Intan Dalam Debu – the web

HAM

Posted by IDB August 1, 2007, under Volume 25 | No Comments





HAM

Dari : Darmawan –Jambi

 

Apa itu sebenarnya HAM? Hak Asasi Manusia ya? Ooo..bukan, ternyata HAM di sini adalah hubungan antara alam & manusia di dalam kehidupan.

Sebagai contoh kita ambil unsur Air. Nah, dilihat dari susunan hurufnya “AIR” hanyalah kata yang singkat yang terdiri dari 3 huruf saja namun AIR merupakan salah satu dari 3 unsur (SAN YEN ) yaitu bumi, air, dan langit. Kehidupan manusia terus mengalir secara alami (CE RAN ) seperti juga halnya Air. Tanpa kita sadari air yang tidak asing lagi bagi kita, dekat sekali dengan kehidupan kita sebagai manusia. Air dapat dijumpai dalam hampir setiap proses kegiatan manusia tetapi jarang sekali orang menyelami makna/ falsafah air dalam kehidupan manusia itu sendiri.

HAMJika kita mau menelaah lebih dalam, manusia sama halnya dengan air. Dahulu air hanyalah air, namun melalui riset & pengembangan teknologi air dapat diproses dan bernilai lebih sehingga dapat dikomersialkan. Manusia itu sendiri juga harus bisa dikembangkan potensinya, melalui melalui berbagai proses misalnya belajar dari pengalaman, dan terus menyempurnakan pengetahuan agar dalam implementasinya terbentuk sumber daya manusia yang berkualitas & bermoral baik.

Berbicara tentang air, spesifiknya sifat-sifatnya air, ada beberapa sifat air yang perlu sekali ditanamkan dalam perilaku manusia sehari-hari.

Air mempunyai sifat selalu mengalir ke tempat yang rendah mempunyai makna ‘sifat manusia hendaknya tidak lekas sombong. Dengan mencontoh sifat air yang tenang, manusia akan lebih sabar; berpikir secara rasional dalam menyelesaikan masalah yang dihadapinya, jujur, mudah bergaul, dan beradaptasi serta bertutur kata yang lembut.

Warna air itu sendiri yang transparan menyerupai sifat dasar manusia yang polos, bermula sejak pertama kali manusia menghirup oksigen di muka bumi ini. Apabila manusia dalam segala aktifitas sehari-harinya mengadopsi sifat-sifat air sebagai fundamen selain berpedoman pada poin-poin agamaisme itu sendiri maka harmonisasi akan terwujud dari tiap individu secara alami.

Manusia akan melalui fase awal yaitu masa anak-anak yang masih murni dan polos. Pada masa ini segala sesuatu yang diterima anak dan yang berhubungan dengannya hanya ada kata “beradaptasi” untuk belajar. Oleh karena itu perlu hal-hal baik yang ditanamkan agar dapat bertumbuh dengan baik dengan tanpa menghilangkan kepolosan dalam artian tidak penuh topeng tipu muslihat.

HAMSeiring dengan waktu berlalu, manusia tumbuh dari anak-anak menjadi remaja. Tahap ini manusia masih hijau dengan kepribadian yang unik dan bervariasi, rasa ingin tahu yang besar menyebabkan dorongan emosional yang menggebu-gebu, menggebrak batasan-batasan yang dianggap tidak sejalan dengan opini, pola pikir dan pandangannya. Jadi pada tahap ini remaja perlu diarahkan, dibimbing, dan tidak diterapkan kekerasan fisik dalam mendidik. Sebab tingkat sensitivitas remaja sangatlah peka. Remaja membutuhkan nasehat, support, dan tempat untuk mengeksploitasi rasa senang dan sedih. Faktor eksternal dari individu itu sendiri yang juga tak kalah penting yaitu atmosfer dalam keluarga dan orangtua yang memahami akan hak dan kewajiban anak. Untuk itu orangtua tidak dapat hanya membiarkan remaja tumbuh secara apa adanya tanpa peranan orangtua yang optimal Seperti yang pernah kita dengar pepatah yang berbunyi “Air cucuran atap itu jatuhnya ke pelimbahan juga”, maknanya mungkin dipahami orang dengan arti tunggal yang artinya tingkah laku orangtua absolut menurun kepada anaknya. Namun pengertiannya di sini tidak hanya dicerna dari sisi fisik dan karakter saja tapi lebih kepada prosesnya. Perlu diperhatikan lingkungan terkecil di mana remaja tumbuh berawal dari lingkungan keluarga, jadi segala tindak tanduk orangtua akan mendorninasi terhadap perkembangan anak. Jadi orangtua merupakan aktor penting dibalik proses kematangan remaja yang akan memberikannya pondasi dan perisai agar kelak dapat membentenginya dari hal-hal yang sifatnya negatif non konstruktif. Pada masa remaja disebut-sebut juga masa yang rawan. Kenapa? Coba kita bertanya-tanya memasuki ke era yang begitu mengglobal, apa yang tidak dapat diakses oleh seseorang? Dari sekian poin yang kompleks., salah satunya adalah pergaulan. jadi diharapkan dalam mengarungi arus ini selalu bersandar pada WU TAO-nya sehingga dapat tiba di tepian dengan kualitas individu yang baik.
Pada tahap maturity (kematangan - red), manusia akan makin menemukan jati dirinya (siapa aku, kenapa aku, mengapa aku, bagaimana aku, kapan aku). Manusia akan lebih bertanggung jawab, tingginya apresiasi terhadap profesionalitas, dan keterlibatannya dalam ruang interaksi sosial yang lebih luas di masyarakat.

Setelah mengalir dan terus mengalir, tentu manusia akan melalui tahap declining (usur / menurun-red). Pada tahap declining, manusia seperti halnya air, ada pasang ada surutnya.

Semua orang berlomba-lomba mengejar LIMA BAHAGIA (U FUK) yang diidamkan dengan berbagai cara. Namun dalam kehidupan sehari-hari keadaan setiap manusia tidak sama dan tidak tetap, kadang dalam kondisi sehat kadang jatuh sakit, adakalanya jaya kadang tidak jaya seperti roda sekali ke atas sekali ke bawah. Harus kita sadari itu semua merupakan proses yang sudah semestinya dilalui dan jangan berhenti untuk terus berbuat yang terbaik.

Jadi kesimpulannya manusia haruslah memupuk prilaku yang tidak jauh dari sifat-sifat positif air karena sebenarnya alam dan manusia adalah satu. Di mana ada korelasi positif antara manusia dan alam (air). Hubungannya saling mengisi dan ada ketergantungan mutualisme yang erat. Alam membutuhkan manusia untuk menjaga keseimbangan ekosistemnya dan alam juga diperlukan bagi manusia untuk eksistensi / kelangsungan kehidupan.

Uraian-uraian yang telah disampaikan di atas merupakan penjabaran dari bagan alur hidup manusia sebagai berikut:

WAKTU
HAM JARAK
O I II III IV
Bagan 1.0 alur hidup manusia (Human Lifetime)
KET:
I = Masa anak-anak (Children Time)
II = Masa remaja / pertumbuhan (Growth Time)
III = Masa dewasa (Maturity Time)
IV =Masa lanjut usia ( Declining Time)

Salam Tao

Share

No comment yet.

Leave a Reply








*