Intan Dalam Debu – the web

Kejujuran Menuju Kebijakan Sejati

Posted by adminidb March 2, 2015, under Volume 15 | No Comments

Kejujuran Menuju Kebijakan Sejati

Oleh : Tan Acai – Jakarta

 

Pertama kali kita mengenal kejujuran ialah dari orang tua kita. Merekalah yang mendidik, membimbing, agar kelak bila dewasa, tidak suka berbohong, menjadi orang yang berguna dan selalu disenangi banyak orang.

 

Singkat kata kejujuran adalah suatu kepribadian yang mulia yang dimiliki seseorang (seperti sifat/kepribadian yang dimiliki Dewa-dewa kita, salah satunya Dewa Kwan kong).

 

Namun sangat disayangkan entah jaman semakin canggih atau orang dewasa hebat dengan apa yang telah dimilikinya, sehingga kejujuran lambat laun menjadi pudar dalam hati kita.

 

Kalau boleh saya katakan banyak di antara kita bersandiwara/ memakai topeng untuk menutupi segala kekurangan yang ada dalam diri kita.

 

Jadi boleh dikatakan jika sandiwara yang kita mainkan terlalu lama, topeng yang kita pakai juga jarang kita lepaskan, lama kelamaan menyatu dalam diri kita. Sesungguhnya inilah yang membuat kita kehilangan / lupa akan siapa kita dan bahkan bangga atas sandiwara/kebohongan yang kita lakukan.

 

Kita bisa saja berbohong pada orang tua, pacar/teman. Namun kenyataannya kita tidak bisa berbohong kepada diri kita sendiri dan kepada Yang Maha Kuasa.

 

Saat masalah berdatangan, bencana datang, penyakit juga tiba, dan karma membelit, masihkah kita bangga atas semua perbuatan yang bertentangan dengan hati kecil kita? Saat itu kita............... penyesalan selalu datang terakhir.

 

Tapi apalah arti sebuah penyesalan, semua orang yang pernah kita sakiti, kita bohongi satu persatu menjauhi kita, bahkan orang yang kita cintai juga tidak mau peduli lagi.

 

Sebelum terlambat / semua itu terjadi, cobalah sekali-kali kendalikan diri kita.

 

Mungkin tips di bawah ini boleh di coba :

  • Pejamkan mata, tinggalkan topeng/sandiwara kita sebentar.
  • Berusahalah untuk tidak melihat, mendengar, berpikir dan berbicara. Mengapa harus begitu?

* Karena dengan mata membuat kita lapar dan ingin memiliki.

* Mendengar sesuatu yang tidak abik ini membuat kita goyah dalam menentukan sikap.

* Sedangkan berpikir/berbicara keunggulan orang lain membuat kita tidak jujur dalam menjalani hidup (selalu berbohong/gengsinya terlalu tinggi).

  • Diamkan diri kita, biarkan beberapa saat hingga menjadi bening, gunakan hati yang paling dalam. Kita dapat merasakan kedamaian/melihat sisi lain dari dunia. Dunia ini indah, tidak buruk. Dengan kejujuran yang timbul dalam diri membuat kita jauh dari tekanan, beban dan jauh dari perasaan menyesal/perasaan bersalah.

 

Memang kejujuran/bertindak jujur tidak selalu berdampak baik, semuanya sesuai dengan situasi dan kondisi dari sudut pandang masing-masing yang terpenting harus sadar dan mengerti dalam menentukan sikap.

 

Salah satu contoh kejujuran berbalik menjadi kita marah/sebal:

  1. Kita berusaha jujur pada si “Dia” bahwa kita tidak bisa ikut dalam suatu acara. Namun ternyata dia tidak perduli dengan alasan yang kita katakan, malah membuat kita malu di depan banyak orang. Sebagai manusia biasa tentu saja kita bisa marah, tapi bila kita berpikir tentu orang itu punya alasan berbuat begitu atau tidak sadar bahwa dia sudah membuat kita malu maka amarah kita akan sedikit mereda. Hikmahnya kalau kita sadar/mengerti, kita bisa mengenal berbagai watak manusia sehingga membuat kita mudah mencari teman dalam bergaul.
  2. Contoh lain, kita jujur pada orang yang kita cintai. Namun ternyata dia tidak memperdulikan kejujuran kita, tak peduli sedikitpun tentang kita. Tentu sebagai manusia kita akan jengkel juga. Hikmahnya, sekurang-kurangnya kita berusaha jujur pada diri kita, dan merasa puas dengan tindakan yang kita lakukan/punya kepastian dalam melangkah hari esok yang lebih baik.

 

Jadi kejujuran itu sendiri membuat perasaan kita lega, tidak terbebani tidak membuat kita susah dalam menghadapi berbagai masalah. Tetapi yang terpenting, kita harus sadar dan bijak dalam bertindak jujur, mengerti dengan situasi/kondisi yang kita alami, pasti kejujuran tersebut akan membuat kita bahagia dan lebih percaya diri.

 

Sesuatu yang benar akan tetap benar, yang putih tetap putih sedangkan hitam akan kelihatan hitam.

 

Salam Tao.

Share

No comment yet.

Leave a Reply








*