Intan Dalam Debu – the web

Pengemis & Kung Tek

Posted by IDB August 1, 2007, under Volume 25 | No Comments





Pengemis & Kung Tek

Oleh : Siska - Jambi

 

Pada suatu hari saya bersama teman-teman saya pergi ke sebuah supermarket untuk membeli sedikit keperluan kami. Seperti yang saya tahu, di depan supermarket itu ada banyak pengemis yang mengantri untuk meminta uang pada orang-orang yang belanja di sana. Mereka duduk di tanah dan berbaris rapi sepanjang masuk ke pintu supermarket itu. Sambil mengulurkan tangan ke depan dengan harapan ada yang mau memberikan mereka sedekah untuk tetap bertahan hidup.

Karena saya tahu hal itu, maka sebelumnya saya membawa uang receh dari rumah untuk diberikan kepada mereka. Sebelumnya saya sudah memperkirakan ada 10 pengemis di sana, karena saya pernah membagikan sedekah kepada mereka sebelumnya. Jadi saya membawa uang pas untuk dibagikan kepada mereka secara rata.

Tapi setelah saya membagikan kepada 10 pengemis, di barisan paling akhir ada pengemis yang kesebelas. Dia adalah seorang ibu yang sedang menggendong anaknya yang masih kecil. Dia berbeda dari pengemis lainnya. Ia sama sekali tidak mengulurkan tangan untuk meminta sedekah, karena ia sedang kerepotan mengurusi anaknya yang sedang menangis. Hanya ada gelas aqua yang berisi 1000 rupiah didepannya. Saya melihat ke gelas pengemis lainnya, ternyata mereka telah mendapatkan lebih dari 5000 rupiah. Saya ingin memberikan sedekah pada ibu itu tetapi uang saya sudah tidak ada lagi untuk diberikan kepadanya, begitu juga dengan teman saya.

Ibu itu mulai panik anaknya terus menangis karena belum makan sejak pagi, sedangkan uangnya belum cukup untuk membeli makanan. Dia sering tidak kebagian sedekah karena ia berada di urutan paling belakang. Tapi secara tidak terduga, 10 pengemis lainnya memberikan setengah uang yang telah mereka dapat. Melihat kejadian itu, orang-orang merasa terharu dan akhirnya mereka mengantri ingin memberikan sedekah pada pengemis-pengemis itu.

Saya berpikir, pengemis yang hidupnya susahpun masih bisa memberikan bantuan kepada orang lain yang sama susahnya. Kita yang hidup berlebihan, seharusnya bisa memberi lebih banyak lagi daripada pengemis-pengemis itu. Sebenarnya, THIEN memberikan kita kelebihan supaya kita dapat berbagi kepada orang yang kekurangan. Untuk itu bagi yang hidupnya serba mewah dan tidak pernah berbagi pada orang lain, jangan berbangga hati dengan kemewahan yang dimiliki.

Karena sesungguhnya orang seperti itu adalah orang yang lebih rendah daripada pengemis itu.
Dalam ajaran TAO, senantiasa selalu mengajarkan kepada Taoyu-taoyu untuk selalu berbuat amal (kungtek). Tetapi kungtek juga tidak harus dengan menyumbang uang. Menyumbang tenaga dan pikiran juga termasuk kungtek. Seperti misalnya, muda-mudi yang belum bisa menghasilkan uang sendiri, dengan selalu mengikuti kegiatan TAO, menyebarkan ajaran TAO yang mulia, atau membantu menyelesaikan masalah orang lain, itu juga termasuk kungtek yang sama nilainya dengan kungtek menggunakan uang.

Pengemis & Kung TekTapi belum tentu semua kungtek adalah baik. Misalnya saja di jalan kita melihat pengemis yang sedang meminta sedekah, padahal dia tidak cacat sama sekali, masih sangat normal untuk bekerja. Dan kita memberikan sedekah padanya, apakah kita telah berbuat baik? Tentu tidak.

Justru kita baru saja berbuat kesalahan, karena kita telah membantu mereka untuk bermalas-malasan berusaha. Kalau memang benar-benar mau membantu seharusnya kita bantu mencarikan pekerjaan untuknya, bukan hanya memberikan sedekah. Kalau kita memang mampu ada baiknya klta juga membantu pengemis-pengemis agar tidak mengemis lagi.

Pada saat kita memberikan bantuan, hal utama yang harus kita lakukan adalah membantu dengan ikhlas. Karena walaupun kita memberikan bantuan sebesar apapun tanpa didasari hati yang ikhlas, tidak akan ada nilainya.

Salam Tao.

Sebar Luaskan TAO

Untuk Ilmu KeDewaan

Menyeberangkan Umat Manusia

Untuk Bukti Kebajikan.

Share

No comment yet.

Leave a Reply








*