Intan Dalam Debu – the web

Cara-Cara Sederhana Meningkatkan WU

Posted by adminidb December 23, 2014, under Volume 14 | No Comments

Cara-Cara Sederhana Meningkatkan WU

Oleh : Bernard – Jakarta

 

 

WU (Kesadaran dan Daya Logika/Common Sense yang tinggi) dalam proses Siu Tao bisa dianalogikan dengan sebuah kompas yang berfungsi sebagai pemandu arah bagi sebuah pesawat terbang atau kapal laut yang sedang menempuh perjalanan jauh. Tidak ada sebuah pesawat terbang maupun kapal laut yang dapat mencapai tujuan sesuai waktu yang ditargetkan tanpa berpedoman pada sebuah kompas.

 

Misalkan sebuah pesawat terbang yang akan terbang dari Jakarta menuju Hongkong, di dalam perjalanannya dapat dipastikan akan harus terus menerus mengatur (adjust) arah penerbangan berdasarkan petunjuk kompas. Tidak akan mungkin sebuah pesawat terbang dapat tiba di Hongkong tanpa mengatur arah sama sekali dikarenakan di udara maupun di laut tidak ada jalur tetap dan baku seperti halnya rel kereta api di darat. Jadi sangat mutlak kompas itu diperlukan bila sang pilot/kapten ingin sampai di tujuan dan waktu yang sesuai dengan target.

 

Demikian juga dengan kehidupan. Sudah merupakan REALITA kehidupan bahwa banyak hal serba tidak pasti dan selalu berubah-rubah setiap saatnya. Hanya perubahan itu sendiri yang tidak pernah berubah. Kita tidak tahu secara pasti apa yang akan terjadi di masa depan. Kita ditakdirkan untuk selalu membuat pilihan-pilihan (doomed to make choices) di dalam mengarungi kehidupan.

 

Dengan realita kehidupan seperti ini, oleh karenanya kita pun sangat memerlukan sebuah kompas/pemandu yang dapat bertindak sebagai penunjuk arah dari perjalanan kehidupan/Siu Tao kita. Dan daya WU (Kesadaran & Logika) kita inilah yang berfungsi sebagai kompasnya. Dengan selalu mengasah daya WU diharapkan kompas kita akan semakin akurat sehingga bisa membawa kita ke tempat tujuan yang diinginkan secepat mungkin, tanpa mutar-mutar/salah arah dan banyak melakukan kecerobohan yang hanya akan menimbulkan penyesalan di kemudian hari.

 

Sejalan dengan realita kehidupan yang serba tidak pasti inilah makanya kita lebih menekankan pada pengembangan daya WU kita dibandingkan terikat pada larangan/pantangan yang bisa dianalogikan dengan rel kereta api. Masalah dan dilema kehidupan yang kita alami sering tidak sesederhana dan sejelas (Clear Cut/Hitam-Putih) seperti halnya jalur kereta api. Fenomena kehidupan selalu berubah dan tidak terpaku mati. Oleh karenanya pendapat yang mengatakan pertama WU, kedua WU, dan ketiga WU adalah sangat dalam maknanya dan patut direnungkan dan dijalankan sebaik-baiknya.

 

Jadi apa yang mesti dilakukan guna meningkatkan daya WU kita ini? Cara yang paling sederhana antara lain adalah:

  1. SIU SIN YANG SIN (berlatih TAO YING SUK) dengan rajin dan tekun setiap harinya. Dengan berlatih Shen Kung, Chi Kung, dan Cing Co Kung di bawah bimbingan Fu Fak Sen secara rajin dan tekun tentu kemampuan diri kita akan terus meningkat baik di bidang jasmani (sehat dan kuat) maupun mental seperti kecerdasan, kemampuan berpikir, menganalisa, menyimpulkan, maupun ketenangan dan kekuatan batin.
  2. Perlu disadari bahwa daya WU itu tanpa batas. Janganlah merasa bahwa WU kita sudah tinggi. Hindari mati di Satu Titik jangan terpaku pasa suatu pengertian/pemikiran saja. Perlu diingat bahwa segala sesuatu selalu berubah sejalan dengan waktu dan juga dengan proses Siu Tao kita. Demikian juga dengan daya WU, harus bisa bergerak terus secara dinamis dan flexibel.
  3. Perlu diketahui bahwa WU tidak sama dengan Intelegen (IQ). IQ hanya merupakan sebagian kecil dari WU. Bahkan gabungan dari IQ, EQ (Emotional Quotient/Kecerdasan Emosi) dan juga SQ (Spiritual Quotient/Kecerdasan Spiritual) masih belum mencerminkan WU (Kesadaran jagat raya) secara komprehensif. Jadi bisa disimpulkan bahwa orang yang ber IQ tinggi belum tentu memiliki WU yang tinggi.
  4. Hindari Mi Sin (Ketahayulan). Segala sesuatu perlu dicerna dulu sebelum dipercayai secara membabi buta.
  5. Hindari terbelenggu oleh dogma, larangan, dan pantangan. Segala tindakan berpedoman pada: Tepat Situasi, Tepat Kondisi dan Tepat Cara, bukan pada larangan/pantangan. Yang terpenting dari suatu tindakan adalah alasan/motif dari tindakan tsb, bukan tindakan itu sendiri. Perlu selalu waspada dan berpikir panjang dalam membuat keputusan dan bertindak. Dalam Tao tidak ada larangan/pantangan,yang ada adalah WU sebagai kompasnya.
  6. Banyak berdiskusi dengan yang lebih senior. Dalam berdiskusi perlu menilai dan mengevaluasi pendapat yang diutarakan jangan menelan mentah dan terpaku mati pada pendapat yang diutarakan dikarenakan sang senior pun masih dalam proses Siu Tao. Pandangan mereka pun bisa berubah sejalan dengan proses Siu Tao mereka. Selalu belajar untuk melihat sudut pandang rekan diskusi.
  7. Banyak membaca buku dan bersikap kritis jangan percaya buta. Buku hanyalah pedoman dan tidak akan membawa kita kemana-mana tanpa tindakan nyata/praktek.
  8. Segala sesuatu yang terjadi harus dihadapi dengan tenang, jernih dan penuh perhatian. Belajar untuk secara jeli menangkap segala sesuatu yang tidak diucapkan atau tidak kasat mata atau tidak terlihat di permukaan dari segala peristiwa atau fenomena.
  9. Banyak bertanya dan merenungkan segala fenomena yang terjadi dalam hidup dan berusaha mencari tahu dengan menggunakan logika penyebab dan solusinya. Sama halnya dengan otot tubuh, dengan makin sering digunakan akan makin tinggi pula daya logika kita.
  10. Kunci keberhasilan dalam meningkatkan WU adalah praktek yang terus menerus dan berkesinambungan dalam kehidupan sehari-hari. Teori segudang tidak ada artinya tanpa praktek. Harus dijalani sendiri dan tidak dapat diwakili maupun mewakili.

 

Kesepuluh cara meningkatkan daya WU ini hanya merupakan sebagian cara saja. Tentu masih banyak cara lain yang sesuai dengan kepribadian masing-masing. Kesimpulannyaadalah pertama WU, kedua WU dan ketiga tetap WU !!

 

Semoga bermanfaat.

 

Salam Tao.

Share

No comment yet.

Leave a Reply








*