Intan Dalam Debu – the web

Sebuah Pledoi untuk Mang Ucup

Posted by kichigai August 20, 2004, under Volume 18 | 1 Comment





Sebuah Pledoi untuk Mang Ucup

Oleh: Mirianto-jakarta

 

Pada suatu hari ada seorang pemuka agama aliran Mang Ucup, katakanlah namanya Hua Ce Leng?. Hua Ce Leng datang menghampiri temannya, Dudu yang penganut Taoisme dengan maksud untuk menarik umat.

Ce Leng : Selamat pagi, Dudu?.

Dudu  : Eh?.... Ce Leng? selamat pagi juga, ada kabar apa nih?

Ce Leng : Oh, saya hanya ingin melihat-lihat kamu saja?. Bagaimana hubunganmu dengan Tuhan sekarang ini?

Dudu : Ah? biasa-biasa saja? masih sama seperti dulu?..

Ce Leng : Oh? biasa-biasa aja yah?. Kacian deh loe?.. Nih, saya mau tawarin Tuhan saya? namanya Mang Ucup?..

Dudu : Loh? emangnya apa kelebihan si Mang Ucup itu?

Ce Leng : Oh? Mang Ucup itu bisa menjamin keselamatan kita setelah kita mati?.. Karena katanya Mang Ucuplah satu-satunya kebenaran?. Coba, kalau kamu? apakah TAO itu bisa menjamin keselamatan kamu setelah kamu mati?

Dudu : Tidak sih?.

Ce Leng : Kalau begitu, siapa yang akan menjamin kehidupan kamu setelah kamu mati nanti?

Dudu : Ya, diri kita sendiri?..

Ce Leng : Kok begitu?.. Payah donk TAO kalau begitu?..

Dudu : TAO bukannya payah? TAO itu tidak sembarangan menjamin seseorang?. Ada beberapa hal yang menyebabkan seseorang tidak selamat setelah dia mati?..walaupun dia sudah belajar TAO?.. Mau dengar contohnya?.

Ce Leng : Boleh?..

Akhirnya cerita pun bergulir???Dimulai dari seseorang yang bernama Sam Seng Kia,  seorang penganut TAO yang sangat fanatik. Pada suatu hari dia meninggal, dan kemudian rohnya bertemu dengan TAO.

TAO : Siapa kamu?

Sam Seng Kia : Saya adalah penganut TAO setia, nama saya Sam Seng Kia?.

TAO : Hm? begitu, kalau begitu kamu harus reinkarnasi lagi, karena kamu belum WU (sadar) akan diri kamu.

Sam Seng Kia : Loh, kenapa saya harus reinkarnasi lagi? Itu tidak adil? Bukankah saya selama di dunia ini tidak pernah melakukan kesalahan?

TAO : Apakah kamu pernah membunuh atau mencuri ?

Sam Seng Kia : Tidak, saya tidak pernah membunuh, mencuri, berbohong, atau segala hal yang memalukan apapun di dunia ini?

TAO : Terus, apa kamu pernah berbuat KUNG TEK (amal) ?

Sam Seng Kia : Banyak sekali?.. Saya bahkan menarik banyak umat supaya masuk TAO, karena itu berarti sudah Sien Yang Cen TAO (Menyebarkan TAO yang benar).

TAO : Bagaimana cara kamu menarik umat?

Sam Seng Kia : Yah, dengan menceritakan kebenaran TAO, dan juga menceritakan ketidakbenaran agama lain.

TAO : Itu juga kamu sudah salah?. Sien Yang Cen TAO artinya adalah menyebarkan TAO yang benar, bukan menarik umat. Karena TAO tidak pernah menarik umat. TAO itu berpegang teguh pada prinsip ?Datang tidak diundang, pergi tidak diantar?.

TAO : Lalu, apakah cerita yang kamu sampaikan itu benar adanya untuk menarik umat? Hm? maksud aku, kamu sudah benar-benar mempelajari tentang agama mereka itu?

Sam Seng Kia : Tidak, saya hanya mengarang cerita bohong saja?. Saya tidak pernah belajar tentang agama mereka?. Memang ada sih yang saya paksa-paksa terus, walau mereka sudah bilang tidak mau, tetapi akhirnya masuk TAO juga. Ada juga sih yang tahu saya berbohong, lalu menghina saya.. Lalu dalam hati saya berpikir, kalau saya sudah membela TAO, segala hinaan itu adalah berkah bagi saya, karena itu berbahagialah saya yang sudah dihina?

TAO : Wah? sungguh dosa yang besar?. Kamu bukan hanya menfitnah tapi juga membunuh? dan seperti kamu tahu, kalau menfitnah itu lebih kejam dari pembunuhan. Padahal TAO itu mengajarkan untuk tidak melakukan segala bentuk kejahatan, senantiasa mengembangkan kebajikan, membersihkan bathin, mementingkan welas asih.

Sam Seng Kia : Loh, siapa yang saya bunuh?

TAO : Kau membunuh iman orang, kau menganggap dirimu sendiri benar dan menjatuhkan iman orang dengan hal-hal yang tidak kamu ketahui.

Akhirnya Sam Seng Kia itu malah dimasukkan ke neraka, karena tidak sadar akan kesalahannya?

Dudu : Nah, itulah sebabnya kenapa TAO tidak bisa menjamin keselamatan seseorang setelah dia mati? Saya sih tidak tahu yah.. kamu pengikut Mang Ucup? Kamu suka sekali menfitnah agama orang lain, seperti agama TAO saya ini, dan juga mungkin agama TriDharma lainnya? sudah menfitnah agama orang lain, dan juga sudah ketahuan bohongnya, dan juga sudah dijelaskan dan dimarahin, eh? kamu malah merasa kalau diri kamu itu dianiaya, dan malah menggunakan ayat dari kitab suci mu dan mengatakan ?Bersenanghatilah kamu yang karena Mang Ucup, kamu dicela dan dianiaya, oleh sebabnya kamu adalah empunya kerajaan di khayangan?. Saya sih tidak tahu, apakah Mang Ucup itu memang membolehkan menghina dan menfitnah agama orang lain?  Apakah itu juga bisa diselamatkan? Ingatlah nasihat ini,  ?Janganlah berlebihan dikala menghadapi keperihan. Sadarlah dari mana keperihan itu berasal dan bermula, Jika batin dan pikiran mu sudah resah, tak akan ada satupun kebenaran yang keluar dari mulutmu?

Ce Leng :  Tapi saya tetap menggangap agama Mang Ucup paling benar? dan selain Mang Ucup, kamu pasti tidak akan selamat?.

Dudu : Itu, karena kamu sudah mencapai tahap tertinggi dalam agamamu itu? yang tidak akan pernah bisa dicapai oleh kami kaum SIUTAO, yaitu tingkat fanatik. Memang, kaum TAO tidak mengajarkan bahkan melarang kepada kami untuk fanatik, yang mungkin menurut ajaran kamu bisa membawa kamu ke surga. Kenapa demikian? Karena dengan fanatik, kita akan merasa diri kita paling benar, sehingga kita tidak mau mendengarkan kebenaran orang lain.

Ce Leng : Bukannya saya tidak mau mendengarkan agama orang lain, tapi saya ini bertindak tegas? Saya bertindak sesuai dengan kitab Mang Ucup.

Dudu : Hal seperti kamu yang demikian bukanlah disebut ketegasan, tapi tidak punya toleransi?. Tegas dan Toleransi adalah dua hal yang berbeda. Tegas layaknya sebuah peraturan yang diketahui bersama, tapi ada seorang anak hakim yang melanggar peraturan itu, tapi sang hakim tetap menghukum anaknya sesuai peraturan, itu baru tegas. Sedangkan toleransi, tidak ada peraturan bersama. Masing-masing punya kebebasan sendiri, tapi kamu memaksakan kebenaran kamu itu. Karena seperti kamu ketahui ?Semakin seseorang berusaha memaksakan kebenarannya kepada orang lain, maka ia akan semakin tenggelam ke dalam lumpur kesesatan?. Kalau seseorang sudah fanatik, maka ia akan menjadikan dirinya menjadi sombong,  karena dia paling benar, dan dialah yang pantas masuk surga? Apakah benar Mang Ucup pasti menjamin hal tiu?

Ce Leng : Hahaha?. Bodoh kamu itu, fanatik itu boleh? asal tidak munafik?.

Dudu : ???!!!??? Bagaimana mungkin orang yang fanatik tidak munafik? Ingatlah satu nasihat ini, ?Mereka yang waspada dan melakukan sesuatu dengan sepenuh hati, sering berhasil. Mereka yang sembrono akan bertindak sembarangan dan sering tidak berhasil?.  Maka itu, bertobatlah, janganlah lagi memaksakan menarik umat dengan cara-cara yang tidak elegan?. cara-cara yang menfitnah agama orang lain, ingatlah kalau semua agama punya kebenarannya masing-masing. Kalau kamu tidak tahu sebenarnya agama TAO itu janganlah sembarangan berbicara tentang agama TAO. Masih banyak lagi yang sebenarnya saya harus bicarakan, tapi maaf, saya sudah lapar, mau makan dulu. Akan tetapi, kalau kamu masih berminat mendengarkan cerita saya ini, ingatlah belajarlah lagi, dan jadilah bijaksana, karena saya tidak suka berbicara dengan orang yang tidak punya toleransi seperti anda, karena itu sama saja artinya saya bermain gitar dengan seekor sapi.

Dan akhirnya Dudu pun meninggalkan Ce leng sendirian.

Share

Currently have 1 Comment

Leave a Reply








*