Intan Dalam Debu – the web

Kelahiran Kembali

Posted by adminidb January 23, 2015, under Volume 14 | No Comments

Kelahiran Kembali

Oleh : Dhamma

 

Dari manakah manusia berasal? Ke manakah manusia pergi setelah kematian?

 

Ada tiga pendapat mengenai jawaban pertanyaan ini.

  1. Yang pertama akan ‘Tuhan’ sebagai suatu pribadi /makhluk, menyatakan bahwa sebelum seseorang diciptakan, dia tidak ada, kemudian dia ada karena kehendak ‘Tuhan’. Dia menjalani kehidupannya, kemudian sesuai dengan kepercayaan dan perbuatannya semasa hidup dia kembali ke surga abadi atau neraka abadi.
  2. Pendapat yang mengatakan bahwa manusia adalah sebuah mesin belaka. Seseorang terlahir karena faktor biologis dan kimiawi semata, dan berpandangan bahwa setelah kematian keberadaannya tidak berlanjut lagi.
  3. Agama Tao berpandangan bahwa ada suatu proses alami baik yang kongkrit (biologis) maupun yang abstrak (spiritual). Eksistensi roh manusia adalah berkelanjutan.

 

Pandangan pertama memunculkan banyak pertanyaan dan ketidak konsistenan. Bila benar-benar ada makhluk adikodrati “maha-baik” yang menciptakan kita, sulit dijelaskan mengapa begitu banyak bayi dilahirkan dalam keadaan cacat atau gugur dalam kandungan. Begitu tidak adilkah ‘Tuhan’?

 

Pandangan kedua lebih baik dibanding pandangan pertama, dan lebih didukung oleh bukti ilmiah. Namun tetap saja meninggalkan banyak pertanyaan yang tak terjawab. Bagaimana mungkin suatu fenomena yang maharumit seperti kesadaran bisa tumbuh hanya dari pertemuan dua sel ‘sederhana’, sel sperma dan sel telur?

 

Mengapa ada manusia yang bisa mengingat-ingat hal-hal dalam masa hidupnya yang dulu?

Mengapa ada fenomena roh dan kekuatan spiritual yang tidak bisa dijelaskan secara ilmiah?

 

Agama Tao memberikan penjelasan yang paling memuaskan mengenai pertanyaan-pertanyaan di atas. Ketika kita mati, kesadaran dengan seluruh kecenderungan, kemampuan dan karakteristik-nya yang telah berkembang dan terkondisi dalam kehidupan ini akan bertumimbal lahir dengan sendirinya dalam sel telur yang terbuahi di kehidupan yang kemudian. Suatu individu terlahir kembali tidak hanya dipengaruhi oleh faktor lingkungan fisik yang barunya, tetapi juga memiliki karakter mental bawaan yang merupakan bawaan dari kehidupan yang lalu. Pribadi ‘baru’ tersebut akan diubah oleh upaya penyadaran dan berbagai faktor kondisi seperti pendidikan, pengaruh keluarga dan amsyarakat, dan untuk ke sekian kalinya akan mati dan ‘bergabung’ dengan telur terbuahi yang baru. Demikian seterusnya.

 

Proses lahir, mati dan lahir kembali ini akan terus berkesinambungan sampai kondisi-kondisi penyebabnya /karma menjadi padam / terhenti serta kita memiliki sukma yang mandiri untuk menjalani hidup yang kekal sebagai Dewa-Dewi. Inilah tujuan dan sasaran akhir umat Tao.

 

Bagaimana proses berpindahnya kesadaran dari suatu tubuh ke tubuh lainnya?

 

Kesadaran dapat kita umpamakan seperti gelombang radio. Gelombang radio, yang berisi kata-kata/pidato atau musik, merupakan energi dengan frekuensi yang berbeda-beda, yang dipancarkan, menjalar melalui ruang, lalu tertarik, dan tertangkap oleh mesin radio (penerima), yang selanjutnya diwujudkan kembali dalam bentuk kata-kata/pidato atau musik.

Kita mengetahui bahwa frekuensi itu ada jalur-jalurnya, seperti AM, FM, dsb. Diibaratkan seperti gelombang radio itu, seseorang akan terlahir kembali menurut jalur0jalurnya. Orang yang jahat akan berkecenderungan pada jalur untuk dilahirkan pada keluarga yang memiliki sifat-sifat yang kurang lebih sama.

 

Gelombang radio itu adalah perumpamaan tentang kesadaran, setelah kematian fisik, energi mental menjalar melalui ruang, lalu tertarik dan tertangkap oleh sel telur yang terbuahi. Bersama tumbuhnya embrio, kesadaran terpusat di otak, dan akhirnya ‘menyiarkan’ dirinya sebagai suatu pribadi/makhluk baru.

 

Apakah seseorang yang jahat akan selalu bereinkarnasi sebagai binatang?

 

Tidak, jiwa manusia memiliki nilai dan kekhususan yang berbeda dengan roh binatang. Jiwa manusia akan terlahir kembali sebagai manusia. Roh-roh juga mengalami evolusi dari bentuk sederhana menjadi bentuk yang kompleks. Maka diibaratkan seperti batu bara yang telah berubah menjadi berlian, maka berlian tidak perlu untuk menjadi batu kembali. Oleh karena itu dikatakan bahwa jiwa manusia terlahir kembali sebagai manusia.

 

Meskipun demikian, roh manusia yang belum kuat akan dapat terpecah dan tumimbal lahir dalam beberapa bentuk kesadaran yang berbeda di dunia. Tetapi roh manusia dapat juga tidak tumimbal lahir dalam alam dunia ini. Melainkan tetap berada pada suatu dimensi roh dimana ia dapat merasakan alam tersebut sesuai dengan kondisi batinnya pada saat meninggal. Bila ia merasakan sesuatu yang indah-indah, itu disebut ‘surga’ dan bila merasakan sesuatu yang sengsara dan menderita disebut ‘neraka’ dapat juga dialami oleh orang di dunia ini. Bayangkan apabila anda terlahir kembali sebagai pengungsi Ethiopia yang kelaparan dan berpenyakitan. Bukankah lebih sengsara dan menderita daripada menjadi anjing peliharaan seorang kaya yang penuh kasih sayang?

 

Faktor apakah yang menentukan di mana kita akan terlahir kembali?

 

Faktor paling menentukan, tapi bukan satu-satunya, yang mempengaruhi di mana kita bakal bereinkarnasi dan berapa lama masa hidup kita, adalah karma. Kata ‘Karma’ berarti ‘oerbuatan’, dan menunjuk pada perbuatan yang dilandasi oleh kehendak. Dengan kata lain, keadaan kita saat ini sangat ditentukan oleh pikiran dan perbuatan kita di masa lampau. Demikian pula, pikiran dan perbuatan kita saat ini akan menentukan nasa depan kita.

 

Orang yang bermoral tinggi (memiliki Tek yang tinggi) dan penuh kasih sayang akan cenderung terlahir di dalam kondisi ‘surga’ atau lahir sebagai manusia yang terkaruniai dengan kebahagiaan-kebahagiaan hidup. Orang yang diliputi berkarma buruk cenderung terlahir di dalam kondisi seperti ‘neraka’ atau lahir sebagai manusia yang banyak menderita kecemasan, kekhawatiran dan ketidakbahagiaan.

 

Demikian pula orang yang Siu Tao yang terlahir kembali (belum sempurna) akan berada pada kelas-kelas dimana sesuai dengan taraf pencapaian batin selama hidupnya dulu. Maka usaha sepenuh tenaga untuk Siu Tao sebaik-baiknya pada masa kehidupan yang kini menjadi sangat penting.

 

Apabila kita sendirilah yang menetukan karma kita. Apakah kita bisa mengubah karma kita?

 

Tentu saja bisa! Salah satu jalan yang terbaik untuk kita lakukan adalah melalui Siu Tao. Tergantung dari kesungguhan kita, usaha kita, dan kekuatan kebiasaan kita. Namun demikian, banyak orang yang hidup dalam pengaruh kebiasaan lampau mereka, tanpa berupaya unutk mengubah kebiasaan tersebut, dan menjadi korban akibat perbuatan buruknya di masa lampau. Orang semacam ini akan terus menderita selama tidak menyadari dan mengubah kebiasaan buruknya. Semakin lama suatu kebiasaan buruk berlanjut, semakin sulitlah untuk diperbaiki. Umat Tao memahami hal ini dan memanfaatkan setiap kesempatan untuk mematahkan kebiasaan-kebiasaan buruk, dan mengembangkan kebiasaan baik sehingga menjadi sesuatu yang spontan dan asli.

 

Bermeditasi adalah merupakan salah satu teknik untuk mengubah pola kebiasaan pikiran. Secara luas, kehidupan umat Tao adalah suatu latihan untuk menggembleng fisik dan mental/jiwa kita, Sebagai contoh, apabila kesadaran dan kebajikan merupakan karakter yang menonjol dalam kehidupan anda sebelum ini, kecenderungan tersebut akan muncul kembali dalam kehidupan anda saat. Bila sifat-sifat itu makin berkembang dalam kehidupan sekarang maka kecenderungan tersebut akan muncul lebih kuat dan jelas pada kehidupan mendatang. Hal ini didasarkan pada kenyataan yang sederhana dan jelas bahwa kebiasaan yang sudah ‘mendarah daging’ cenderung sulit untuk dipatahkan. Jadi kalau anda bersifat penyabar dan bajik. Anda tidak akan mudah tersinggung atau mendendam, orang seperti anda akan cenderung lebih berbahagia.

 

Adakah bukti mengenai reinkarnasi?

 

Sampai saat ini memang belum ada pembuktian secara ilmiah, ataupun uji laboratorium. Ilmu pengetahuan yang dicapai manusia belum memungkinkan untuk melakukan pengujian seperti itu. Juga tidak ada satupun bukti keberadaan surga di lain pihak tidak ada pula bukti bahwa pada kematian terjadi kemusnahan (tak ada kelanjutan kehidupan sesudah mati).

 

Namun selama 30 tahun terakhir, para pakar ilmu kejiwaan telah mempelajari laporan-laporan adanya orang yang memiliki ingatan gamblang tentang kehidupan sebelumnya. Contoh kasus, di Inggris ada seorang gadis berusia 5 tahun yang mampu mengingat siapa ‘ayah dan ibunya’ sebelum ini, dan dia bercerita dengan jelas tentang peristiwa-peristiwa dalam kehidupan ‘seseorang lain’. Para pakar kejiwaan merasa tertarik dan mereka mewawancarainya. Gadis tersebut bercerita bahwa dia pernah hidup di suatu desa terpencil yang tampaknya ada di Spanyol, dia menyebutkan nama desa, nama jalan, nama tetangganya, dan kehidupan sehari-harinya di sana secara terperinci. Dengan sedih dia bercerita bahwa dirinya telah ditabrak mobil dan tewas setelah melalui masa kritis selama dua hari. Ketika data-data ini diperiksa, ternyata omongannya terbukti secara akurat. Ada suatu desa di Spanyol, dengan nama yang telah disebutkan oleh gadis itu. Di suatu jalan (telah disebutkan namanya), ada sebuah rumah dengan ciri-ciri seperti yang digambarkannya. Lebih lanjut, memang benar wanita penghuni rumah itu, 23 tahun telah tewas dalam kecelakaan tertabrak mobil, lima tahun yang lalu..........

 

Bagaimana mungkin seorang bocah berusia lima tahun yang hidup di Inggris dan belum pernah menginjakkan kakinya di Spanyol, mampu mengetahui seluruh perincian itu?

 

Kasus semacam ini bukan satu-satunya. Profesor Ian Stevenson dari fakultas Psikologi Universitas Virginia dalam penelitiannya tentang reinkarnasi memaparkan puluhan kasus semacam itu dalam bukunya Twnty Cases Suggestive of Reincarnation and Cases of Reincarnation Type. Beliau adalah seorang pakar ilmu kejiwaan yang selma 25 tahun mempelajari kasus-kasus orang yang mampu mengingat kehidupan sebelumnya. Hasil penelitiannya merupakan dukungan kuat bagi ajaran Tao mengenai kelahiran kembali

 

Tapi ada yang mengatakan bahwa kemampuan untuk mengingat kehidupan lampau merupakan pekerjaan iblis.

 

Anda tidak bisa begitu saja menolak segala sesuatu yang tidak berkesuaian dengan kepercayaan anda dengan mengatakan itu pekerjaan iblis. Suatu gagasan hendaknya didukung oleh bukti dan fakta, bila anda menanggapi suatu pernyataan, anda harus menggunakan argumen yang masuk akal dan logis bukannya dengan pembicaraan yang tak masuk akal dan takhyul tentang iblis.

 

Apakah teori reinkarnasi didukung oleh para ilmuwan?

 

Ya! Thomas Huxley, pelopor perkembangan ilmu pengetahuan modern dalam sistem pendidikan di Inggris, dan ilmuwan pertama yang mempertahankan teori Darwin, percaya bahwa reinkarnasi adalah gagasan yang sangat masuk akal. Dalam bukunya yang terkenal Evolution and Ethnics and Other Essay, beliau mengatakan :

 

“Dalam doktrin transmigrasi (kelahiran kembali), ajaran Timur menawarkan cara untuk menyusun suatu pendapat yang masuk akal mengenai hubungan alam semesta dengan manusia. Ajaran Timur memenuhi tuntunan ini dengan lebih masuk akal dan adil dibanding yang lain, dan tak seorang pun kecuali pemikir yang gegabah akan menolak gagasan tersebut karena begitu melekatnya pada kemustahilan. Seperti halnya doktrin evolusi, doktrin transmigrasi roh juga harus berakar pada dunia nyata dan didukung argumen yang kuat yang mampu memenuhi tuntutan tersebut”.

 

Profesor Gustaf Stromberg, astronom dan ahli fisika Swedia, sahabat albert Einstein, juga sangat terkesima pada gagasan reinkarnasi.

 

“Ada perbedaan pendapat apakah jiwa manusia dapat terlahir kembali di bumi atau tidak. Pada tahun 1936, suatu kasus yang amat menarik diselidiki secara seksama dan dilaporkan oleh para ahli di India. Seorang gadis (Shanti Devi dari Delhi) secara akurat sanggup menggambarkan kehidupan sebelumnya (di Muttra, 500 mil dari Delhi) yang berakhir sekitar setahun sebelum “kelahiran keduanya”. Dia menyebutkan nama suami dan anaknya, serta merincikan rumah dan riwayat hidupnya. Ketika panitia penyelidik membawa Devi kepada sanak saudara lampaunya, ternyata semua yang dikatakannya terbukti benar. Bagi masyarakat India, reinkarnasi dipandang sebagai hal yang lumrah. Hal yang menakjubkan mereka dalam kasus ini adalah begitu banyaknya fakta yang dapat diingat oleh gadis tersebut. Kasus-kasus semacam ini dapat dianggap sebagai bukti tambahan terhadap teori ketidak-musnahan daya ingat.

 

Profesor Julian Huxley, ilmuwan terkemuka Inggris yang menjabat Direktur Umum UNESCO, yakin bahwa reinkarnasi sungguh selaras dengan pemikiran ilmiah.

 

“Tak seorang pun dapat menyangkal bahwa ada suatu kekuatan, yang tetap hidup, yang terpancar pada saat kematian, ibarat gelombang berisi pesan yang disiarkan oleh alat pemancar yang bekerja dengan cara tertentu. Namun harus diingat bahwa gelombang tersebut hanya akan berubah menjadi pesan lagi bilamana ada kontak dengan susunan materi baru, yaitu alam penerima/mesin radio. Demikian pula halnya dengan kemungkinan asal-usul unsur batin dalam diri kita. Unsur tersebut tidak akan bisa mewujudkan pikiran dan perasaannya, kecuali jika “terwujud lagi” dengan cara tertentu. Dalam kasus ini “kematian”, sejauh yang bisa dilihat orang, bukanlah apa-apa, hanya pola-pola yang berbeda yang mengembara dalam ruang, sampai.......mereka kembali dengan cara berkontak dengan sesuatu yang bekerja sebagai alat penerima pikiran.

 

Bahkan orang yang bersahaja dan praktis seperti industriawan Amerika Henry Ford, bisa menerima gagasan reinkarnasi. Ford tertarik pada reinkarnasi karena tidak seperti gagasan theistik atau materialistik, reinkarnasi terus memberikan kesempatan untuk mengembangkan potensi diri. Henry Ford menyatakan “Saya mengenal teori reinkarnasi pada usia 26 tahun.... Agama sama sekali tidak menawarkan apapun....Bahkan bekerja tidak dapat memberikan kepuasan sempurna bagi saya. Bekerja adalah sia-sia apabila kita tidak dapat memanfaatkan hasil yang kita kumpulkan dalam suatu kehidupan pada kehidupan mendatang. Ketika saya menjumpai teori reinkarnasi, seolah-olah saya menemukan suatu proyek universal. Saya sadar bahwa selalu masih ada kesempatan untuk menyusun gagasan-gagasan saya. Waktu saya menjadi tidak terbatas lagi. Saya tidak lagi menjadi robot yang diatur oleh jarum-jarum jam. Genius adalah suatu pengalaman. Mungkin orang berpendapat bahwa genius adalah suatu pemberian atau bakat, tetapi genius adalah buah dari pengalaman panjang dalam beberapa kehidupan. Ada yang berumus lebih panjang dari orang lain, dan tahu lebih banyak..........Penemuan teori reinkarnasi benar-benar menentramkan pikiran saya..Bila anda merekam pembicaraan ini, tulislah....reinkarnasi menentramkan pikiran umat manusia! Saya ingin memberi tahu yang lain tentang ketenangan yang diberikan oleh wawasan yang jauh akan kehidupan.

 

Ajaran Tao tentang reinkarnasi walaupun belum bisa diuji di laborat, namun didukung oleh segudang kesaksian dan dukungan dari kalangan ilmiah. Ajaran ini secara taat-asas (konsisten) selalu masuk akal, dan mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan yang gagal dijawab dengan ajaran theistik dan materialistik. Ajaran ini juga sangat melegakan. Adakah ajaran hidup yang lebih buruk daripada ajaran yang tidak memberikan kesempatan kedua, tidak adad kesempatan untuk memperbaiki kesalahan yang telah anda perbuat dalam hidup ini, dan tiada lagi waktu untuk mengembangkan keahlian dan kemampuan yang telah anda dapatkan dalam kehidupan ini? Bila anda belum berhasil mencapai Kesempurnaan dalam satu kehidupan, anda masih berkesempatan untuk memperjuangkannya lagi dalam kehidupan berikutnya. Bila anda telah membuat kesalahan dalam hidup ini, anda masih bisa memperbaiki diri di masa yang akan datang. Anda benar-benar dapat belajar dari kesalahan anda. Segala sesuatu yang belum memungkinkan dicapai dalam hidup saat ini, bisa menjadi mungkin untuk dicapai dalam kehidupan yang akan datang.

 

Salam Tao.

Share

No comment yet.

Leave a Reply








*