Intan Dalam Debu – the web

“Bergerak atau Tidak Bergerak”

Posted by adminidb January 28, 2015, under Volume 14 | No Comments

“Bergerak atau Tidak Bergerak”

(Jay Wan Liang – San Pao Lung)

 

 

Ta Cia Syiek TAO Hao....

 

Mengapa ada Taoyu yang belum bisa bergerak?

 

Selama perjalanan SIU TAO dan berkumpul bersama-sama sering kita mendengarkan Taoyu yang mengeluhkan “Kenapa tangan saya belum bisa bergerak?

 

Mereka sering mendengar cara latihan yang benar ada YUAN (bulat dan bundar): dalam berlatih sebaiknya tidak terputus-putus, dan terus menerus berlanjut. Ada lagi yang CE RAN (luwes): waktu berlatih hendaknya rileks, otot dan saraf jangan terlalu tegang. Ikuti semua gerakan yang ada, jangan ditahan atau dipaksa. Tetapi semudah itukah teman-teman kita yang lain mencapai pengertian dan pengalaman pertamanya? Banyak sekali Taoyu yang baru di Taoying tidak mampu bergerak dan mulai gelisah. Semakin dicoba semakin bingung. Mereka merasa tidak ada YEN FEN dengan Tao kita. Tidak sedikit yang meninggalkannya. Bisakah kita mau meluangkan waktu kita yang banyak ini untuk mereka? Ini pertanyaan yang wajarkan? Hati kecil kita tentunya ingin memberi penjelasan dasar kepada mereka, tetapi yang terjadi semakin banyak penjelasan beragam yang diberikan oleh Taoyu-Taoyu. Sederhananya, kita mencoba menggolongkan kebiasaan wajar yang sering terjadi pada pengalaman Taoyu-Taoyu lainnya.

 

Mari kita mulai simak beberapa pengalaman:

 

Pengertian I: Tinjauan Keadaan Fisik/Badan

-Ada Taoyu yang pekerjaannya sebagai dokter. Dalam kegiatan sehari-harinya dia menggunakan otaknya untuk bekerja. Maka dia diajak Cing Co oleh Fu Fak Sen-nya untuk mengendorkan pikiran yang keras itu.

 

-Ada orang yang tidak olah raga, bagian badannya ada yang tersumbat. Maka dia tidak gerak dan diarahkan dahulu untuk menembus tempat yang tersumbat itu dengan kekuatan pikiran.

 

-Ada yang sakit jantung, kata dokter dia tidak boleh banyak gerak keras. Tetapi dia merasakan ada hawa hangat yang mengalir lembut di dadanya.

 

Kesimpulannya:

Aktivitas apa yang kita lakukan sehari-hari mempengaruhi pola latihan/Lian Kung, bila keadaan badan ada yang kurang sehat, diperbaiki/diperkuat/disembuhkan terlebih dahulu tergantung jenis penyakitnya. Diagnosa kesehatan mengenal teori pantang/hal yang perlu di hindari untuk alasan tertentu secara medis. Jadi apa yang dialami saat itu adalah awal untuk mencapai hal yang lebih sehat dulu.

 

Pengertian II: Tinjauan Teori Medan Magnet (Induksi)

-Ada teori fisika menjelaskan bahwa sebatang besi bila didekatkan dengan sebatang magnet, maka lambat laun besi tersebut akan menjadi magnet juga. Artinya medan magnet mempengaruhi keadaan di sekelilingnya, dinamakan induksi. Jadi yang mengatakan seseorang ingin bergabung latihan dengan Taoyu lain yang sudah lancar geraknya, bagi Taoyu yang belum bisa bergerak ini akan terkena pengaruh getaran medan magnet yang datang dari Taoyu-Taoyu lain yang sudah lancar geraknya.

 

Kesimpulannya:

Getaran-getaran halus medan magnet itu dapat memberikan rangsangan ujung-ujung saraf peraba milik Taoyu yang belum bisa bergerak tersebut. Minimal lebih peka dari hari-hari sebelumnya.

 

Pengertian III: Banyak Fu Fak Sen – Sen Lik Semakin Besar

Misalkan satu Taoyu didampingi satu Fu Fak Sen. Dua Taoyu didampingi dua Fu Fak Sen. Kalau yang berkumpul semakin banyak, ya Fu Fak Sen-nya semakin banyak pula. Sesungguhnya, apakah adanya Fu Fak Sen yang banyak di ruang latihan bersama itu juga membuat Sen Lik di ruang latihan itu jadi besar? Teorinya sih begitu (kalau kita pakai ilmu matematika). Contoh yang sederhana, misalnya ada satu keluarga yang terdiri ayah, ibu dan ketiga anak-anaknya sedang latihan bersama. Tetapi ada satu anak yang tidak bergerak. Padahal dia sudah cukup lama ikut Tao (sudah Tao Ying). Kondisi fisiknya sehat, dan matematikanya adalah 5 orang Taoyu latihan bersama didampingi 5 Fu Fak Sen. Pada saat itu ke 5 Fu Fak Sen melihat anaknya ada kesulitan gerak. Dicobalah untuk mulai memikirkan bagaimana caranya si anak tersebut bisa bergerak.

 

Kesimpulannya:

Jadi para Fu Fak Sen akan membuat keadaan ruang latihan itu memiliki kekuatan Sen Lik yang semakin besar. Begitulah kalau kita mencoba berpikir sederhananya. Ingin bukti? Silahkan coba!

 

Pengertian IV: Tinjauan Psikologis – Dimulai Dengan Keadaan Mengkhayal.

Yang satu ini berbeda dengan ketiga pengertian di atas. Pengertian ke IV mengandung suatu emosi yang akhirnya melahirkan ambisi: yang berlebihan 9berangan-angan/mengkhayalkan sesuatu). Sebenarnya latihan harus Ce Ran kan?

 

Tetapi mengapa ini yang terjadi?

 

Mari kita simak suatu pengalaman yang menarik. Ada seorang Taoyu (Taoyu A) yang bingung akan latihan yang tidak bisa bergerak. Dilihat temannya (Taoyu B) bisa menggerak-gerakkan badan (Thung Kung). Dia dengar cerita. Taoyu yang bisa bergerak tadi sedang dilatih oleh Dewa Kwan Kung. Taoyu A jadi tertarik dan ingin punya pengalaman seperti itu. Dia pulang ke rumah lalu latihan sendiri. Pada saat latihan sudah sekitar 10 menit di kepala Taoyu A tiba-tiba muncul pikiran diperintahkan gerak latihan tombak oleh Dewa Kwan Kung. Kemudian dia mencoba latihan tombak tersebut seolah-olah di tangannya ada tombak besar yang berukiran Naga. Berikutnya dia mulai pasang kuda-kuda dan mengayunkan tombak yang tidak tampak oleh kasat mata. Mulailah Taoyu A berdiri dan terus bergerak kesana kemari dengan bersemangat latihan Tombak Sakti. Begitu semangatnya hingga keringat bercucuran. Hebatkan?

 

Kalau sudah begini keadaannya, kita menjadi susah untuk membedakan apakah ini benar-benar digerakkan oleh Fu Fak Sen-nya atau sekedar gerak indah yang diciptakan oleh khayalannya. Tetapi tidak apa-apa, biarkan saja hal ini terjadi saat itu. Mengapa? Karena itu hal terbaik yang mampu dia lakukan untuk sementara saat itu, ya itulah. Dan Taoyu A tetap gembira (Khai liang), biarkan dia menikmati dahulu. Benar atau salah jangan diperdebatkan dulu di awal yah. Yang penting.....indah-indah dulu deh. Dan yang lebih penting lagi, besoknya dia mau tetap rajin latihan Lien kung lagi.

 

Suatu sore dia berkumpul lagi dengan Taoyu-Taoyu lainnya (Tua dan muda) Dia ceritakan pengalamannya itu. Oh itu bagus, oh itu menyenangkan... Biasanya komentar yang begitu sering diucapkan, betul tiddak? Ngobrol punya ngobrol, akhirnya diantara Taoyu lain ada yang punya pengalaman kembar dengan dia. Tetapi Taoyu lain itu (Taoyu C) mengatakan bahwa dia diperintahkan latihan pasang kaki kuda yang teratur dan gagah berwibawa katanya. Tidak morat-marit, tetapi indah teratur maju-mundur. Dan gerak tombaknya hanya dikibas ke kiri dan kanan saja. Tiap kibas ke kiri diperintahkan buang nafas, dan mau pindah ke kanan, diperintahkan tarik nafas. Dan yang dirasakan setelah latihan begitu, badannya jadi kuat. Lalu ada tante-tante (Taoyu) dan seorang Cie-Cie (Taoyu) juga menceritakan pengalaman yang mirip, tetapi mereka dilatih tari pedang dan tari kipas langit (bukan tombak) tetapi jurus gerakannya hampir sama dengan si pendekar tombak tadi (Taoyu C). Ada juga yang dilatih seperti Thai Chi atau Wai Tan Kung. Kejadiannya miripkan? Semua olah raga (Sport).

 

Taoyu A mulai berpikir, oya.... aku puya kok jelek/morat-marit...... tidak ada indahnya. Hmmm......!! Malamnya dia coba merasakan apa yang dimaui oleh Fu Fak Sen-nya. Tetapi dia belum bisa menangkap maksud dan perintah Fu Fak Sen-nya. Ya biarlah. Tetapi dia mau mencoba mengingat pola gerak temannya yang punya gerak bagus tadi. Mulailah dia melanjutkan latihannya. Malam itu dia merasakan ada suatu perbedaan pada hasil latihan. Latihan baru ini lebih bagus katanya. Di tempat lain, tante-tante 50 tahunan Cie-Cie juga sama merasakan perbedaannya, wah yang ini moii....Hao! Minggu depannya mereka ceritakan semua itu kepada teman-temannya (sesama Taoyu). Bagus.....bagus.....kamu dapat kemajuan selangkah....Kiong Hi.....!!

 

Selanjutnya tak hanya berhenti di situ saja, itu ternyata jadi bahan cerita yang asyik. Baik pedagang pasar buah, encim penjual telor ayam, saudagar kaya raya, manager toko, anak SMA, sarjana ekonomi, dll.....hahaha. Pokoknya mereka se Indonesia mulai suka diskusi kesana-sini, dari hati ke hati, bagi-bagi pengalaman, karena ada hal yang sama.

 

Pada prinsipnya praktek terus.... ya mumet, diskusi terus.... ya pusing. Kita-kita lebih suka dua-duanya sejalan satu paket kok. Ya kali tante? Setuju.....!! Nah tuh dengerin teman-temanku setanah air.

 

Obrolan mereka mulai meningkat ke apa itu Tung Kung (latihan gerak badan), apa itu Chi Kung (latuhan nafas), apa itu Cing Co Kung (latihan meditasi/semedi), apa itu Sen Kung (latihan mental/jiwa). Nah Wu mereka mulai meningkat tentunya. Acara kunjungan ke Se Siung dan Se-Cie di kota lain pun mereka lakukan.

 

Kesimpulan:

Jadi bergerak dulu sendiri, baru selanjutnya gerak yang diarahkan oleh Fu Fak Sen anda. Akhirnya disinilah yang namanya keinginan, tekad/keuletan dan usaha dari diri sendiri sangat berperan. Semangat yang bergelora telah muncul. Sekarang mereka mau sedikit demi sedikit memperhatikan getaran Fu Fak Sen-nya..... getaran Sen Lik. Jadi..... bereskan sekarang, anda menemukan WU-nya lewat begitu. Ooh.... ini toh yang namanya Lien Kung.....! Yah.....AKU telah menemukan caranya yang cocok dan benar untuk AKU.

 

Setelah melihat , membaca dan turut ikut merasakan ke empat (4) cerita (kumpulan pemikiran) diatas tadi. Tentunya anda harus mau jujur pada diri anda, dimanakah sebenarnya anda berada sekarang? Yang I, yang II, yang III, atau yang IV.....? Jangan hanya sekedar ingin ini itu, akhirnya tidak jujur lho. Sekali lagi...... JUJURLAH, ANDA MENGALAMI YANG MANA? Anda harus membantu diri anda sendiri, berikanlah sebuah pengakuan. Jangan bingung, bila saat ini belum mampu menjawab, ceritakan pengalaman latihan anda kepada Taoyu lain yang sudah punya pengalaman yang lebih baik dari anda, dan anda anggap cukup luas wawasannya.

 

Nanti anda akan dapat jawabannya, tidak perlu malu. Itu tidak ada dalam kamus maupun dipikiran anda. Yakinlah akan hal ini! Saya percaya anda bisa Orang malu, tandanya orang yang ingin maju lho..... hahaha....Nah sekarang kamu jadi rileks kan?.... Ini yang penting, Qong-Xee.....!

 

Yang perlu diingat pelan-pelan tapi pasti:

  1. Mau cerita, apa keinginan anda (telpon, tulis surat atau temui langsung senior anda)
  2. Mau jujur, menyatakan ganjalan hati Anda ke Taoyu yang anda anggap dapat membantu anda.
  3. Mau sharing dulu, tentang kehidupan sehari-hari anda, baik tentang pekerjaan, sekolah, kuliah, keluarga atau di pergaulan lain. Artinya lepaskan dulu problem hidup yang membuat gelisah dan emosi itu berkurang sedikit saja. Karena anda sebaiknya dalam keadaan cukup enak di hati dan pikiran. Baru bisa memulai latihan (Lien Kung) dengan santai/rileks.
  4. Mau evaluasi, pengalaman latihan harus sering ditinjau, agar tahu nilai rapornya (anggap saja anda sedang sekolah).
  5. Mau berterima kasih, setiap latihan ungkapkanlah rasa syukur terdalam kepada Fu Fak Sen anda.

 

Kelima (5) MAU tadi sebenarnyaadalah lima sifat seorang Taoyu yang ingin maju. Lima kebahagiaan yang akan anda peroleh juga. Makanya: 1) percaya pada Tao ying, (2) percaya pada Fu Fak Sen, (3) percaya dan hormat pada guru dan kakak-kakak seperguruan, (4) percaya pada semangat/tekad baik anda, (5) Percaya pada masa depan anda.

 

Akhir kata, lima puluh lima orang (55); laki-laki, dewasa, wanita, anak-anak naik perahu dari daratan jauh tiba berlabuh di daratan seberang ribuan mil dari tanah kelahirannya. Mereka tiba di tanah yang subur dengan selamat, melewati ombak besar segunung tingginya. Siang dibakar matahari dan malam disiram hujan badai. Tiada yang menangis, tiada yang sekarat dan tiada yang meninggal. Semua selamat sampai di tujuan. Tanah impian mereka yang menyebutnya Semua sehat. Mereka semua bertepuk tangan untuk dirinya masing-masing. Mereka merasa perlu memberikan suatu penghargaan untuk kehidupan dirinya. Anak cucunya hidup sehat sampai sekarang.

Ketenangan adalah Kunci Kekuatan!

 

“TENANGKAN PIKIRAN, MANTAPKAN HATI, MAJU BERSAMA KITA MELANGKAH, HUJAN EMAS DIBALIK GUNUNG SUDAH MENANTI”

 

Ta Cia Syiek Ta Hao...... Syiek Tao Ta Cia Hao.......Xie Sen En

Share

No comment yet.

Leave a Reply








*