Intan Dalam Debu – the web

KUTIPAN KATA – KATA FILSAFAT

Posted by IDB March 1, 2002, under Volume 12 | 17 Comments

Sumber : The Saying of Lao Zi
Dari : En Lung

1. Nilai dan konsep disusun manusia, dan pendapat ada sesudah diperbandingkan. Hubungan itu bisa berubah, tapi definisi tetap. Nilai perbedaan antara cantik dan buruk, punya dan tidak punya, sulit dan mudah, panjang dan pendek, tinggi dan rendah, depan dan belakang, tidak bertahan selamanya.

2. Karena sifatnya yang lembut,air dapat mengambil bentuk apapun, tergantung dari tempatnya, dan selalu mengalir ketempat yang rendah. Kalau orang bisa seperti air, dia dapat memperoleh hasil yang spontan.

3. Dalamnya laut tidak bisa diukur, demikian juga jalan hidup seseorang. Dalam mengejar ambisi, seseorang tidak tahu kapan harus berhenti, astaga ! Yang diperoleh bukan kepuasan dan kenyamanan, tapi rasa takut yang terus menerus dan bencana akan menimpanya.

4. Bersikaplah lunak dan ikutilah hukum alam, itulah semangat TAO.

5. Lebih baik memelihara tubuh kita dan tidak terlalu banyak mengejar keharuman dan kemenangan. Tidak ada gunanya mendapatkan kehormatan dan kekayaan dengan mengorbankan hidup anda.

oooOOOooo

Share

Currently have 17 Comments

  1. saya sangat suka dengan kata-kata diatas. kalau diresapi luas & dalam maknanya. tlg materi diperbanyak lagi terutama tentang meningkatkan rasa percaya diri dalam menghadapi hidup ini karena sekarang ini bnyk org yg frustasi & jenuh gara-gara menghadapi masalah hidup yg rumit baik rejeki, keluarga, cinta, dll. trims

  2. aku lagi ngontrak mata kuliah filsafat pendidikan, tapi kenapa y dosennya gak mau ngasi kata2 seperti diatas??

  3. Hi Alfonso, kalau menurut saya di atas, semua itu hanyalah kata-kata filsafat dari orang-orang yang sudah meninggal, dan kata-kata filsafat itu banyak sekali, bahkan di dalam agama, masing-masing Nabi memberikan kata-kata filsafatnya, karena kata-kata filsafat bukan hanya dari ara filsuf Yunani seperti Aristoles saja.

    Mungkin dosen anda ingin bersifat nteral dengan tidak memberikan kata-kata filsafat yang berasal dari agama tertentu dan hanya mengajarkan filsafat dalam arti luas saja.

    Selain yang sudah saya katakan juga di atas, kata-kata itu hanyalah kata-kata saja dari orang yang meninggal. Mengetahuinya dan menghafalnya banyak, tidak menjamin kita menjadi orang yang bijaksana. Tetapi kalau kita bisa bertindak seperti kata-kata di atas tanpa sekalipun kita menghafalnya, kita sudah belajar menjadi bijaksana.

  4. hebat... :cheers:

  5. resi.jatiwulung says:

    SAYA ORANG ISLAM.... SAYA MAU BERTANYA MENURUT PEMIKIRAN ANNDA KATA ALLAH DI DAPAT DARI MANA?

  6. Maaf, disini kami hanya membahas mengenai agama Tao, kami tidak dapat membantu Anda...terima kasih.

  7. setiap sesuatu selalu ada keadaan dimana memperkenalkan dan diperkenalkan exist....tapi bagi saya menjadi sebuah pengecualian bagi tuhan(allah)karena tanpa diperkenalkan,namanya sudah menjadi bagian dari setiap sela kehidupan kita

  8. La' Doraka says:

    laso adala alat yang paling penting di diri kita, karna apabila laso nggak kita miliki kita nggak akan bisa merasakan surga dunia.

  9. wah ga ngerti semua,,,,,,,bingung,, tp bagus bgt,.,,.

  10. dengan membaca kata2 di atas aq tersadar klo slama ini aq bagaikan air.....trp dngan sumpah ini aq pasti bsa merubah semuanx......

  11. saya tertarik pada kutipan tentang sifat air, tapi saya rasa tak semua sifat air itu baik, ketika wadanya buruk maka dia juga akan buruk, apakah itu sama saja kita tak punya pendirian?????

  12. gw ga spendapat dengan kata Kalau orang bisa seperti air, dia dapat memperoleh hasil yang spontan. ikan aja yag ngikutin arus mati,,hrsnya kita untuk bertahan hidupo malwan arus

  13. "saya tertarik pada kutipan tentang sifat air, tapi saya rasa tak semua sifat air itu baik, ketika wadanya buruk maka dia juga akan buruk, apakah itu sama saja kita tak punya pendirian?????"

    Ketika air menempati wadah yang buruk, dia juga akan buruk?
    Saya rasa contoh ini tidak tepat. Buruknya wadah tidak menjadikan si air menjadi buruk. Sama halnya dengan manusia, manusia yang berkarakter atau bijaksana, seburuk apapun pakaian yang dikenakannya, dia tetaplah berkarakter atau bijaksana.

  14. "gw ga spendapat dengan kata Kalau orang bisa seperti air, dia dapat memperoleh hasil yang spontan. ikan aja yag ngikutin arus mati,,hrsnya kita untuk bertahan hidupo malwan arus"

    Saya pikir artikel di atas tidak membahas mengenai bahwa kita hidup harus mengikuti arus air, dan juga tidak membahas mengenai bagaimana ikan berenang.

    Jika kita bisa bersikap seperti air, mudah menyesuaikan diri dan memposisikan diri dalam pergaulan dengan orang lain; mampu dengan tulus bersikap rendah hati, otomatis kita akan mudah diterima dalam pergaulan dan masyarakat. Jika sudah demikian, kita sudah memiliki satu keunggulan dibanding orang lain. Dan ini merupakan salah satu penopang kesuksesan (hasil) kita.

  15. NANANG PARIANGAN SARAGIH says:

    Assalamu'alaikum
    saya ingin bertanya
    sebenarnya ALLAH yang membutuhkan kita,
    apa kita yang membutuhkan ALLAH

  16. gw setuju dengan pendapat chang, air hanya media yang merupakan simbol dari suatu unsur yang mengajarkan kita suatu sikap yang luwes, tidak kaku, dogmatis atau terikat suatu bentuk saja.., sebagai contoh pepatah nenek moyang kita dulu "dimana bumi dipijak disana langit dijunjung", apa artinya? maka kira2 maksudnya adalah kita sedapat mungkin pintar-pintar beradaptasi dengan sekitar kita, maka kita akan punya banyak teman dan banyak faedahnya.

    Salam

  17. mengenai pertanyaan anda jelas Allah yang dibutuhkan kita. karena sudah jelas kalau kita ini hanya manusia faqir(orang yang selalu membutuhkan), dan Allah itu Ghoni Mughni.

Leave a Reply








*