Intan Dalam Debu – the web

Pengalamanku dalam Siu Tao

Posted by IDB August 1, 2007, under Volume 25 | No Comments





Pengalamanku dalam Siu Tao

Dari : Tjan Ay Ling - BALI

 

Kalau ada pendapat yang mengatakan bahwa ‘SIU TAO patut ada kejodohan (Yen Fen)’, saya sangat mempercayainya. karena saya sudah mengalaminya sendiri. Dalam kesempatan ini saya ingin menceritakan sedikit pengalaman saya selama 2 tahun menjalani Siu Tao.
Salah satu peristiwa nyata yang paling berkesan diantara yang pernah saya alami adalah tiga bulan pertama setelah di Tao Ying. Memang saat itu boleh dikata masih seumur jagung. Tetapi saya bersyukur dan berterima kasih padaNya bisa diberi kesempatan untuk merasakan Keagungan Tao dan keberadaan Mahadewa Thay Sang Lauw Cin dan Dewa Erl Lang Shen. Semoga pengalaman ini bisa membuat kita lebih yakin dan lebih menghargai Yen Fen, yang sudah terjalin ini.

Pada tahun 2003 lalu, kami sekeluarga memutuskan untuk pindah ke Bali. Kami mengontrak sebuah rumah tua di kawasan Denpasar Timur. Saat itu, kami belum mengenal Tao. Setelah tinggal di rumah itu, kami banyak mendengar cerita dari para tetangga tentang keangkeran rumah tua itu. Kabarnya penghuni yang tinggal di situ sering mendapat masalah. Saya sih tidak begitu memperdulikannya. Toh, sebelum menghuni rurmah itu saya sudah melakukan upacara yang sesuai dengan adat Bali, jadi saya pikir tidak akan ada masalah.

Ternyata pemikiran saya salah. Sejak tinggal di sana, perlahan-lahan ketenangan kami mulai terusik. Suami, Ibu Mertua dan kedua putra saya terus bergiliran sakit. Usaha kami mengalami penurunan, keuangan macet, suasana rumah jadi’panas’ dll. Teman yang berkunjung ke rumahpun bisa merasakan suasana’panas’ itu.Walaupun begitu saya tetap bersikeras untuk tidak mencari bantuan pada ahli Supranatural. Yang saya lakukan hanyalah sembahyang dan membaca Paritta setiap hari. Kebiasaan ini sudah saya tekuni sejak saya masih di SMA. Dan anehnya hanya saya saja yang tidak terkena gangguan. Mungkin kebiasaan saya itulah yang membuat saya terlindungi dari gangguan itu. Walaupun secara lahiriah saya terhindar dari gangguan itu, tapi sepertinya semua kesusahan itu ditujukan untuk mengganggu psikologis saya. Untunglah THIAN melindungi saya sehingga bisa bertahan melawan gangguan itu selama setahun.

Pada bulan Desember 2000, Papa saya mengenal TAO dan sudah di Tao Ying. Papa banyak bercerita tentang TAO, beliau menyarankan saya untuk ikut Tao juga. Siapa tahu gangguan itu bisa ‘dilenyapkan’. Saya merasa tertarik tetapi masih ragu. Berhari hari saya merenung dan mempertimbangkan ajakan Papa. Di saat bimbang itulah saya seperti diingatkan tentang suatu peristiwa kecil yang terjadi 15 tahun lalu :
Ketika itu saya baru saja lulus SMA dan masih tinggal di Lombok. Kebetulan saya berkunjung ke rumah teman sekelas. Tanpa diduga, ia langsung bertanya ‘Apakah saya bersedia menerima sebuah lukisan Mahadewa Thay Sang Lauw Cin?’ yang selama ini dipajang di atas altarnya dan ‘merawatnya’. Ia juga menjelaskan bahwa mereka sudah berpindah agama. Tentu saja saya dengan senang hati menerimanya.Sesampainya di rumah, saya meminta Papa untuk membuatkan altarnya. Setiap hari kami sekeluarga selalu rajin berdoa di depan altar Beliau. Setelah saya menikah, Papa Mama pindah ke Jakarta. Lukisan tersebut di bawa ke rumah nenek di probolinggo. Saya sendiri tidak pernah sembahyang lagi. Hanya sesekali saja. Itupun pada saat mengunjungi nenek di Probolinggo.

Spontan hati saya berbisik, bahwa ini adalah jawaban dari segala keraguan saya selama beberapa hari itu. Tapi saya coba menyangkalnya. Melihat saya bingung, Papa berjanji akan membawakan sebuah buku tentang Tao. Kepada Papa, saya mengatakan ingin membaca dulu baru memberi keputusannya. hingga pada suatu hari beberapa jam sebelum Papa datang ke rumah membawa buku ‘SIU TAO - Menuju Kesempurnaan’, saya sempat melihat sekelebat bayangan orang berjubah kuno berwarna putih gading, berjenggot putih panjang dengan rambut putih yang disanggul di atas kepala melintas di teras rumah dan masuk ke ruang kerja saya.

Saya tertegun. , karena bayangan itu mirip sosok Mahadewa Thay Sang Lauw Cin. Anehnya lagi setelah membaca buku yang dibawa Papa, langsung hati saya seperti bersorak ‘Inilah yang aku cari!’ Saat itu juga saya memutuskan untuk ikut Tao. Pada tanggal 25 Maret 2005, saya di Tao Ying oleh Lie Se Fu.

Dua minggu kemudian, putra sulung kami mendadak sakit demam selama 3 hari 3 malam. Minum obat biasa maupun obat dari dokter tidak bisa menurunkan demamnya. Kami bingung sekali. Bermacam dugaan muncul. Di tengah kebingungan, saya memohon petunjuk untuk kesembuhan putra saya dengan sepenuh hati pada Mahadewa Thay Sang Lauw Cin. Tidak disangka saat saya menangis kebingungan, Beliau menampakkan dirinya di depan tempat tidur sambil memandang ke arah saya tanpa berkata apapun. Esoknya, seorang sepupu saya menelpon dan menanyakan kabar kami. Mendengar putra kami sakit seperti itu, ia menyarankan untuk segera diperksa oleh dokter THT. Sore itu juga saya langsung membawanya ke klinik dokter THT. Dari hari pemeriksaan ternyata putra kami terkena infeksi Radang Telinga. Oleh dokter, terpaksa selaput gendang telinganya ditusuk sedikit agar bisa berlubang sehingga cairan nanahnya bisa mengalir keluar, kalau tidak akan dapat membahayakan pendengarannya.

Sepulang dari dokter, demamnya langsung turun. Aduh ... lega rasanya. Tapi badannya sangat lemah sekali.Tidak bisa tidur dengan nyenyak, tidak ada nafsu makan. Kalaupun makan belum bisa menelan makanan dengan baik. Pendengarannya terasa nyeri dan sedikit terganggu akibat tusukan di gendang telinganya itu. Untung saja nanah bisa mengalir keluar. Kami sangat cemas sekali melihat kondisinya saat itu.

Tiga hari kemudian, seorang Se Siung mengajak Tao Yu Bali untuk berwisata ke pantai Jimbaran sambil bersembahyang ke Klenteng Tanah Kilap dan Klenteng di Benoa. Walaupun saat itu kondisi putra kami masih mengkhawatirkan, saya bersikeras untuk ikut. Untunglah suami saya mengijinkan. Di klenteng, saya memanjatkan puji syukur atas kesembuhan putra kami dan mohon semoga kondisinya bisa cepat pulih kembali.

Malam itu, putra saya bermimpi aneh, ada seorang Dewa tua berjubah putih berjanggut panjang putih datang memeriksa nadi tangannya. Sambil mengajaknya bercakap-cakap. Beliau memberikan 5 butir obat berwarna-warni yang masing masing warna melambangkan organ penting dalam tubuh manusia. Beliau memintanya untuk langsung meminumnya. Sebelum terbang menaiki awan putih, Beliau berpesan untuk tidak perlu takut ataupun cemas, karena putra kami pasti akan cepat sembuh.

Keesokan paginya putra kami menceritakan mimpinya dengan penuh semangat. Kami sangat terharu mendengarnya. Ternyata apa yang dikatakan Beliau benar. Kondisi putra kami berangsur-angsur pulih dengan cepatnya. Pendengarannya pun kembali normal.

Kemudian tepat sebulan setelah Tao Ying, keadaan rumah kamu mulai berubah. Kami sekeluarga sepertinya lebih’Sehat’ dan ‘Tenang’. Altar kami ada di ruang kerja. Saya selalu latihan Shenkung di sana. Saat mengikuti Ciang Tao, ada seorang Se Siung bercerita tentang pengalamannya berlatih Shen Kung bersama Dewa Erl Lang Shen. ia dibimbing menangkap setan yang ada di rumah adiknya. Spontan saya ingin mencobanya di rumah.

Esok malamnya, saya mulai mencoba. Dengan sepenuh hati saya memohon bantuan Dewa Erl Lang Shen membersihkan rumah saya dari gangguan barang halus. Ternyata beliau menjawab doa saya. Hari Pertama saya langsung dibimbing berjalan dengan pose seperti Beliau. Tangan kanan seperti memegang tombak, tangan kiri di dada. Tentu saja saya merasa takut.
Esoknya saya menelpon salah seorang Se Siung yang menjadi pembina Tao Yu di Bali dan menceritakan hal ini. Se Siung tersebut malah menyarankan tidak usah taku, terus ikuti saja ‘petunjuk’ Beliau. Malamnya saya kuatkan tekad untuk mencoba kembali. Seperti malam sebelumnya, saya dibimbing berjalan ke pojok dinding ruang kerja. Tangan saya bergerak seperti menangkap sesuatu, lalu dibawa kembali ke depan altar dan diremas sampai hancur. Esok malam dan malam-malam berikutnya selama sebulan penuh, saya dibimbing Beliau berkeliling di dalam rumah menangkap ‘barang halus’ sebanyak 40 buah. Bentuknya beraneka macam. Ada yang berbentuk binatang seperti ular ( malah sempat menggigit jari saya), ada yang seperti manusia berwajah kucing dan bertanduk, dll. Yang kecil-kecil langsung diremas sampai hancur. Sedangkan yang besar ada yang langsung dihancurkan, ada yang diikat lalu dipendam dalam tanah. Ada yang langsung diikat dan diseret ke dekat pura kecil. lalu dikurung.

Tak lama kemudian keadaan rumah menjadi lebih ‘Bersih’ dan ‘Terang’. Dewa Erl Lang Shen juga memberi petunjuk mengatur Hongsui rumah kami dan seluruh ruangan dalam rumah. Kami mengikuti saran Beliau. Ternyata memang terbukti ada perubahan besar setelah itu. Rumah terasa lebih ‘Lapang dan ‘Sejuk’ sampai masa kontrak rumah berakhir. Bahkan oleh Shen, kami juga diberi petunjuk di mana kami bisa menemukan rumah baru yang cocok untuk kami tinggali sekarang ini.

Pengalamanku dalam Siu TaoDalam perjalanan usaha yang saya tekunipun, belas kasih MahaDewa Thay Sang Lauw Cin juga menyertai keluarga kami. Usaha yang pada awalnya sempat terganggu dengan adanya ‘gangguan’ perlahan mulai berjalan lancar. Namun suatu ketika terjadi satu peristiwa yang menyebabkan kami begitu putus asa sampai kami tidak tahu bagaimana cara mengatasinya.
Kiriman uang pensiun suami dari jepang, mendadak terlambat datang. Setelah dikonfirmasi ke kantor yang menangani masalah ini, ternyata ada kekeliruan dalam hal administrasi. Blanko yang telah diisi dan dikirim oleh suami saya ternyata tidak sampai di sana, padahal blanko itu sangat penting.

Tanpa blanko tersebut, kiriman harus diblokir. kami sangat terkejut karena kiriman itu datangnya hanya 2 bulan sekali. Kalau sampai diblokir kami jadi takut membayangkannya, karena selain untuk biaya hidup, kami juga sangat memerlukan biaya perawatan Mama Mertua yang lumpuh akibat stroke, juga biaya mengurus visa keimigrasian yang jumlahnya cukup ‘lumayan’ setiap bulannya.

Walaupun saya sudah memiliki usaha di sini, tapi tidak bisa mencukupi semuanya. Apalagi usaha juga baru mulai berjalan kembali. Beberapa hari kemudian, kami menerima kiriman blanko yang baru . Setelah selesai diisi, suami saya langsung mengirimkannya dengan paket Kilat. Ternyata blanko tiba di Jepang 10 hari kemudian, keterlambatan ini menyebabkan kiriman 2 bulan berikutnya juga ditunda. Aduh ......... kami jadi lemas.

Bayangkan selama 4 bulan ke depan kami tidak akan menerima kiriman uang lagi. Saya yang paling bingung. Tabungan hanya sedikit, mana cukup untuk biaya hidup selama 4 bulan? Apa yang harus kami lakukan? Pikiran kami kalut. Malamnya saya sembahyang dengan sepenuh hati memohon petunjuk Maha Dewa, karena saya dengan kekuatan saya yang hanya sebagai seorang wanita, merasa tidak mampu berbuat apa-apa untuk menangani dan menanggung masalah sebesar ini. Hanya dengan bantuan beliau-lah saya yakin pasti bisa teratasi.

Saat berlatih Shen Kungpun, Shen selalu menenangkan hati dan pikiran saya, juga memberi semangat untuk tidak berputus asa serta meminta saya untuk tetap yakin Beliau akan tetap menjawab doa saya.

Benar juga kata Shen, Setiap kali kami mengalami kesulitan keuangan, selalu saja ada orderan untuk saya. Anehnya, selama 4 bulan itu orderan datang secara beruntun tetapi bertahap. Dan selama itu pula kami tidak pernah sakit ataupun kekurangan apapun. Semua bisa tercukupi dengan baik. Kami heran sekali. Malah kami yang pada awalnya merasa begitu ragu, takut, gelisah, bingung dan putus asa, bisa menjadi sangat tenang dan begitu percaya diri. Kapan perasaan ini muncul dalam diri kami berdua, sayapun tidak tahu. yang pasti kami sekeluarga bisa melewati 4 bulan itu dengan tenang. Sampai kinipun, setiap kali mengingat peristiwa ini hati saya selalu mengucapkan syukur kepada Thian, juga kepada Maha Dewa Thay Sang. Berkat kasih dan pertolongan dari Beliau-beliau lah kami sekeluarga bisa berlepas dari kesulitan tersebut
Inilah pengalaman nyata yang saya alami di awal perjalanan Siu Tao. Sampai kinipun masih banyak hal yang saya terima dan saya alami berkat Welas Asih Beliau.

Dengan keterbatasan waktu ini saya tidak bisa menceritakan semuanya kepada anda. Yang bisa saya katakan adalah anda harus percaya kita menjalani SIU TAO saat ini dikarenakan adanya Yen Fen (Jodoh) di masa lalu. Dan percayalah bahwa dalam keadaan bagaimanapun juga SHEN selalu mendampingi kita, membimbing kita, dan menolong kita. Saya sudah membuktikannya sendiri. Bagaimana dengan anda ??

Salam Tao.

Pengalamanku dalam Siu Tao

 

Kegagalan akan menghancurkan seseorang,

juga dapat melatih seseorang jadi ulet dan tangguh

Share

No comment yet.

Leave a Reply








*