Intan Dalam Debu – the web

Gundah Seorang Tao Yu

Posted by kichigai April 18, 2004, under Volume 18 | No Comments





Gundah Seorang Tao Yu

Oleh : Fei Ming-Jakarta

 

Gundah Seorang Tao YuTao adalah jalan, jalan kebenaran yang harus kita jalani. Semua orang pasti sudah memahami makna kalimat diatas. Masalahnya adalah penjabaran arti ?JALAN? itu sendiri yang kurang bisa dicerna untuk dijalani.

Tao Yu A sudah sekian tahun belajar Tao, tetapi hatinya gundah lantaran anaknya tidak bisa / tidak mau mengerti / tidak mau mendalami Tao. Tao Yu B dengan pasangan hidupnya yang tidak sejalan dengan Tao. Tao Yu C bahkan anak-anaknya tidak pernah tahu apa itu Tao. Ironis memang. Pantaslah kalau hati masih gundah, galau dengan persoalan-persoalan tersebut. Kalau yang tidak mengerti Tao itu orang tuanya, kakaknya, atau mereka-mereka yang lebih besar pangkat darinya, masih sedikit banyak dapat dipahami.

Lalu apanya yang salah!? Bagaimana mengerti Tao yang utuh? Bagaimana menjalani Tao / Siu Tao yang asli!? Bagaimana meragi Tao yang agung yang selama ini memberi manfaat besar bagi dirinya?? Bagaimana? dan bagaimana???

Ini semua akhirnya toh kembali pada individu yang menjalani Tao / Siu Tao tadi. Egoiskah dia?? Pasti tidak, karena ia biasanya aktif ke Tao Kwan, aktif mendengar ceramah Tao, aktif dalam organisasi, aktif menyebarkan Tao pada teman-teman dekatnya. Kurang cakapkah dia dengan Tao-nya?? Tidak juga. Berdiskusi tentang Tao, OK punya. Lalu? apanya yang kurang??

Mungkin :

  1. Kurang terbuka dilingkungan keluarganya.
  2. Kurang komunikasi diantara anggota keluarganya.

Ironis memang.

Seharusnya teman terdekat kita adalah anggota keluarga kita. Memang hirarchi kepangkatan terkadang lebih kental dalam keluarga, tapi Tao tetap ada dalam tersebut kan!? Kalau kurang komunikasi sebagai alasan akan menjadi mudah yaitu ?ubahlah? karena kita kurang harmonis; anak cucu kita jalan sendiri-sendiri, kurang / tidak mengerti Tao bahkan mengakui bapak orang lain menjadi / sebagai bapaknya. Ini pasti bukan ?Tao yang seutuhnya? lagi.

Cinta suami-istri, cinta anak-orang tua, cinta keluarga itulah dasar pijakannya. Sebarkanlah ?Tao yang asli? ini pada anggota terdekat kita yaitu keluarga kita dahulu, kemudian lingkungan yang lebih luas. Dengan demikian sedikit demi sedikit pemahaman Tao untuk keluarga telah diraih dan dijalani. Niscaya satu kegundahan telah terselesaikan dan Siu Tao kita maju satu langkah lagi, lebih damai dan tentram.

Salam Tao

Share

No comment yet.

Leave a Reply








*