Intan Dalam Debu – the web

Thuan Ciek Ciu Se Lik Liang

Posted by kichigai February 6, 2005, under Volume 19 | No Comments





Thuan Ciek Ciu Se Lik Liang

Intan Dalam Debu

 

Thuan Ciek Ciu Se Lik LiangYang artinya adalah adanya kebersamaan dan bersatu, maka akan menghasilkan satu kekuatan yang besar, sehingga pekerjaan seberat apapun kalau dikerjakan bersama?sama akan terasa ringan.

Sebagai contohnya, semut. Semut yang kecil. Seekor semut memang tidak ada artinya, tetapi kalau semut itu sudah berkumpul, orang pun akan merasa ngeri, bahkan seekor semut cecak dapat ditarik, walaupun badan cecak lebih besar. Mengapa ?!. Karena semut?semut itu mempunyai jiwa kebersamaan, mau Thuan Cie, sehingga dapat menghimpun satu kekuatan yang besar walaupun kita tidak tahu, apa rahasia semut yang kecil itu untuk Thuan Cie.

Yang positifnya kita sebagai manusia patut belajar kebersamaan semut yang kecil itu, untuk menerapkannya dalam kehidupan kita sebagai manusia. Misalnya bila menerapkannya dalam keluarga kita, kalau keluarga kita ada rasa kebersamaan, saling menghormati, saling menghargai, sama?sama mau mengalah, mengatasi dengan kepala dingin, adil, tidak memberatkan satu sama lain. Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing maka keluarga itu akan menjadi keluarga yang rukun dan damai. Tali persaudaraannya pun akan menjadi kuat, menjadi orang tuanya pun akan merasa bangga, sebab orang akan salut kepadanya. Begitu pula kehidupan kita sebagai umat TAO.Sebagai umat TAO, sudah merupakan kewajibannya mengabdi pada TAO yang AGUNG ini. Dengan mendukung segala kegiatan?kegiatan TAO yang dipusatkan di TAO KWAN, yang hampir tersebar di seluruh Indonesia yang dipimpin langsung oleh SEFU, SESIUNG dan SECIE kita, agar dapat membimbing kita, menuntun kita ke jalan kebenaran, membuka pikiran kita supaya terhindar dari kesesatan. Meneruskan kebesaran YANG MAHA KUASA dengan berorganisasi, mendirikan yayasan?yayasan untuk menjabarkan TAO yang baik dengan keadaan yang lebih memadai. Beliau SEFU kita SESIUNG dan juga SECIE kita dengan kebesaran dari YANG MAHA KUASA membimbing kita, menuntun kita, membuka pikiran kita semua sebagai muridnya agar kita semua ke jalan kebenaran keluar dari kesesatan.

Beliau menjalani dengan sepenuh hati tanpa pamrih, hanya memberi tidak harap imbalan, sungguh mulia SEFU, SESIUNG dan SECIE kita, sungguh luhur budinya. Kita semua bersama?sama mewujudkan rasa terima kasih dengan mendukung kegiatan  TAO yang AGUNG ini, yaitu dengan pengabdian kita, tenaga kita, pikiran kita, uang kita dan lain sebagainya supaya cita?cita yang luhur itu akan tercapai. Cita?cita yang luhur itu tidak akan tercapai apabila tanpa adanya dana untuk membiayai segala kegiatan TAO yang AGUNG ini. Maka lahirlah ide yang begitu cemerlang dari seorang SESIUNG untuk menghimpun dana abadi untuk kegiatan TAO ini. Yaitu diadakannya program 5000 pilar, setiap pilar dinilai satu juta rupiah, kalau 5000 pilar berarti totalnya 5 milyar rupiah. Tujuannya adalah uang tersebut selamanya disimpan dalam bank, hanya bunganya saja dimanfaatkan untuk kegiatan?kegiatan TAO yang luhur ini. Kita sadar kalau 5000 pilar ini hanya dipikul beberapa orang saja tentu akan terasa berat, maka kita semua sebagai muridnya mau THUAN CIE seperti semut?semut kecil itu bersama?sama membantu yang tua maupun yang muda, yang mampu maupun yang kurang mampu. Marilah kita bersama?sama mewujudkan tanda terima kasih kita dengan menyumbangkan sebagian harta kita sesuai kemampuan kita masing?masing untuk mendukung program 5000 pilar ini, supaya tujuan yang luhur ini akan terwujud. Disinilah pentingnya THUAN CIE diantara kita sebagai TAO YU. Makanya janganlah bimbang dan ragu, bantulah semampu?mampunya selagi masih ada kesempatan untuk mendukung kegiatan TAO yang berkaitan langsung dengan maksud dan tujuan YANG MAHA KUASA atau DEWA YANG MAHA AGUNG. Setidaknya selama hidup kita telah berusaha semampu?mapu kita untuk berbuat sesuatu yang luhur ini. Disamping itu dengan mendukung program 5000 pilar ini akan termasuk salah satu cara untuk merubah nasib kita sebagai manusia.

Seperti tertulis pada buku kuning atau JIANG IE di halaman 97 bagian atas yang berbunyi sebagai berikut.

? Tenggelamnya nasib rumah tangga, seperti nyala padamnya lampu saja. Memupuk jasa, rumah tangga tak akan jaya dan bahagia, tidak menambah lampu pun tidak akan menyala. Dengan demikian tidaklah berlebihan banyak berbuat amal atau HAO SAN, maka nasib buruk tidak akan mendekati kita.?

Bagaimana caranya agar kita baru bisa THUAN CIE yang baik ?. THUAN CIE yang baik tumbuh dari hati nurani kita sendiri, mengerti dan menyadari tujuan THUAN CIE itu sendiri, baru dapat menjalani dengan tulus dan iklas. Disamping itu kita sendiri instropeksi diri sebab bagaimana pun juga kita adalah manusia biasa yang masih banyak kekurangannya, salah satu faktor yang paling dapat membuat konflik diantara kita sebagai manusia adalah menyangkut MING dan LI. Salah mengertikan MING dan LI akan menimbulkan masalah. Maka kita yang SIU TAO harusnya dapat mengatasi MING dan LI supaya tidak menimbulkan konflik dengan pengertian yaitu apalah artinya kita bila hanya dipuji manusia yang sifatnya sementara, lebih baik oleh DEWA sifatnya abadi selamanya walaupun tidak terlihat oleh mata orang lain. Disamping itu diantara kita sesama SESIUNG, SECIE, SETI dan SEMEI seharusnyalah sama?sama mempunyai rasa saling menyayangi, saling menghormati, saling menghargai, saling mau mengalah, ada masalah diatasi dengan kepala dingin, ada rasa adil tidak memberatkan satu sama lain, berat sama dipikul ringan sama dijinjing. Dengan demikian THUAN CIE baru dapat terwujud dengan baik. Menjalaninya pun tak terbeban karena hati senang dan iklas. Harapan saya, semua TAO YU tak terkecuali, sama?sama mempunyai jiwa kebersamaan seperti semut?semut yang kecil itu mendukung kegiatan TAO yang kita cintai ini. Semoga TAO berkembang lebih baik.

Demikianlah pandangan saya mengenai THUAN CIE CIU SE LIK LIANG semoga dapat bermanfaat.

Terima kasih.

Share

No comment yet.

Leave a Reply








*