Intan Dalam Debu – the web

Curahan Hati Nurani

Posted by IDB September 27, 2003, under Volume 16 | 4 Comments





Curahan Hati Nurani

Dari : Lie Ping Sen

 

Curahan Hati Nurani

Pada jaman Dinasti Song Utara, di daerah Suzhou, ada seorang pejabat tinggi yang bernama Fan Zhong Yan, hidup secara sederhana, dengan integritas dan moralitas yang tinggi.

Meletakkan kepentingan negara/rakyat diatas segalanya. Suatu hari, saudaranya menawarkan tanah dan villa yang mewah dengan harga murah, dengan lokasi yang sangat bagus dan strategis agar sebagai pejabat tinggi, dia bisa menempati tempat tinggal yang lebih layak.

Apa yang dilakukan oleh pejabat tersebut, dia segera mengeluarkan uang untuk membeli villa itu, namun bukan untuk dirinya sendiri, tetapi dijadikan sekolah bagi rakyatnya.

Ketika anak-anak dan saudaranya bertanya, dia berkata:

"Tunjukkan kepedulian pada masalah negara terlebih dahulu dan jadilah yang terakhir untuk menikmatinya".

Dia juga mengatakan:

"Moralitas yang tinggi tidak cukup hanya dipahami di dalam hati, haruslah diwujudkan di dalam tindakan".

Ada satu perkataan dari pejabat tersebut, yang dikenang secara turun temurun, dari generasi ke generasi, dan dijadikan panutan, yaitu:

"JIKA RAKYAT TIDAK BAHAGIA, BAGAIMANA AKU BISA BAHAGIA?"

Cerita tersebut, membuat diriku merenung berhari-hari, andaikata diantara Taoyu-Taoyu kita, ada yang berjiwa seperti pejabat Fan tersebut….Yang meletakkan kepentingan TAO kita diatas kepentingan pribadinya, menjadikan kemajuan Tao sebagai ukuran kemajuan dirinya.Mungkin ini hanya suatu angan-angan, entah kapan bisa terwujud. aku ingin semua Taoyu mempunyai pandangan hidup seperti ini:

JIKA TAO TIDAK BISA MAJU DAN BERKEMBANG DENGAN BAIK, BAGAIMANA BISA DIKATAKAN TAO SAYA MAJU?

Lakukan apapun yang bisa dilakukan, dengan tujuan agar Tao bisa berkembang dan maju. Berbuatlah sesuatu, agar Taoyu-Taoyu juga bisa mendapat kemajuan, dengan majunya Taoyu-Taoyu didalam Siutao-nya, maka Tao juga akan maju. Sumbangkan pikiran, sumbangan tenaga, sumbangkan harta, sumbangkan segalanya untuk kemajuan Tao kita.Kalau itu semua sudah kita lakukan ,didalam batin kita yang terdalam, didalam hati nurani kita , tidak akan menyesal seumur hidup.

MUNGKIN KARENA DIRI SAYA ,TAO BELUM BISA MAJU DAN BERKEMBANG PESAT , TAPI JANGAN SAMPAI TAO BERANTAKAN KARENA TINDAKAN DAN KEBODOHAN SAYA.

Kalau itu sampai terjadi , misalnya Taoyu-Taoyu berantakan , organisasi Tao berantakan , dan Tao secara keselurahan juga berantakan karena kita , karena kebodohan kita , karena kesombongan kita , karena ego kita , karena kecurangan kita , karena kepicikan pikiran kita , kesalahan itu tidak akan terampuni , kesalahan itu akan menghancurkan usaha Siutao kita selama ini , kesalahan itu entah harus kita tangung berapa lama , sampai kita reinkarasi berapa kali lagi.Curahan Hati Nurani

Berbuatlah bijaksana , berpikirlah secara jernih , berpedomanlah pada moralitas yang tinggi , jangan sampai menyesal seumur hidup.

Hidup yang sekarang ini , sudah ada kejodohan untuk bertemu Tao , peganglah erat – erat kesempatan itu , harus menunggu sampai kapan ? , baru bisa sadar.

Share

Currently have 4 Comments

  1. Saya setuju dengan pendapat Ko Ping Ping,

    Namun tujuan yang baik bukan sekedar teori ataupun ada kepentingan pribadi tapi didasarkan pada aplikasi dan keinginan yang tulus.

  2. memang moralitas sulit diterapkan. tapi bukan berarti tidak bisa. harus disertai kesungguhan hati dan kadang-kadang pengorbanan.

  3. hmm salam kenal saja y
    thanx udah coment diblog ku
    wah sepertinya blog ini menarik juga
    see u :P

  4. spiritual harus berpaksi kepada diri kita sendiri.. di sana kita akan temui sang pencipta.. maka visi misi harus jelas..

Leave a Reply








*