Intan Dalam Debu – the web

Nilai Sebuah Kegagalan

Posted by kichigai August 20, 2004, under Volume 18 | 1 Comment





Nilai Sebuah Kegagalan

Oleh : Sony Kang ? Salatiga

 

Kita semua pernah mengalami suatu kegagalan, mengapa kita perlu dan mesti mengalami kegagalan ?

Nilai Sebuah KegagalanPernah anda melihat berlian mentah ? kita yakin jika hari ini kita berhadapan dengan beberapa butir ?berlian mentah?. Sebagian besar kita tidak akan mengenalinya. Ia seperti batu kasar biasa. Anda yang pernah membaca buku masyur berjudul ? Acres of Diamonds? (0,4046 Hektar Berlian) karya Russell H. Conwell setuju dengan pernyataan ini. peran utama dalam kisah ini, Ali, malahan meninggalkan ?0,4046 hektar berlian? untuk mencari berlian di tempat lain karena tidak mengetahui bagaimana sebenarnya rupa berlian mentah.

Sekarang, bagaimana ?batu kasar? ini dapat diubah menjadi berlian cantik yang begitu digemari oleh setiap wanita ? Dengan memoles !! ya, berlian mentah dipoles dan digosok berulang kali sebelum menjelma sebagai berlian perhiasan. Begitu juga dengan kita semua, kita dipoles,digodok, dan dibentuk oleh dewa-dewi kita dengan masa sulit, dan menderita sebelum menjadi unggul dan berkualitas!! karena ?kesusahan, kelelahan dan kegagalan akan menjadi kekuatan kita yang memungkinkan kita untuk bisa berkembang dan maju kedepan?.

Satu lagi contoh adalah emas dimana banyak orang rela mati untuk mendapatkan, semakin panas api yang melebur, semakin murni emas yang dihasilkan. Ini adalah suatu hakekat tanyakan kepada Tukang emas dan mereka akan memberitahu anda. Masa sulit, masa buruk, masa ?murung?, masa menderita semuanya dijadikan untuk membentuk diri anda. Sebagaimana api membentuk emas.

Tetapi kebanyakan dari kita tidak memahaminya. Ketika mengalami masa sulit, masa mengecewakan, kita menjadi marah dan kecewa. Kita mulai memaki dan menyumpah serapah. MENGAPA AKU !? orang yang dapat mengetahui manfaat pengalaman buruk mungkin terus tunduk kepada nasib dan menghabiskan sisa hidup sebagai orang yang marah dan kecewa, dan juga menjadi pecundang. Sehingga mereka mengucilkan diri dari orang lain dan hidup dalam kehampaan.

Pada kondisi demikian anda seharusnya berkata pada diri sendiri. Anda tidak sepatutnya bertanya MENGAPA AKU ? Anda seharusnya bersyukur kepada Dewa-Dewi kita, karena kita yang mengalaminya ! Anda telah terpilih ! sebab kita ini dilebur dalam wadah yakni Tao yang nantinya kita menjadi orang-orang yang tangguh di masa depan dan menjadi ujung tombak demi kebesaran dan kemajuan Tao kita ini.

Share

Currently have 1 Comment

  1. Ya, setiap orang yang berada dalam kegagalan tidak boleh mengatakan mengapa aku, tetapi dirinya harus mengatakan, aku harus bisa...

Leave a Reply








*