Intan Dalam Debu – the web

Tahun baru Imlek bagi umat TAO

Posted by adminidb January 10, 2015, under Volume 14 | No Comments

Tahun baru Imlek bagi umat TAO

Oleh : Yusna-Bandar Lampung

 

Sejak dulu kala orang-orang Han turun temurun hingga kini di mana saja pasti merayakan tahun baru Imlek (Yin Li Xin Nien).

 

Mereka menjelang hari itu, membersihkan rumah dan membeli buah-buahan, hio, sesajian. Selain sembahyang pada leluhur (Zu Xian), mereka juga sembahyang pada Thian Kong memohon diberi banyak rejeki dan keselamatan.

 

Imlek (Yin Li) sendiri ialah hitungan hari (Kalender) yang berpatok pada rotasi bulan terhadap bumi, ditambah pengkoreksian terhadap matahari, sehingga ada tahun-tahun tertentu disebut Lun. Penghitungan ini diciptakan oleh orang-orang Han kuno setelah diadakannya pengamatan, penelitian dan uji coba berpuluh hingga beratus tahun lamanya.

 

Imlek disebut juga ‘Nung Li’, kata Nung berarti bertani. Ketepatan hitungan hari, musim dan cuaca dalam penanggalan Imlek, sangat bermanfaat bagi pertanian. Oleh karena itu di negara-negara agraris di Asia, banyak juga yang menggunakan kalender Imlek.

 

Di negara-negara empat musim, hari tahun baru Imlek jatuh pada hari pertama mulainya musim semi (Chun Jie), maka ada kata-kata ‘GONG HE YIN LI XIN NIAN HE CHUN JIE’.

 

Apa hubungannya tahun baru Imlek dengan agama Tao?

 

Tahun Baru Imlek mempunyai arti khusus dan penting bagi umat Tao, karena saat pergantian tahun ini dipercaya bahwa Thian Kung beserta semua Dewa-Dewi yang ada keluar berarak-arakan untuk merayakan pergantian tahun. Dipercaya pula bahwa pada saat tanggal 1-15 bulan 1 Imlek para Dewa-Dewi dengan murah hati akan memberikan berkah Nya.

 

Bagi umat Tao sembahyang malam Tahun Baru Imlek merupakan hari istimewa, karena pada saat itu, kita dapat menghadap/memberi hormat serta berterima kasih kepada Thian Kung sekaligus semua Dewa-Dewi yang ada, serta mohon perlindungan dan kemurahan rejeki dan kebahagiaan di tahun baru yang akan dijalani.

 

Sebagai manusia yang mempunyai nurani, rasa terima kasih ini ada yang mewujudkannya dengan meletakkan buah-buahan, teh dan permen di atas meja sembahyangnya, seperti layaknya kalau kita hendak berterima kasih kepada seseorang.

 

Salam Tao.

Share

No comment yet.

Leave a Reply








*