Jangan Kolot
Dari : INA.
Terlalu kolot / kaku sama juga dengan congkak / sombong
Tiap orang mempunyai kemauan sendiri - sendiri, juga menginginkan dengan kemauan dirinya itu untuk bekerja (usaha). Oleh karena itu siapa yang SE-IDE DENGANNYA atau yang cocok dengannya pasti akan akrab dan menjadi kawan yang baik.
Dunia bisa kacau, bersaudara bisa tidak rukun, suami istri bisa tidak cinta, semua dikarenakan mereka mempunyai kemauan masing - masing, tidak bisa membuang sedikit pandangan dirinya, hingga tidak mendapat suatu ketenangan.
Di dunia, mana ada orang yang mengerti kesemuanya dan sempurna? Oleh karena itu, kita, kalau bisa jangan sampai terlalu menganggap pendapat kita yang terbaik, kita juga harus bisa menerima ide atau pendapat orang lain.
Bila seseorang mengetahui dengan pasti bahwa pendapatnya memang benar, tetapi dikarenakan menyayangi orang lain, demi memacu memajukan orang lain, sehingga melepas pendapat dirinya dan mengikuti pendapat orang lain; pasti akan maju lagi selangkah.
Orang pandai, selalu memberi kesempatan pada orang lain untuk mengeluarkan pendapat, dan dirinya malah mengikuti pendapat orang lain untuk sesuatu kesuksesan.
Biasanya kalau pendapat orang lain lebih baik, tentu saja kita harus bisa menyingkirkan ide kita demi suksesnya suatu organisasi. Tapi sayang, masih ada saja yang kolot dan dengan sikap kaku mempertahankan pendapat dirinya, bahkan dengan sengaja bikin onar sampai semua orang merasa tidak enak, dirinya juga tak enak, ini adalah kolot dan congkak. Kalau selalu begini akan merugikan dirinya dan akan dibenci kebanyakan orang atau kawan - kawannya.
oooOOOooo











