Intan Dalam Debu – the web

Sistem-sistem dalam agama TAO / Klenteng

Posted by adminidb January 28, 2015, under Volume 14 | No Comments

Sistem-sistem dalam agama TAO / Klenteng

Oleh : Daniel Li

 

Dalam mempelajari dan mendalami agama Tao, seseorang akan menemukan begitu banyak hal-hal yang dapat dipelajari dan didalami. Karena sedemikian luasnya scope dari agama Tao/Klenteng, maka disini saya akan mencoba untuk mengkategorikannya menjadi 6 kelompok pembelajaran. Tujuan tulisan ini adalah untuk membabarkan bidang-bidang pembelajaran dalam agama Tao/Klenteng dengan harapan agar umat dapat lebih memahami seluk beluk isi/kandungan yang terdapat di dalamnya.

 

Setiap kelompok pembelajaran saya sebut ‘sistem’, karena dalam setiap kategori memiliki karakteristik pemahamannya masing-masing yang unik, dimana tiap bagiannya memiliki hubungan pengertian yang membentuk sebuah keseluruhan yang lebih kompleks dan mandiri. Meskipun demikian tiap-tiap sistem saling memiliki hubungan yang terkait satu dengan lainnya. Oleh karena itu, antara satu dengan yang lainnya tidak dapat dipisah-pisahkan untuk mempelajari budaya Klenteng yang utuh.

 

Dalam kenyataannya terdapat juga beberapa aliran perguruan yang melakukan pengkhususan/pendalaman pada sebuah sistem tertentu meskipun demikian bukan berarti ia menutup diri terhadap bagian sistem yang lain. Dapat dikatakan bahwa seluruh aliran memiliki aliran tujuan akhir yang sama yaitu : mencapai taraf tertinggi untuk selanjutna mencapai kehidupan abadi yang lebih hakiki. Antara satu sistem dengan sistem lainnya terdapat hubungan yang saling menerangkan dan memperkuat pengertian-pengertian di masing-masing bidang. Oleh karena itulah, mengetahui keseluruhannya secara meluas, justru akan dapat membantu kita lebih mendalam dalam proses Siu Tao masing-masing.

 

Berdasarkan bidang-bidang yang dipelajari, maka dapat dibagi menjadi beberapa sistem:

  1. Sistem Filsafat
  2. Sistem Kegaiban
  3. Sistem pengolahan Diri
  4. Sistem Kosmologi
  5. Sistem Tata Cara
  6. Sistem Tata Hati

 

1.Sistem Fisafat

Sistem ini mulai berkembang terutama semenjak munculnya trend pada sekitar abad ke-5 SM, dimana para orang pintar di Tiongkok mulai menuangkan ide-idenya dalam bentuk tulisan yang komprehensif. Pada era tersebut, tiap-tiap pemikir berusaha membabarkan teorinya masing-masing mengenai Tao. Masing-masing berusaha membabarkan pengertian ‘Kebenaran’ menurut versinya masing-masing. Untuk memperoleh pengertian yang betul-betul mendalam, maka para pemikir ini melakukan tukar pikiran melalui diskusi-diskusi maupun debat. Memang seakan-akan adanya perbedaan-perbedaan yang mendasar dalam pandangan-pandangan ini, meskipun demikian seperti orang buta yang ingin memahami bentuk gajah, seseorang yang mendalami Tao akan berusaha merekonstruksi dan menyusun ulang bangunan-bangunan tersebut untuk dapat melihat bentuknya yang hakiki.

 

Hal yang dilakukan adalah membahas pengertian-pengertian yang mendalam. Yang khas dalam Tao, adalah pendalaman mengenai metafisika (xuanxue), yaitu cabang filsafat yang membahas mengenai hakikat sesuatu hal dibalik yang nampak. Cabang inilah yang banyak membahas mengenai kesunyataan.

 

Tidak terdapat aliran khusus yang hanya mendalami masalah ini, tiap-tiap aliran dapat dikatakan memiliki kadar pendalamannya sendiri di dalam sistemnya. Pembelajaran filsafat ini dilakukan juga bahkan oleh mereka yang tidak masuk dalam sebuah sekte tertentu.

 

2.Sistem Kegaiban

Dalam semua sistem yang ada, mungkin inilah yang tertua dalam agama Tao; ada semenjak jaman prasejarah. Umat Tao percaya bahwa ada sebuah kekuatan di alam semesta ini di luar dirinya, yang mana dapat dengan suatu cara tertentu dimanefestasikan dan dipergunakan sesuai dengan maksud dan tujuan. Kekuatan itu dapat bersumber dari kekuatan alam semesta itu sendiri maupun kekuatan yang berasal dari Dewa-Dewi.

 

Sistem ini menekankan pada pembelajaran mengenai cara-cara khusus (fa-shu) dalam Tao yang berhubungan dengan dunia gaib. Praktek-parktek yang bisa dilakukan dari cabang ini adalah misalnya: praktek mendatangkan/memberhentikan hujan, praktek pengusiran roh-roh halus, pemberkatan, penyembuhan, pemberian perlindungan, mencari dan mengarahkan roh orang mati menuju jalan yang benar, dsb. Oleh karena itu, dalam sistem ini dikenal berbagai macam cara seperti misalnya: mantra (zhenyan), mudra (kode-tangan), hu, jimat-jimat, tata cara khusus untuk cisuak, dsb. Sistem ini banyak dianut oleh aliran Tao dari daerah Selatan. Perguruan Tao yang mendalami sistem ini antara lain: Mao Shan, Thian-shi Tao, Lung hu shan, dan Kun-lun.

 

3.Sistem Pengolahan Diri

Sistem ini mengkhususkan diri pada cara-cara untuk menggembleng fisik dan mental seseorang menuju taraf tinggi hingga dapat kembali menyatu dengan Tian. Pengolahan diri ini pada garis besarnya dapat dibedakan menjadi 2 macam: waigong (sistem pengolahan luar/fisik) dan neigong (sistem pengolahan dalam/batin). Secara bentuknya dapat dikategorikan menjadi 3 macam: Qigong (pengolahan nafas), Jingzuo (meditasi) dan Shenggong (latihan kedewaan).

 

Dalam sistem ini, penekanan dilakukan pada teori-teori mengenai jing-qi-shen. Sedangkan prakteknya terdapat puluhan metode dan cara yang berbagai jenis tergantung dari aliran perguruan masing-masing. Sistem pembelajaran pada dasarnya dapat dibedakan menjadi 2 macam : Xuan-tian (dibina langsung oleh Dewa-Dewi) dan Hou-tian (diajarkan melalui guru/manusia). Dalam Sistem ini, penguasaan pengetahuan mengenai ilmu kesehatan dan ilmu beladiri akan sangat membantu untuk memperdalam pengertian mengenai sistem pengolahan diri ini.

 

4.Sistem Kosmologi

Agama Tao memiliki caranya sendiri yang khas dalam memandang alam semesta ini. Pola perubahan alam semesta ini disimbolkan dengan lambang-lambang yang memiliki pola keteraturan dan ketergantungan antara yang satu dengan yang lainnya. Dengan menggunakan lambang-lambang inilah orang Tao dapat mengetahui kejadian yang telah lalu maupun meramalkan kejadian di masa depan.

 

Sistem lambang ini pada dasarnya bersumber dari teori Im-yang (Taiji) yang dikembangkan menjadi sistem lima unsur, sistem delapan mata angin (xuan-tian bagua ; hou-tian bagua), I-ching (yijing), 10 batang langit (tian-guan), 12 cabang bumi (di-zhi), dsb. Melalui sistem dasar inilah muncul ilmu fengshui, dan puluhan metode-metode peramalan yang lainnya (gwamia, pukwa, dsb). Disamping itu, melalui sistem kosmologi ini pula lah muncul sistem penanggalan/kalender, strategi militer/perang berbagai macam ilmu beladiri mis: Taiji-quan, baguq-zhang), ilmu kesehatan, ilmu politik dan tata pemerintahan, tatacara latihan memperpanjang umur, teori-teori perubahan dll, yang pada akhirnya berkembang menjadi cabang-cabang ilmu pengetahuan/teknologi yang mandiri.

 

Sistem kosmologi ini mencapai puncak perkembangannya pada dinasti Tang dan Sung. Pada jaman dinasti Tang, fengshui bahkan menjadi sebuah cabang ilmu pengetahuan yang sistematis untuk mengurusi masalah landreform dan tata-kota.

 

Tidak terdapat aliran khusus yang mempelajari hanya kosmologi saja. Dengan kata lain, sistem kosmologi ini dipelajari hampir oleh semua sekte yang ada, bahkan juga dipelajari juga oleh mereka yang tidak tergabung dalam Tao aliran tertentu (mis: para ahli hongshui, tukang gwamia, dsb). Maka dapat dikatakan bahwa orang Tao dalam tingkatan tertentu menguasai masalah Hongshui, gwamia dsb, tetapi ahli Hongshui belum tentu mengerti Tao.

 

5.Sistem Tata Cara

Intisari dari pandangannya adalah bahwa melalui upacara-upacara keagamaan, maka hubungan antara manusia dengan Dewa-Dewi menjadi lebih dekat, dan sebagai imbal baliknya maka melalui kekuatan suci, manusia akan mendapatkan berkat dan terhindar dari kemalangan.

 

Agama Tao percaya adanya suatu kekuatan adi-kuasa di luar diri manusia. Melalui Dewa-Dewi maka manusia mendapatkan berkah, dan perlindungan. Tetapi khusus pada sistem ini, maka penekanan dilakukan pada penghormatan dan pengabdian kepada Dewa-Dewi, yang dilakukan melalui upacara-upacara suci dan perayaan. Upacara-upacara keagamaan ini hanya bisa dilakukan oleh mereka yang mengabdikan hidupnya untuk Tao.

 

Sistem ini menitik beratkan pada aturan-aturan dan tata cara upacara. Disamping itu juga menggali secara lebih mendalam mengenai struktur dan kepangkatan Dewa-Dewi, beserta nama-nama sucinya. Setiap Dewa-Dewi memiliki fungsi, tugas, dan jabatannya masing-masing yang mana diundang berkaitan dengan upacara-upacara tertentu. Oleh karena itu dalam sistem ini pengetahuan mengenai kedewaan dan tata cara upcara merupakan sebuah hal yang sangat mendasar.

 

Sekte-sekte yang mengkhususkan diri pada sistem ini adalah : sekte Tianshi Dao (didirikan oleh Zhang Dao-Ling), sekte Zheng-Yi Meng-wei. Jaman sekarang dapat ditemui di Bai-yun guan (Beijing), serta banyak terdapat pula di Taiwan.

 

6.Sistem Tata Hati

Didalam agama Tao terdapat sebuah pandangan bahwa tidak ada hal-hal spiritual saja yang dipentingkan, tetapi juga praktek dalam kehidupan nyata sehari-hari. Sistem ini menekankan pembelajaran mengenai tata moral, tata hubungan sosial, masalah etis, dan kemanusiaan. Secara garis besar, inti sarinya mengajarkan pentingnya praktek ‘melakukan perbuatan baik’. Teorinya mengatakan bahwa perbuatan baik akan mendapatkan pahala dan perbuatan buruk akan mendapatkan balasan/ hukuman; tanpa membina diri pribadi dalam praktek kehidupan sehari-hari maka perkembangan spiritual menjadi hal yang mustahil.

 

Pandangan ini sebenarnya sudah ada semenjak jaman prasejarah Tiongkok. Namun mulai berkembang nyata pada jaman dinasti Han. Selanjutnya dikembangkan oleh Ko Hung pada abad ke-4 SM dalam kitab Bao-bu-zi. Sistem ini berkembang menjadi sebuah aliran tersendiri pada abad ke-12M. Dimana tokohnya yaitu Li Yin-Zhang menulis kitab Tai-shang gan –yin pian. Buku ini diterbitkan pada jaman dinasti Sung, dimana popularitasnya menginspirasi suatu gerakan Taois untuk membawa ajaran ini keluar dari pertapaan/perguruan untuk dipelajari oleh orang awam. Oleh karena itu dapat dimaklumi bahwa ajaran inilah yang biasanya ditemukan di Klenteng-Klenteng yang tersebar di dalam masyarakat awam.

 

Sekte yang khas mendalami sistem ini adalah: Quan Zhen (bag.Utara), sekte Xuan-tian, dan sekte Wu-Liu.

Share

No comment yet.

Leave a Reply








*