Intan Dalam Debu – the web

Taoyu lampung Tour ke Propinsi Sumatera Selatan

Posted by adminidb November 25, 2014, under Volume 12 | No Comments

Taoyu lampung Tour ke Propinsi Sumatera Selatan

Oleh : Lay Miaw Sin

 

Pada tanggal 16 Desember 2001, kami Tao Yu lampung sebanyak 35 orang mengadakan Tour ke Propinsi Sumatera Selatan. Pada hari minggu pagi tepat jam 07.00, rombongan dengan menggunakan 6 mobil minibus berangkat dari Lampung menuju Palembang, setelah menempuh ± 9 jam perjalanan kamipun tiba di tujuan, dan ternyata Tao Yu Palembang sudah mempersiapkan Hotel untuk kami, setelah istirahat dan mandi sekitar jam 06.00 sore rombongan diajak makan dan setelah itu menuju ke Tao kwan di Palembang.

 

Kebetulan di Palembang, Ciang Tao dilakukan pada hari minggu sehingga tak sedikit Tao Yu yang hadir dan kami disambut dengan ramah, kami duduk bersama mendengarkan Sesiung-Sesiung kita memberi masukan dari masing-masing daerah, yang berkesan bagi kami adalah selain Tao Yu palembang ramah tamah mereka juga pintar berbahasa Tionghua (Hua Yi). Rombongan dengan diantar Tao Yu Palembang kembali ke hotel karena hari sudah larut malam dan dibawakan makanan ringan. Pagi harinya kami sudah disiapkan sarapan dan setelah selesai rombongan berangkat menuju ke kota Jambi.

 

Setelah jalan sampai jam 12.00 siang, rombongan istirahat dan makan siang, sekitar jam 03.00 sore kami sudah mendekati kota Jambi dan yang sangat mengharukan adalah di KM 11 dari kota Jambi, kedatangan kami sudah ditunggu oleh Taoyu Jambi dengan 2 buah mobil dan dengan ramah tamahnya menuntun mobil rombongan sampai di hotel yang sudah dipersiapkan, sore harinya kami semua menuju ke Tao Kwan jambi dan kami disambut dengan meriah serta dinyanyikan lagu Huan Ing Cia Ping dan lagu Tao lainnya. Pada kesempatan itu pula kami dinyanyikan lagu ciptaan dari Jambi yang berjudul Fu Li Cing Sen, artinya Semangat mengabdi, kemudian acara dilanjutkan dengan Ciang Tao dan berdiskusi dengan Tao Yu Jambi sambil diberikan makanan kecil dan minuman, dengan berdiskusi dan tertawa-tawa, malam harinya rombonganpun diantar pulang ke hotel.

 

Esok paginya kami sudah dijemput dan diajak makan Mie Jambi, kemudian kami keliling kelenteng-kelenteng, dan menurut kami kelenteng di Jambi banyak dan besar-besar serta sudah berumur tua, tapi masih sangat bagus dan di salah satu kelenteng kami melihat ada 2 patung Fuk Tek Cen Sen yang sama dipasang kanan dan kiri berjejer, ternyata menurut cerita Tao Yu Jambi, dahulu Sen Miawnya bukan di tempat ini dan patungnya juga kecil karena akan bikin Sen Miaw yang besar maka diutus seorang untuk memesan patung yang besar di Tiongkok tapi setelah sampai 1 tahun lebih patungnya tak kunjung tiba dan Sen Miawnya sudah hampir selesai maka diutus seorang lagi untuk membelinya, tiba-tiba pesanan yang pertama datang maka jadilah sepasang patung yang sama bentuknya dan menurut cerita disalah satu patung itu didalamnya diisi oleh patung yang lama.

 

Stelah pindah dari kelenteng yang satu ke kelenteng yang lain maka kamipun diantar pulang ke hotel untuk beristirahat, menjelang malam kami dijemput untuk makan bersama di tao Kwan dengan Tao Yu yang lainnya sambil sekali-kali nyanyi dan diskusi. Menurut Sesiung-sesiung Jambi mengapa Tao Kwan di Jambi dicat warna putih seluruhnya karena sesuai dengan nama Tao Kwan di Jambi yaitu Cen Tao Kung Yang yang artinya Putih Bersih lurus dan Jujur. Malam itu setelah selesai kamipun berpisah dan beramah tamah karena esok hari kami akan melanjutkan perjalanan kami menuju pulau Bangka. Pagi harinya kami diajak makan pagi dan berpisah di Tao Kwan Jambi, setelah selesai sembahyang dan ada beberapa orang Tao Yu yang mengantar kami sambil menuju salah satu kelenteng di KM 26 dari kota Jambi untuk sembahyang, setelah itu kamipun berpisah dan menuju kota Palembang lagi, karena ke pulau bangka kami melalui jalan sungai dan laut.

 

Setelah tiba di Palembang dan beristirahat, maka esok paginya kami sudah dijemput Taoyu-Taoyu Palembang dan diantar ke penyeberangan Palembang – pulau Bangka, sekitar jam 07.30 kapalpun berangkat menuju pulau Bangka dan tiba di kota Mentok jam 10.30. Disana kami sudah disiapkan 1 buah bus oleh taoyu Bangka menuju kota Blinyu. Setelah tiba di kota Blinyu kami mampir dulu di rumah Taoyu Bangka, kami diberikan makanan otak-otak yang terkenal di blinyu dan dibelakang rumah Taoyu tersebut terdapat pohon manggis yang banyak buahnya.

 

Menurut kami Pulau Bangka adalah potensi alam yang belum dimanfaatkan dan tanah di Pulau Bangka adalah tanah Hoki sebab di sepanjang jalan pohon durian yang besar-besar dan banyak buahnya dan pohon dukunya juga banyak serta pohon lada yang berhektar-hektar, tanahnya digali sedikit saja sudah ketemu timah dan pasirnya pun super-super disamping itu ada tanah untuk bahan baku keramik yaitu Phak Kak (Pai Kao Ling). Batu-batu yang besar berupa batu granit dimana-mana kita bisa jumpa.

 

Setelah istirahat kami diantar ke wisma tempat kami menginap dan sore harinya kami dijemput dan diantar makan di sebuah rumah makan khas Blinyu yang enak masakannya. Setelah selesai rombongan berangkat ke Tao Kwan Blinyu dan kami disambut dengan ramah sekali dan setelah sembahyang Sesiung-sesiung berdiskusi dan membuat rencana acara untuk wisata selama ada di Pulau Bangka, kemudian acara dilanjut dengan mendengarkan masukan-masukan tentang Tao dari Pulau Bangka dan saling tukar informasi dan dilanjuti menyanyi lagu Tao.

 

Yang penulis kagumi di Blinyu adalah tao Kwannya yang demikian amannya, sampai-sampai tak perlu ditutup pintu, hanya tiga muka yang rapat dan satu muka bangunannya tak ditutup sama sekali, menurut Taoyu Belinyu disini aman tak ada malingnya maka tak perlu ditutup rapat, karena hari sudah malam setelah makan kue-kue yang enak kamipun pulang ke wisma untuk tidur. Esok paginya kami dijemput, diajak ke salah satu kelenteng yang sangat terkenal dan sudah berumur 483 tahun yaitu kelenteng Bong Kap, kelenteng ini tak besar tapi bangunannya masih bagus, kecil tapi kekar. Setelah rombongan tiba maka terdengar bunyi tambur dan lonceng yang sangat nyaring, tak henti-hentinya. Penulis merasa heran kenapa begitu semangatnya pengurus kelenteng menabu tambur dan loncengnya, maka penulis masuk dan memperhatikan, rupanya di pinggir lonceng tertulis surat “Cung Ming Miauw Sen Ling” yang artinya Lonceng bunyi nyaring Dewanya Lin atau manjur, dan sebelah tambur tertulis “Ku Siang Cun Ming Wie” yang artinya Tambur bunyi orang-orang kampung pada gagah perkasa (Wei Fung).

 

Setelah berkunjung di Bong Kap kami menuju ke kelenteng lainnya, tapi anehnya kebanyakan kelenteng-kelenteng di sini namanya Fuk Te Che dan Dewanya Tai Pak Kung dan Tai Pak Po, hampir sama dimana-mana, rata-rata kelenteng umurnya sudah tua-tua, bangunan dan gentengnya masih banyak dari negeri Tiongkok tapi masih bagus-bagus, sore harinya kami diajak makan dan istirahat lalu ke Tao Kwan berdiskusi, tanya jawab dan nyanyi sampai malam sambil sekali-sekali makan kue-kue buatan Taoyu Blinyu yang punya ciri khas sendiri enak rasanya “Terima kasih yah para Tao Yu Blinyu”.

 

Eesok harinya kami diajak ke Pak Kak Liang disini berupa sebauh danau buatan yang ditengah-tengah danaunya ada pondok untuk menikmati danau yang indah serta jalan untuk ke pondok dibikin sedemikian rupa berkelak-kelok, dan danaunya banyak sekali ikan Koi yang besar-besar, tinggal dilempari roti saja, ikannya pada kumpul dan berebut roti, disamping danau bagian atas kita bisa melihat tanah yang mengandung Pai Kau Lin (bahan untuk keramik) dan pohon-pohon obat yang namanya pohon Keminting ada buahnya kecil-kecil serupa buah seri kalau warnanya sudah ungu kehitam-hitaman enak rasanya manis-manis pahit, akar keminting ini menurut Taoyu Belinyu bisa untuk obat penyakit lever dan dari Pao Kau Lin kami pergi kepantai di kota Blinyu banyak batu granit yang besar-besar di pantai laut atau di pekarangan rumah penduduk, setelah sore kami kembali ke wisma untuk istirahat.

 

Esok harinya rombongan pergi ke Tanjung Pesona, memang sangat mempesona dengan pantai yang indah serta alami dan ditambah tempat-tempat untuk berteduh dengan jalan setapak untuk menaiki atau menuruni bebatuan, dari atas batu-batu ini kita memandang ke laut lepas dengan ombak yang besar serta suara gemuruh ombak yang menyeramkan, sangat indah memandang disini dan kalau kita jalan ke sebelah kanan, kita akan ketemu pantai yang rata dan indah, inilah pemandangan yang bagus di tanjung pesona. Setelah selesai kami menuju ke Parei sebuah pantai dengan motel-motel yang indah dan bersih, ada tempat karaoke dan restoran yang megah, kemudian kami menuju Matras, juga pantai yang bersih serta ombaknya yang besar, setelah sore kami pulang dan malamnya kami ke Tao Kwan dan berdiskusi sambil sesekali makan dan nyanyi.

 

Esok pagi rombongan akan berangkat ke kota Pangkal Pinang untuk menghadiri Ping an Yen, setelah selesai kami pulang ke Blinyu karena sore harinya akan berkunjung ke pesta ulang tahun ibu dari salah seorang Taoyu Blinyu, di pesta tersebut dapat terlihat bahwa Taoyu Blinyu sangat pintar bernyanyi, malamnya kami pulang dan istirahat.

 

Esok pagi kami berencana pergi mandi di pantai Matras, banyak taoyu dari rombongan mandi dan bermain ombak, enak rasanya dan kebetulan turun hujan deras membuat suasana menjadi lebih seru. Setelah selesai mandi dan makan kamipun pulang, malam harinya kami mengadakan perpisahan dan bernyanyi bersama, sedih rasanya akan berpisah. Esok paginya kami diantar seorang taoyu menuju kota Mentok dan langsung ke Palembang, sesampainya di Palembang, rombongan sudah dijemput oleh Taoyu Palembang dan diajak berkeliling ke kelenteng-kelenteng di Palembang diantaranya Kuan Im Miauw yang terkenal sudah berusia 162 tahun, ke Kuan Ti Miauw yang ada patung Thay Sang lauw Cin yang besar serta kelenteng-kelenteng lain hingga hampir malam, setelah selesai kami diajak makan dan kemudian ibu-ibu membeli oleh-oleh kerupuk dari Palembang dan haripun sudah malam. Esok paginya rombongan berangkat menuju Lampung dan pulang ke masing-masing tempat.

 

Bersama tulisan ini kami rombongan dari Lampung mengucapkan terima kasih kepada taoyu Palembang – Jambi serta pulau Bangka, Blinyu khususnya semoga kita sesama Taoyu bisa saling kunjung mengunjungi dan menimba pengalaman dari masing-masing daerah.

 

Salam hangat Tao.

Share

No comment yet.

Leave a Reply








*