Intan Dalam Debu – the web

Konflik

Posted by IDB October 23, 2002, under Volume 13 | No Comments

oleh : YenHui - Jakarta

Dalam kehidupan bermasyarakat konflik sering dijumpai dalam segala bentuk, seperti dalam berteman, dalam usaha, dalam berorganisasi, dan sebagainya. Lantas apa itu konflik ? Kapan suatu konflik dimulai ? Apa penyebabnya ? Adakah suatu cara / pedoman untuk mengatasi konflik yang timbul ?

Konflik dalam definisi yang sederhana dapat disimpulkan adalah suatu keadaan dimana dua orang tidak setuju atas pembicaraan / tindakan yang diambil, dan ini bisa satu arah atau dua arah. Misalnya :

  • Si A  ingin shopping, si B ingin nonton.

Pada contoh di atas si A & si B saling tidak setuju atas keputusan yang diambil.

Sebaliknya jika mereka berdua saling setuju untuk nonton film saja, maka tidak akan terjadi konflik. Akan tetapi jika masing-masing berpedoman pada prinsipnya dan tidak ada yang mau mengalah, maka akan terjadi suatu konflik.

  • Si A kost di rumah si B. Si A tanpa sebab belum melunasi biaya kost kepada si B. Tentu  dalam hal ini si B mengalami konflik satu arah, karena  si B tidak mengerti mengerti kenapa si A belum mau melunasi biaya kostnya.
  • Sebaliknya Si A tidak mau melunasi biaya kost si B, karena apa yang dijanjikan oleh si B belum dilaksanakan seperti a/c yang rusak belum diperbaiki. Disini sudah terjadi konflik dua arah. Si A ingin AC yang rusak diperbaiki dulu, si B ingin biaya sewa kost dilunasi oleh si A.

 

Secara pasti kapan suatu konflik itu dimulai biasanya tidak begitu jelas, sama seperti kapan dunia ini terbentuk ? Akan tetapi pada umumnya suatu konflik dimulai dari suatu perdebatan.

Misalnya : Saya tidak pernah mengatakan hal seperti itu !

 

Konflik bisa timbul tentu banyak penyebabnya, diantaranya :

  • Salah paham/ miskomunikasi.
  • Ketidakjujuran
  • Maksud dan tujuan
  • Bersikukuh pada pendapatnya

 

Jika kita sebagai umat Tao mengerti bahwa yang kita Siu itu adalah Siu Sing Yang Sin (Merevisi diri) dimana di dalamnya mencakup Hau Sing Cang ( Hati yang baik ) maka tentu penyelesaian suatu konflik akan menjadi lebih mudah dengan mengutamakan :

  • Wu ( Kesadaran/daya nalar yang tinggi)
  • Kejujuran
  • Itikad yang baik untuk menyelesaikan konflik
  • Keinginan untuk mengubah diri dari sikap yang selalu merasa benar

 

Begitu pula dalam berorganisasi jika kita mengerti maksud dan tujuan saat organisasi itu terbentuk, serta anggota pengurusnya mengerti untuk menjalankan fungsinya secara baik, maka niscaya organisasi itu akan berjalan dengan baik dan solid.

 

Salam Tao

  • Share/Bookmark

No comment yet.

Leave a Reply