan dan menguak misteri alam ( TAO )

Tanggal Lima Belas Bulan Lima ini
Thay Sang Lauw Cin memberi berkah berlimpah.
Kepada umatnya yang mau sadar tentunya.
Mengendalikan diri dan emosi
Menjunjung tinggi TAO yang Agung nan Mulia ini.

Share

No comment yet.

Leave a Reply








*