Intan Dalam Debu – the web

Asal–Usul Petasan Tahun Baru

Posted by IDB October 21, 2002, under Volume 13 | No Comments





Asal–Usul Petasan Tahun Baru

Ditulis oleh : Thayne (Lie Thian Lung)

 

Asal–Usul Petasan Tahun BaruMenurut sejarah, di puncak sebuah bukit penuh dengan bambu. Di celah - celah bambu tersebut hidup sekelompok mahluk yang disebut mahluk gunung. Mereka sangat pendek & hanya memiliki satu kaki.

Suatu hari seorang petani yang baru kembali dari kota membeli makanan untuk pesta tahun baru dirumahnya ia melewati gunung yang didiami mahluk gunung ini. Karena hari sudah mulai gelap ia bergegas melewati gunung itu. Di jalan ia bertemu dengan mahluk gunung. Mereka mengambil apapun yang dibawa petani itu. Sang petani langsung melawan, ia berhasil menyelamatkan sebagian dari barang bawaannya dan menangkap salah satu mahluk itu. Sang petani mengikat mahluk itu & bermaksud membawanya menghadap kepala desa.

Di kaki gunung ia bertemu dengan sekelompok pengembara. Salah satu  pengembara sangat terkejut karena si petani telah menangkap seekor mahluk gunung. "Saudaraku cepat lepaskan mahluk itu , jika tidak badanmu akan terasa panas dingin." kata sang pengembara. Tidak lama kemudian sang petani benar-benar sakit, sang pengembara kemudian menjelaskan bahwa setiap malam tahun baru mahluk gunung ini selalu turun gunung untuk mencari makan dan siapapun yang mendekati atau menyentuhnya akan sakit. Malam menjadi semakin larut dan petani memutuskan untuk bermalam dengan pengembara karena ia jatuh sakit.

Karena sang petani kedinginan si pengembara menambahkan batang-batang bambu ke dalam api unggun agar api bertambah besar. Tak lama kemudian  sekelompok mahluk gunung datang utuk menyelamatkan temannya. Pengembara dan petani  sangat ketakutan dan berlarian kesana-kemari. Tak lama bambu yang dibakar oleh sang pengembara tadi mengeluarkan suara bambu pecah yang cukup keras "TASS! TASS! TASS!". Ketika mahluk-mahluk gunung mendengar suara itu mereka langsung lari ketakutan dan bergegas kembali ke gunung. Setelah melihat kejadian itu sang petani dan pengembara memberitahukan pada semua penduduk desa tentang apa yang mereka lihat. Sejak saat itu setiap malam tahun baru mereka selalu membakar petasan untuk mengusir mahluk gunung. Lambat laun  kebiasaan ini menjadi tradisi setiap malam tahun baru agar terhindar dari roh jahat.

Share

No comment yet.

Leave a Reply








*