Intan Dalam Debu – the web

Belajar Seumur Hidup

Posted by adminidb February 4, 2015, under Volume 15 | No Comments

Belajar Seumur Hidup

Oleh : Hu Wei Lin – Salatiga

 

Pada saat kita dilahirkan, kita seperti selembar kertas putih yang kosong. Kemudian banyak hal-hal baru yang kita pelajari yaitu:

  • Ketrampilan fisik seperti belajar memegang barang, belajar merangkak, berjalan, berlari dan akhirnya mempelajari beberapa jenis olahraga.
  • Pengetahuan seperti belajar bicara, menyanyi, dan setelah masuk sekolah kemudian belajar matematika, fisika, biologi, dll. Sampai perguruan tinggi mempelajari pengetahuan khusus seperti kedokteran, arsitek, pertanian, dll.

 

Dalam mempelajari ketrampilan dan pengetahuan ini ada orang yang cepat bisa, tapi ada yang sudah mencoba susah payah tetap sulit. Ada ketrampilan dan pengetahuan yang mudah kita kuasai, tapi ada ketrampilan dan pengetahuan lain yang sulit kita mengerti. Mengapa hal ini terjadi?

 

Menyangkut tentang belajar ini, juga sering kita dengar orang-orang setengah baya dan orang tua yang mengatakan:

  • Saya sudah tua, buat apa belajar lagi?
  • Biarlah yang muda-muda saja yang belajar.

 

Apakah pernyataan tersebut benar/relevan? Sampai kapankah kita harus belajar? Sampai umur berapa kita perlu belajar?

 

Siu Tao

 

Kita melihat diantara Taoyu-Taoyu ada yang baru di Tao-ying beberapa bulan/ beberapa tahun sudah bisa naik tingkat, tetapi ada yang belajar Tao puluhan tahun baru bisa naik tingkat. Mengapa demikian?

 

Sebagai contoh si A, yang pada reinkarnasi sebelumnya belum pernah belajar Tao dan baru pada kehidupan sekarang beruntung bisa bertemu Tao, maka prosesnya: Si A belajar Tao beberapa puluh tahun baru bisa naik tingkat 1 dan kemudian sampai meninggal baru tingkat 1. Pada reinkarnasi berikutnya si A bertemu Tao lagi maka bisa terjadi hanya belajar beberapa bulan/beberapa tahun langsung naik tingkat 1, tapi terus belajar beberapa puluh tahun baru bisa naik tingkat 2 dan sampai meninggal masih tingkat 2.

 

Pada reinkarnasi berikutnya lagi si A bertemu Tao lagi, bisa saja baru belajar beberapa bulan/beberapa tahun langsung naik tingkat 2, kemudian belajar terus beberapa puluh tahun baru bisa naik tingkat 3.

 

Dari contoh si A tersebut dapat kita lihat proses belajar adalah bersambung dalam proses reinkarnasi kita. Apa yang kita pelajari sekarang akan bermanfaat dalam kehidupan sekarang maupun pada reinkarnasi yang akan datang. Proses belajar yang bersambung ini berlaku dalam belajar Tao maupun dalam belajar ketrampilan dan pengetahuan lainnya yang sudah disebutkan di depan.

Kehidupan sehari-hari

 

Beberapa tahun yang lalu, penulis mendengar bahwa anak yang jenius di sekolah, kenaikan kelasnya melompat-lompat (misalnya dalam hal ini si B0.

 

Pada waktu si B di kelas 1 dia cepat menguasai bahan pelajaran kelas 1 dan 2, maka dia dinaikkan langsung ke kelas 3. Lalu di kelas 3 si B cepat menguasai bahan pelajaran kelas 3,4 dan 5, maka dia dinaikkan langsung ke kelas 6. Demikian seterusnya.

 

Mengapa hal ini bisa terjadi? Karena dalam reinkarnasi sebelumnya si B sudah menguasai bahan-bahan yang diajarkan di sekolah tersebut sehingga di sekolah dalam kehidupan sekarang dia hanya seperti mengulang pelajaran yang sudah dikuasai.

 

Kita melihat bahwa ada hubungan antara orang jenius dngan proses belajar yang bersambung pada saat reinkarnasi. Jadi apapun yang kita pelajari baik itu tentang TAO, tentang ilmu kedokteran, ilmu fisika, ilmu kimia, ilmu psikologi, ilmu tehnik, dll akan besar manfaatnya bagi kita apakah itu di kehidupan sekarang maupun pada reinkarnasi kemudian.

 

Sampai kapan kita harus belajar? Sampai umur berapa kita harus belajar? Jawaban yang tepat adalah “Belajarlah yang rajin sampai akhir hayat”. Pelajarilah sebanyak mungkin ilmu pengetahuan yang bermanfaat yang bisa anda dapatkan.

 

Catatan penulis: banyak pengetahuan juga dapat menunjang Kung Tek, lebih jelasnya akan dibahas dalam artikel Kung Tek.

 

Salam Tao.

Share

No comment yet.

Leave a Reply








*