Intan Dalam Debu – the web

Kharisma dan Sasaran

Posted by IDB October 22, 2002, under Volume 13 | No Comments

oleh : Lisa - Surabaya

Setiap orang pasti punya skala prioritas dalam hidupnya. Ada yang menempatkan keluarga di urutan prioritas, disusul pekerjaan lalu hobi, dan seterusnya. Ada lagi yang menjadikan karier dan pekerjaannya sebagai prioritas utama dalam hidupnya, baru nomor dua adalah keluarga, ada juga yang memberikan prioritas tertinggi pada hobi dan kesenangannya, bahkan tidak jarang akhirnya hobi itu sekaligus menjadi mata pencahariannya, yang agak tidak enak adalah apabila seseorang menempatkan prioritas dalam hidupnya di dasari dengan egoisme pribadi, sehingga baik keluarga, pekerjaan maupun hobinya semua hanya menjadi bungkus dari kepentingan pribadinya, Wujud asli dari kepentingan pribadi bisa mengejar keuntungan materi, mengejar ketenaran nama, maupun mengejar kedudukan. Repotnya, orang-orang seperti ini sangat besar jumlahnya di muka bumi.

Dalam Thay Sang Men, juga sangat sering kita jumpai orang-orang yang membungkus kepentingan pribadinya, terutama untuk mengejar nama dengan mengatasnamakan Tao. Seolah-olah yang dilakukan adalah demi untuk TAO, padahal apabila kita telusuri lebih mendalam, ternyata ujung-ujungnya adalah mencari nama dan kepentingan pribadi. Hal-hal seperti ini bisa kita tandai dengan banyaknya terjadi konflik-konflik maupun benturan-benturan kepentingan yang pelakunya adalah orang itu-itu juga. Konflik internal terutama yang terjadi di daerah-daerah, selalu terjadi akibat benturan kepentingan-kepentingan pribadi dari orang-orang yang seharusnya membantu ZiFuĀ  untuk membimbing adik-adik seperguruannya. DalamĀ  kenyataanya karena sangat kental egoisme pribadi tadi, mengakibatkan dia kehilangan kredibilitas di mata saudara-saudara seperguruannya yang lain.

Pepatah kuno ada yang mengatakan : 'Kalau anak-anak bisa rukun yang baik bukan anak-anaknya tapi karena kepandaian dan keadilan orang tuanya". Begitu juga dalam Thay Sang Men, dapat kita pastikan di daerah-daerah yang tidak ada konflik yang berkepanjangan selalu disebabkan oleh karena pribadi-pribadi yang membantu ZiFu untuk membimbing saudara-saudara seperguruan, adalah personil-personil yang bisa menjalankan tugas dengan adil dan penuh keteladanan bukan malahan memanipulasi saudari-saudara seperguruannya demi untuk ketenaran nama pribadinya.

Kita harus menyadari sebagai orang Timur, masyarakat kita adalah masyarakat yang paternalistic, artinya sangat memandang tinggi bahkan sangat tergantung pada kharisma, pada orang yang difigurkan sebagai pemimpin. Contohnya Deng Xiao Ping di RRC, Lee Kwan Yeuw di Singapura, alm. Soekarno di Indonesia, bahkan ZiFu sendiri di ThaySang Men kita adalah figure yang sangat kharismatik. Berbeda dengan dunia Barat, mereka sudah tidak terikat pada figure pemimpin , mereka lebih terikat pada system, bukan orang. Sehingga figure pribadi pemimpin sudah tidak dominan, contohnya : pada waktu Bill Clinton di impeach oleh Senat, karena urusan pelecehan seksual, maka anggota-anggota partai demokrat tidak lalu menjadi mengamuk turun ke jalan seperti yang terjadi di Indonesia pada saat pemimpinnya diganggu gugat. Orang Amerika bisa melihat dengan tenang jalannya proses, cukup dari televisi, sementara kehidupan tetap dapat berjalan dengan normal.

Maka adalah ideal apabila suatu daerah akan memilih seorang pemimpin di daerahnya ( untuk membantu ZiFu di daerah tsb.) seyogyanya harus diperhatikan kriteria-kriteria apa yang diharapkan serta kenyataan yang ada dari figure yang akan dicalonkan sebagai pemimpin. Apakah sudah memenuhi harapan rata-rata Tao Yu di daerah tersebut ?

Apabila ternyata figure yang menjadi harapan itu ternyata tidak ditemukan, ya terpaksa para Tao Yu secara bersama-sama harus memikirkan sistem dan mekanisme kerja yang sesuai untuk suatu organisasi. Supaya bisa dihasilkan suatu organisasi yang solid dan kompak. Karena suka atau tidak suka dengan semakin berkembangnya Tao Yu di suatu daerah, harus disadari bahwa tidak dapat lagi di manage dengan cara sederhana.

  • Share/Bookmark

No comment yet.

Leave a Reply