Intan Dalam Debu – the web

Kehidupan

Posted by adminidb January 9, 2015, under Volume 14 | No Comments

Oleh : Bernard – Jakarta

 
Kehidupan
Pelajaran mengenai kehidupan ada dimana-mana. Terbukti pelajaran mengenai arti kehidupan bahkan ada di dalam sebuah lagu anak-anak yang singkat dan sederhana seperti di bawah ini.

 

Row, Row, Row Your Boat

Dayung, Dayung, Dayunglah Perahu Mu

Gently Down the Stream

Secara Perlahan-lahan Mengikuti Arus ke Bawah

Merrily, Merrily, Merrily

Ceria, Ceria, Cerialah

Life is But a Dream

Kehidupan Hanyalah Sebuah Mimpi.

Makna yang tersirat dari setiap bait adalah:

 

Bait pertama – Row, Row, Row Your Boat (Dayung, Dayung, Dayunglah Perahu Mu). Hidup di dunia ini memang penuh persaingan dan banyak orang berlomba-lomba untuk tidak saja menang bahkan berusaha keras untuk menjadi yang nomor satu (terbaik). Oleh karenanya, di dalam menjalani kehidupan menjadi yang terbaik, banyak orang yang cenderung sibuk mengurusi urusan orang lain entah dengan bergosip, membandingkan dengan dirinya, memfitnah, iri hati, mencampuri hingga mencelakai orang lain. Dengan kata lain kebanyakan orang menunjukkan persaingan KELUAR bukannya KEDALAM. Padahal setiap orang sebenarnya mempunyai jalur kehidupannya sendiri-sendiri.

 

Bisa dianalogikan bahwa setiap orang mempunyai kebun kehidupan sendiri-sendiri dan oleh karenanya sudah selayaknya mengurus, merawat, dan menghias kebunnya sendiri. Tapi kebanyakan orang justru lebih seringmemperhatikan kebun orang lain dan sering menjadi iri atau tidak senang bila kebun orang lain lebih bagus kondisinya. Akhirnya sering timbul niat yang kurang baik seperti menjelek-jelekkan hingga merusak kebun orang lain. Padahal seharusnya orang tersebut berusaha sekeras mungkin untuk memperbaiki kebun sendiri. Hanya dengan kerja keras dan menggunakan metode/cara yang benar maka kebun dia bisa diperbaiki kondisinya. Dayunglah PERAHU SENDIRI bukan perahu orang lain.

 

Bait kedua – Gently Down the Stream (Secara perlahan-lahan Mengikuti Arus ke Bawah)

Kehidupan perlu dijalani dengan ringan dan sabar tapi konsisten. Hidup yang penuh keterburu-buruan dan sikap mental yang perfeksionis (Type A) bisa menyebabkan stress dan kelelahan mental yang berkepanjangan hingga akhirnya kehilangan kepekaan dan kemampuan untuk berpikir jernih dan jeli (tidak WU). Ikutilah arus kehidupan tanpa dihanyutkan olehnya. Janganlah bergerak ke atas melawan arus. Bisa dicoba bagaimana rasanya berenang melawan arus. Sudah bisa dipastikan tenaga yang harus dikeluarkan akan berlipat ganda dibanding dengan berenang yang mengikuti arus. Demikian juga dengan kehidupan.

 

Bait ketiga – Merrily, Merrily, Merrily (Ceria, Ceria, Cerialah)

Kehidupan perlu dijalani dengan ringan dan ceria. Janganlah terlalu serius hingga menimbulkan stress dan depresi. Pandai-pandailah memilah mana yang bisa dirubah/diperbaiki dan mana yang tidak bisa. Apakah dengan terlalu serius hingga stress, kondisi dan keadaan bisa berubah ke arah yang lebih baik? Malah dengan makin kusutnya pikiran, kondisi akan menjadi lebih buruk dan akhirnya akan merembet ke hal-hal lain yang tadinya masih baik. Xiao Yao sajalah.

 

Bait Keempat – Life is But a Dream (Kehidupan Hanyalah sebuah Mimpi)

Kehidupan hanyalah sebuah mimpi. Kehidupan itu seperti panggung sandiwara dimana setiap orang yang memainkan perannya masing-masing. Demikian juga dengan kita. Kita perlu memainkan PERAN KITA SENDIRI sebaik-baiknya bukan peran orang lain.

Nikmatilah perjalanan hidup yang singkat ini. Apakah kita menganggap hidup ini penuh kepahitan atau penuh keindahan tetap kita harus menjalankannya. Bedanya bila kita menganggap hidup ini penuh dengan keindahan maka kita akan bergembira dan bersemangat dalam menjalaninya. Tapi bila kita menganggap hidup ini penuh dengan kepahitan, maka kita akan penuh dengan ke putus asaan dan kesedihan atau kepahitan, itulah yang akan menjadi kenyataan dalam hidup kita.

 

Sekedar bahan renungan......

 

Salam Tao.

Share

No comment yet.

Leave a Reply








*