Intan Dalam Debu – the web

Mau Kaya ?

Posted by IDB August 1, 2007, under Volume 25 | 4 Comments





Mau Kaya ?

Dari : Eko Ariyawan - Jakarta

 

Mau kaya? Kalau mau, bisa tidak kita memenuhi syaratnya? Akankah kita menyerah untuk tetap menjadi miskin selama hidup? Kalau saya pribadi lebih memilih berusaha untuk memenuhi syarat menjadi kaya. Dengan demikian, paling tidak setiap waktu bertambah, saya harus menjadi lebih kaya dari sebelumnya. Dan akhirnya hidup yang saya jalani akan semakin mudah setiap tahunnya.

Semua orang di dunia ini pasti ingin kaya. Apalagi bagi kita yang Siu Tao. Jika kaya maka hidup pasti lebih mudah dibandingkan dengan yang miskin. Si kaya tidak pernah dikerjar-kejar hutang, tidak pernah kekurangan gizi, dan tidak pernah kelaparan. Otomatis hidupnya lebih mudah untuk dijalani, karena badan dan pikirannya lebih sehat.

Saya memang belum kaya. Saat ini saya ingin mewujudkan suatu jaringan kekayaan secara alamiah. Semakin besar jaringan kekayaan saya, semakin mudah saya mengumpulkan harta kekayaan.

Leluhur kita sudah berusaha membuat jaringan kekayaan. Dengan membuat kuburan yang besar dan dituliskan nama-nama anak cucunya sebanyak mungkin. Kemudian ada satu tanggal setahun sekali, yang disepakati untuk datang ke kuburan leluhur, sebagai tanda bakti. Sehingga anggota keluarga yang mengunjungi kuburan tersebut, dalam hari yang sama, akan bertemu dengan anggota keluarga yang lain. Dengan demikian, secara alamiah akan terbentuk jaringan kekayaan. Hal inilah yang menyadarkan saya, pentingnya jaringan kekayaan.

Ada juga beberapa taoyu yang sudah berusaha membuat jaringan kekayaan secara pribadi. Saya pernah melihat seorang taoyu yang mempunyai toko disuatu kota. Toko itu didatangi taoyu lain, yang ingin beternak hewan, yang hasilnya laku dijual. Tetapi kondisi keuangannya tidak mungkin untuk membeli indukan hewan tersebut. Melihat hal itu, taoyu yang mempunyai toko hewan ingin membantu. Dengan memberikan indukan hewan tersebut, dan menerima hasil ternaknya. Saya melihat hal itu, menjadi sangat terharu. Saya mulai berfikir, jika banyak taoyu yang mau bersikap ingin membantu taoyu lain, maka kekayaan pasti sangat mudah kita kumpulkan. Sayang sekali kesadaran ini hanya dipunyai sebagian kecil saja dari taoyu-taoyu kita.

Mau Kaya ?Saya selalu mencari siapa taoyu, yang tempat tinggalnya dekat dengan tempat tinggal saya, dan berjualan makanan, jika saya ingin membeli makanan. Demikian juga dalam memenuhi kebutuhan hidup saya sehari-hari. Saya merasa kalau harganya sama, mengapa saya tidak membeli pada sesama taoyu. Sehingga keuntungan yang didapat jatuh pada taoyu kita sendiri. Terlepas apakah saya menyukai ataupun tidak, pribadi taoyu itu sendiri. Begitu juga jika saya menjual barang atau jasa, saya selalu memotong separuh keuntungan saya jika taoyu yang membeli.

Karena saya pikir kalau taoyu kita banyak yang kaya, saya juga yang merasakan kekayaan itu. Tidak percaya? Kalau saya berkunjung ke rumah taoyu kita yang kaya, tentunya saya dijamu dengan minuman dan makanan yang enak-enak, dan mahal harganya. Kalau miskin, mana mungkin menjamu dengan makanan dan minuman yang mahal? Taokwan kita pasti lebih nyaman karena mempunyai uang yang banyak dari taoyu-taoyu yang kaya, sehingga bisa membeli fasilitas yang lebih baik. Tentunya yang merasakan saya juga, dan masih banyak yang lain. Sayang kita tidak menyadarinya.

Jika semua taoyu kita yang punya usaha bersikap, jika sesama taoyu yang membeli, keuntungannya pasti dipotong separuh. Dan juga semua taoyu dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari, berpikir dari pada memberikan keuntungan pada orang lain, lebih baik pada taoyu kita sendiri. Akhirnya jumlah harta kekayaan yang masuk dalam lingkungan taoyu lebih banyak daripada yang keluar. Hitunglah berapa besar harta kekayaan yang berputar di dalam kantong taoyu-taoyu kita. Terlepas dari kita menyukai pribadi taoyu tersebut ataupun tidak.

Marilah kita berpikir bersama-sama, kita membutuhkan materi atau kekayaan dalam ber Siu Tao. Saya selalu mengambil sikap, terus-menerus berusaha mewujudkan suatu jeringan kekayaan secara alamiah. Dan saya selalu menunggu taoyu lain untuk bersama-sama mengambil langkah, dalam mewujudkan suatu jaringan kekayaan secara alamiah.

Percayalah kalau banyak taoyu kita yang kaya, pasti kita semua juga yang ikut merasakan hasilnya. Setiap malam saya selalu bermimpi, jaringan kekayaan saya semakin besar dan kuat. Saya ingin mimpi bersama-sama saudara/i seperguruan saya, supaya menjadi sempurna abadi sampai ke generasi berikutnya.

Salam Tao.

Share

Currently have 4 Comments

  1. SILVI SHOVAWI HAIZ says:

    JADI SAYA MUSTI BAGAIMANA ? DAN USAHA APA YANG TANPA MODAL ITU???

  2. Mau kaya? yaaa kerja dong masss.. Maaf hehehe.

    Pertama jangan menipu orang,
    Kedua jangan mencelakakan orang,
    Ketiga jangan merugikan orang.
    Keempat rajin beramal.
    Kelima kerja keras
    Keenam berdoa.

    Niscaya anda akan berhasil.

    Bisa ga? Teori gampang aja, coba praktek dong pak eko...

    Tao yu banyak yang kaya, toh duitnya gak pernah dibagikan ke kamu. Jadi buat apa ribut"?

  3. Maaf kalau saya baca artikel anda mengenai mau kaya? bagus sekali tapi kenapa tidak ada sedikitpun menyinggung untuk ber amal. saya kira kalau kaya tapi tidak ber amal berarti belum kaya. dan tidak mengerti apa yg dimaksud dengan Kaya.

    salam tao

  4. http://www.MasterKaya.com/?id=ELFACTO says:

    yang terpenting dalam upaya ingin kaya adalah dapat berbagi kekayaan itu

Leave a Reply








*