Intan Dalam Debu – the web

Upacara Penyambutan Tahun Baru Imlek 2553

Posted by adminidb November 23, 2014, under Volume 12 | No Comments

Upacara Penyambutan Tahun Baru Imlek 2553

Oleh : Lisa – SBY

 
Upacara Penyambutan Tahun Baru Imlek 2553
 
Tanggal 12 Februari 2002, Tahun Baru Imlek 01-01-2553 diadakan acara penyambutan Tahun Baru Imlek 2553 di Kelenteng Sanggar Agung Kenjeran Surabaya. Saat acara berlangsung langit tampak cerah, tidak nampak akan munculnya turun hujan, ribuan para umat pun makin padat memenuhi Kelenteng. Adapun acara dibagi atas dua sesi yaitu sesi upacara sembahyang bersama dengan ritual TAO dan dilanjuti sesi acara panggung diatur berhadapan dengan altar sembahyang pada Thian Kung.

 

Acara sembahyang berlangsung sangat sakral tepat pukul 18.00, dengan dipimpin oleh Sefu dan Semu tercinta, bapak-Ibu Setiadji selaku pemilik Kelenteng Sanggar Agung Surabaya, dan salah seorang Sesiung. Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Piao Wen oleh Ibu Setiadji, Su Wen oleh Bapak Leonardi dan Siang San Can oleh Sefu, acara dilanjutkan dengan para umat diajak berdiri saling berhadapan kiri dan kanan untuk saling memberi ucapan selamat Tahun Baru Imlek dan saling memberi hormat. Acara ini bertujuan agar dalam kehidupan yang baru diharapkan para umat dapat saling menghormati terutama dalam menciptakan kerukunan beragama diantara umat Tri Dharma.

 

Acara penyambutan Dewa Jay Sen dimaknai Kong Co memberi berkah dalam kehidupan para umat di Tahun Baru. Dalam acara pembagian Hung Pao / Ang Pao dan simbol Berkah yang berupa bingkisan mie dari PUTI dan bingkisan makanan dari Sanggar agung, para umat menyambut dengan antusias dan gembira, mereka antri untuk memperoleh Hung Pao dan Simbol Berkah, acara ini sungguh meriah.

 

Acara selanjutanya adalah acara panggung, acara hiburan ini diawali dengan pidato sambutan oleh Bapak Leonardi selaku ketua PUTI Surabaya, dimana dimaknai untuk memperkenalkan PUTI dan ajakan untuk beramal terutama untuk membantu korban bencana banjir. Acarapun dilanjutkan dengan acara hiburan dimana dimaknai dengan tahun ular yang digeser dengan tahun kuda dengan menampilkan Shio ular yang diusir oleh Shio kuda sehingga muncullah tahun kuda.

 

Ditampilkan pula Shio-Shio yang Jiong, baik Jiong besar maupun Jiong kecil yaitu Shio kuda dan tikus (Jiong besar), dan Shio ayam dan kelinci (Jiong kecil) dimana dalam acara hiburan ini ditampilkan Dewi TAO “Ciu Thian Sien Ni” yang menolong Shio yang Jiong.

 

Setelah ini, acara dilanjutkan dengan acara penghormatan pada orang tua, dimana dalam acara ini dilakukan pemasangan selendang kehormatan dan bingkisan pada delapan orang tua oleh Bapak-Ibu Setiadji, selain itu diberikan pula setangkai bunga mawar, dimana diberikan oleh anak-anak kecil, hal ini dimaknai bahwa sebagai generasi muda haruslah senantiasa menghormati generasi tua yang bahagia dan terkesan, mereka tidak percaya seolah-olah mereka bermimpi ternyata keberadaan mereka masih memiliki arti bagi generasi muda, dan mereka pun memberi ungkapan restu agar generasi muda dapat sukses dalam hidup, panjang umur, dan lain-lain, dan mereka berharap agar generasi muda selalu mengembangkan dan menjaga sikap menghormati pada orang tua. Di acara ini timbulkesan yang mendalam dan memberi arti bahwa tanpa kehadiran generasi tua kita generasi muda bukanlah apa-apa, maka kita haruslah selalu menghormati orang tua. Maka dari acara ini pun diharapkan agar tradisi menyayangi dan menghormati orang tua haruslah selalu dijaga dan dipupuk dalam kehidupan kita.

 

Salam Tao.

Share

No comment yet.

Leave a Reply








*