Intan Dalam Debu – the web

Asal-Usul Petasan Tahun Baru

Posted by adminidb November 27, 2014, under Volume 13 | No Comments

Asal-Usul Petasan Tahun Baru

Disadur oleh : Thayne (Lie Thian Lung)

 

Konon kabar, jaman dahulu kala di puncak sebuah bukit yang penuh dengan bambu. Di celah-celah bambu tersebut hidup sekelompok makhluk yang disebut makhluk gunung. Mereka sangat pendek dan hanya memiliki satu kaki.

 

Suatu hari seorang petani yang baru kembali dari kota membeli makanan untuk pesta tahun baru di rumahnya ia melewati gunung yang didiami makhluk gunung ini, Karena hari sudah mulai gelap ia bergegas melewati gunung itu. Di jalan, ia bertemu dengan makhluk gunung. Mereka mengambil apapun yang dibawa petani itu. Sang petani langsung melawan, ia berhasil menyelamatkan sebagian dari barang bawaannya dan menangkap salah satu makhluk itu. Sang petani mengikat makhluk itu dan bermaksud membawanya menghadap kepala desa.

 

Di kaki gunung ia bertemu dengan sekelompok pengembara. Salah satu pengembara sangat terkejut karena si petani telah menangkap seekor makhluk gunung.

 

“Saudaraku cepat lepaskan makhluk itu, jika tidak badanmu akan terasa panas dingin”.

 

Kata sang pengembara. Tidak lama kemudian sang petani benar-benar sakit, sang pengembara kemudian menjelaskan bahwa setiap malam tahun baru makhluk gunung ini selalu turun gunung untuk mencari makan dan siapapun yang mendekati atau menyentuhnya akan sakit.

 

Malam menjadi semakin larut dan petani memutuskan untuk bermalam dengan pengembara karena ia jatuh sakit.

 

Karena sang petani kedinginan si pengembara menambahkan batang-batang bambu ke dalam api unggun agar api bertambah besar. Tak lama kemudian sekelompok makhluk gunung datang untuk menyelamatkan temannya. Pengembara dan petani sangat ketakutan dan berlarian kesana kemari. Tak lama bambu yang dibakar oleh sang pengembara tadi mengeluarkan suara bambu pecah yang cukup keras “TASS! TASS! TASS!”. Ketika makhluk-makhluk gunung mendengar suara itu mereka langsung lari ketakutan dan bergegas kembali ke gunung. Setelah melihat kejadian itu sang petani dan pengembara memberitahukan pada semua penduduk desa tentang apa yang mereka lihat. Sejak saat itu setiap malam tahun baru mereka selalu membakar petasan untuk mengusir makhluk gunung. Lambat laun kebiasaan ini menjadi tradisi setiap malam tahun baru agar terhindar dari roh jahat.

Share

No comment yet.

Leave a Reply








*