Intan Dalam Debu – the web

Ada Apa Di Hati Kita

Posted by IDB 1 August 27, 2008, under Volume 27 | 1 Comment





Ada Apa Di Hati Kita

(NN, Magelang)

 

Ada Apa Di Hati KitaAda sepotong kalimat menggugah hati saya dan mungkin para pembaca juga sudah pernah mendengarnya. Demikian bunyi kalimat itu "Manusia lahir dan masuk ke dunia, menjalani hidup di dunia untuk jangka waktu yang kita tidak tahu!!"

Yah..Manusia mana yang tidak ingin hidup bahagia, tentram dan damai. Dari hari ke hari hidup di dunia bukannya semakin enak dan mudah, tapi tantangan demi tantangan akan semakin berat. Segala sesuatunya sudah berubah, teknologi semakin canggih, semua serba modern, serba praktis. Manusia semakin dimanjakan dengan fasilitas-fasilitas yang hebat. Namun di balik semuanya itu kekuatan alam pun semakin hebat, tanda-tanda alam itu mulai terasa janggal, musim menjadi tak menentu. Rasanya hidup manusia pun menjadi berubah.

Beruntunglah kita bisa bertemu dengan TAO sehingga adalah merupakan suatu kewajiban kita untuk menjaga, memupuk dan mengembangkan kejodohan kita ini. Sehingga dalam menjalani hidup ini waktu dan kesempatan kita tidak terbuang sia-sia. Dimana kita selalu dapat merevisi jiwa dan raga kita agar semakin hari menjadi semakin baik dan semakin siap mengarungi hidup ini.

Pada kesempatan ini, penulis ingin mengungkapkan bahwa ada banyak hal yang seringkali merusak jiwa manusia, yang mana harus kita waspadai, karena secara tidak kita sadari sedikit demi sedikit hal-hal tersebut akan membuat diri kita menjadi hancur dan semakin jauh dari kebenaran dan kesuksesan.

Beberapa perusak jiwa manusia itu diantaranya:

  1. Kesombongan
    Sebenarnya semua manusia mempunyai derajat yang sama karena semua manusia adalah sama-sama ciptaan Tuhan. Berpangkal dari kesombongan inilah, tidak sedikit orang yang memandang dirinya lebih tinggi dari orang lain dengan berbagai macam alasan lalu meremehkan orang lain. Lebih daripada itu dia menuntut orang lain melayani "akunya". "Aku" menjadi hal yang terpenting dalam hidupnya, orang lain harus memenuhi kebutuhan "ku", harga diri "ku", dan harus mengutamakan "ku".
    Maka untuk mengatasi kesombongan itu harus dikembangkan rasa kerendahan hati dan kesetiakawanan sehingga dapat meredakan rasa dan kemauan untuk menyombongkan diri.
  2. Kemarahan
    Sebagai makhluk hidup manusia mempunyai rasa untuk mengamankan diri, sudah seharusnya yaitu dengan kemarahan. Oleh karena itu, bila terluka harga dirinya, diperlakukan buruk atau dilawan seyogyanya kemarahan perlu dikendalikan karena jika tidak, akan membawa banyak kerugian.
    Kemarahan membuat orang kehilangan pandangan jernih, kacau daya pikir dan daya timbangnya, sehingga tanpa disadari kata-kata dan tindakan-tindakan kemarahan tersebut akan mengakibatkan penyesalan dikemudian hari.
    Tetapi ada pula kemarahan yang benar yaitu apabila mempunyai alasan yang benar. Oleh karena itu, kemarahan dapat diredakan dengan kesabaran karena orang sabar dapat memberi waktu agar masalah menjadi mengendap dan jernih sehingga dapat mengatasinya dengan otak yang dingin.
  3. Keiri - hatian
    Manusia hidup harus bermasyarakat yang beragam budaya, keahlian, keberuntungannya, dsb. Dari sinilah munculnya keiri hatian. Iri adalah perasaan tidak rela karena keberuntungan atau kebahagiaan, keberhasilan orang lain, sehingga dirasakan mengurangi atau menurunkan kehormatannya. Sebenarnya sumber iri hati adalah rasa rendah diri terhadap orang lain karena dirinya belum mencapai keunggulan diri.

Kalau kita lihat sepintas ketiga sifat di atas adalah hal yang sepele dan hampir kita jumpai setiap hari dalam kehidupan kita. Seiring dengan berjalannya waktu, perkembangan zaman yang semakin hebat, ketiga perusak pribadi manusia inipun berkembang pesat meracuni hidup manusia.
Sungguh kita bersyukur bila kita bisa berjodoh dengan TAO sehingga kita mempunyai wawasan-wawasan, sudut pandang yang positif apabila kita resapi dan kita kupas dalam-dalam ajaran yang terkandung di dalamnya sungguh luar biasa. Kita dipersiapkan dan diberi perisai yang apabila sungguh dijalani, maka kita akan terhindar dari perusak-perusak pribadi manusia di atas. Bahkan kita akan menjadi manusia-manusia yang siap mengarungi lautan kehidupan ini untuk menjadi manusia yang sukses dan bijaksana jasmani maupun rohani.
Dan biarlah hidup kita akan seperti air yang jernih yang mengalir, mengalir dan mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah, serta menyejukkan setiap tempat yang terlewati.
Salam Tao.(NN, Magelang)

Share

Currently have 1 Comment

  1. tulisan yg bagus. penting utk dibaca ...

Leave a Reply








*