Intan Dalam Debu – the web

Thay Cik, Pedoman Hidup Kita

Posted by kichigai August 19, 2004, under Volume 18 | 1 Comment





Thay Cik, Pedoman Hidup Kita

Oleh : Candra B. - Jakarta

 

Thay Cik, Pedoman Hidup KitaThay cik sebagai sesuatu yang sifatnya universal tentunya meliputi berbagai bidang kehidupan, tetapi di sini saya coba membahasnya dalam dua bidang saja, yaitu bidang penilaian dan bidang kesehatan.

Thay Cik ? Yin Yang, apakah sebenarnya makna thay cik ini??.

Kita sering mendengar orang membicarakannya & menghubungkannya dengan keseimbangan? katanya kita harus seimbang ininya, harus seimbang itunya? Tapi apakah benar begitu????

Menurut saya thay cik sebagai pedoman kita, sebagai tujuan kita, bukan merupakan keseimbangan jadi kita bukannya harus menyeimbangkan ini ? itu. Memang kalau thay cik diterapkan sebagai keseimbangan kita akan menganjurkan pada teman kita yang kita pandang ?kurang baik? untuk berbuat baiklah untuk menyeimbangkan, hal ini kelihatannya masuk akal?. tapi kalau keseimbangan kita terapkan pada sisi yang satunya ternyata menjadi tidak masuk akal, karena kita akan menganjurkan pada teman kita yang kita pandang ?sangat alim/saleh? untuk sedikit berbuat jahatlah untuk menyeimbangkan??

Menurut saya, thay cik sebagai ?pedoman? kita bukan sebagai simbol keseimbangan tetapi sebagai simbol dualisme yaitu untuk menyadarkan kita bahwa di alam ini selalu ada dua hal yang berbeda, ada dua hal yang berlawanan, mis. panas ? dingin, terang ? gelap, pria ? wanita, panjang ? pendek, baik ? buruk dll. dan di dalam hal-hal yang berbeda tersebut terdapat sedikit hal yang merupakan lawannya, yaitu dilambangkan  dan .

Dalam kehidupan kita, kita harus memilih menjadi  atau  dan diantaranya terdapat banyak lagi yang perbandingan hitam-putihnya relatif pada masing-masing orang. Jadi sebagai pedoman siutao kita, dan kepada siapapun kita anjurkan, untuk banyak berbuat baik, kita harus semaksimal mungkin mengurangi yang hitam agar kita bisa menjadi .

Kalaupun diterapkan dalam kita bermasyarakat, keseimbangan antara  dan  juga bukan tujuan kita, karena alam/thay cik dalam perputarannya dengan berjalannya waktu punya jalan sendiri untuk mengatur keseimbangannya. Mis. bila masyarakat menjadi  semua, lama kelamaan mereka akan berebut dan saling menjahati atau bahkan saling membunuh, jadi jumlah  akan berkurang dengan sendirinya.

Thay cik sebagai ?pedoman penilaian? pada kehidupan sehari-hari, yaitu tidak ada hal/perbuatan yang benar-benar baik dan tidak ada hal/perbuatan yang benar-benar buruk, yang ada adalah perbuatan yang ?tepat? pada saat yang tepat. Jadi belum tentu tepat bila dilaksanakan pada saat yang berbeda. Mis. ?berbohong? secara umum adalah perbuatan yang buruk tapi bila suatu saat kita berkata jujur dapat mencelakai orang maka lebih baik kita berbohong, seperti bila ada berita buruk yang bila saat itu kita sampaikan pada kakek kita yang sakit jantung akan membuatnya ?shock? atau bahkan meninggal maka lebih baik kita berbohong. Mungkin nanti ada saat yang tepat baru kita menyampaikannya.

Jadi penilaiannya :

perbuatan    -  memuji, memberi sedekah  dll

atau    perbuatan    -  berbohong, mencuri, membunuh  dll

(mengandung warna berlawanan!!)

Begitu juga bila ?pedoman penilaian? diterapkan dalam bermasyarakat, tidak ada hal/perbuatan baik yang benar-benar baik dan tidak ada hal/perbuatan buruk yang benar-benar buruk, semuanya itu relatif, tergantung dari sudut pandang siapa. Makanya dalam kehidupan sehari-hari kita dengar (mungkin kita alami sendiri) bahwa orang sudah berbuat baik tapi masih dicela juga. Ini hal biasa (anggap saja cobaan) yang akan kita alami dalam berorganisasi / bermasyarakat, karena sebenarnya penilaian ?tepat/tidak tepat?nya adalah bila hal itu dilakukan lebih banyak yang diuntungkan atau dirugikan, makin banyak yang diuntungkan berarti makin tepat. Semakin besar masyarakat / organisasinya semakin besar kemungkinannya untuk dicela karena makin banyak pikiran dan kepentingan yang terkait di dalamnya, seperti negara, apapun kebijakan yang diambil oleh presiden / pemerintah pasti ada yang mencelanya.

Jadi penilaiannya :

keputusan  atau keputusan

(mengandung warna berlawanan!!)

Thay cik sebagai ?pedoman kesehatan? dalam hal pengaturan makanan, yang sangat menentukan kesehatan kita, juga bukan sebagai keseimbangan.

Kita tentunya sering mendengar anjuran untuk vegetarian yang katanya baik untuk kesehatan, bisa awet muda dll. Tapi apakah begitu? Vegetarian seperti apa yang baik untuk kesehatan? Karena kalau ditelaah ternyata konsep vegetarianpun ada beberapa macam, ada yang hanya makan sayur-sayuran saja, ada yang makan telur diperbolehkan, bahkan ternyata ada yang makan ikan diperbolehkan.

Memang kalau kita banyak makan sayuran bagus buat kesehatan karena sayuran tidak mengandung kolestrol yang dapat mengganggu kerja pembuluh darah kita, dan banyak mengandung serat yang dapat membantu kerja pencernaan kita. Dari informasi yang pernah saya dengar mengenai riset yang pernah dilakukan oleh dokter olahraga juga menyatakan bahwa atlit balap sepeda yang makanannya sayur + daging dapat mengayuh sepeda (nonstop) lebih lama dari atlit yang hanya makan daging saja, dan atlit yang makanannya sayur saja dapat mengayuh sepeda lebih lama dari atlit yang makan sayur + daging. Jadi banyak makan sayur dapat meningkatkan stamina kita.

Tapi perbandingan yang tepat bukan vegetarian 100% dan juga bukan seimbang 50% sayur + 50% daging, tapi vegetarian +/- 95% yaitu sesuai dengan simbol

Seperti juga tercantum dalam terjemahan Kitab Suci Thay Sang Lauw Cin pasal 12 ayat 2

Makan minum secara sederhana

Lebih baik dari pada banyak daging ikan dan lemaknya

Perhatikan vitamin-vitamin dan mineral-mineral secukupnya

Tahan uji tahan lama daya bekerja

Hal ini juga sesuai dengan keterangan dari ahli gizi, bahwa biasanya tubuh kita memerlukan suatu zat yang adanya hanya pada hewan, sejumlah kurang dari 5% dari porsi makan kita.

Sekarang tergantung dari kitanya bagaimana mengatur pola makan kita yang 5% daging (hewani) dan 95% sayur & buah-buahan (nabati). Perlu diperhatikan bahwa 95% nabati bukan berarti 1 macam sayur sejumlah 95%, tetapi harus terdiri dari berbagai macam sayur & buah, agar kandungan gizinya lengkap.

Jadi dalam Siu diri kita, kita bukan berusaha seimbang tapi berusaha menjadi .

Salam Tao

Share

Currently have 1 Comment

  1. sangat setujuuuuuuuu sekali dan OK deh !

Leave a Reply








*