Intan Dalam Debu – the web

Karya Sempurna, Fungsi Yang Utama, Estetika Mengikutinya

Posted by IDB 1 August 27, 2008, under Volume 27 | No Comments





Karya Sempurna, Fungsi Yang Utama, Estetika Mengikutinya

(Ming-Ming, Jakarta)

 

Dari zaman ke zaman, dari waktu ke waktu, perkembangan masyarakat semakin kompleks, kompetisi semakin ketat di segala bidang. Tao tak lekang di segala zaman, kita saja yang Siu Tao pada zamannya mengikuti Tao/realita yang ada, berusaha mencari terobosan-terobosan baru menuju generasi unggulan, menuju 'Kesempurnaan'.

Sering kali konsep berpikir kita menghasilkan pemikiran-pemikiran yang masih terlalu di awang-awang. Sedang di sisi lain, sering kita menggemborkan tongkat estafet, regenerasi, suksesi harus berjalan dengan mulus. Mau tidak mau, suka tidak suka, pembaharuan terus terjadi, silih berganti, berkesinambungan. Jatuh bangun, hancur, mati, tumbuh silih berganti, Inilah Ceran ( Alamiah ).

Dengan WU, Kesadaran yang tinggi, Kesadaran Jagat Raya, Kesadaran Maha Esa. Kita Siu Tao harus juga dapat mewariskan cara-cara unggulan / konsep - konsep sederhana untuk proses estafet, untuk generasi-generasi yang akan datang, agar dari generasi ke generasi makin unggul makin sempurna.

Bagaimana melangkahnya ?

Kita tahu bahwa kita ini adalah pewaris tradisi budaya nenek moyang kita. Kita juga tahu bahwa kita adalah lakon - lakon / pelaku tradisi budaya kita dan di sisi lain kita adalah pencipta tradisi budaya baru untuk kita wariskan kepada anak cucu kita kelak.

Kita pasti tidak mau mewariskan tradisi budaya yang menghambat bahkan menjadi beban hidup anak anak cucu kita. Maka perlu konsep universal yang sederhana tapi mudah dipahami oleh setiap generasi, sehingga bisa masuk dan mengakar pada setiap generasi.

Apa itu ? "Karya Sempurna, Fungsi yang Utama, Estetika mengikutinya".

Ada sebagian orang mengatakan bahwa 'Hidup adalah untuk berkarya', ini juga salah satu tujuan Siu Tao kita yaitu masuk ke Dunia / Realita untuk menyemarakkan dunia dengan karya-karya sempurna, memenuhi fungsi-fungsi utamanya dan punya nilai estetika / seni yang tinggi. Bila ini merupakan sikap hidup / etos kerja dan tradisi kita dalam menjalani hidup ini. maka di sinilah idaman budaya baru yang mumpuni, punya nilai seni yang tinggi untuk dinikmati dan punya fungsi guna yang tepat, demi kesejahteraan umat / masyarakat banyak.

Well, what's next ? Apa selanjutnya ?

Disiplin
Perlu ditanamkan sejak dini, sehingga kelak bukan merupakan beban tapi sudah merupakan kebiasaan. Misalnya :

  • Disiplin tepat waktu
  • Disiplin tepat janji
  • Disiplin menyelesaikan pekerjaan sampai tuntas
  • Disiplin dalam kerapian
  • Disiplin dalam kesempurnaan

Komitmen, konsisten
Komit pada satu keputusan dan konsisten dalam menjalankan keputusan tsb. Ada awal ada akhir, selesai sempurna dalam satu siklus.

Tulus, jujur & terbuka
Ketulusan, kejujuran serta keterbukaan itu perlu. Hasil karya harus mau diperbaiki / dikritik agar dapat mencapai nilai sempurna.

Dan masih banyak lagi hal-hal yang dapat mendorong kita terus-menerus, berkarya ‘Sempurna', tepat guna dan bagus punya nilai seni tinggi.

Jadikanlah semua ini, tradisi budaya Siu Tao kita, sehingga mayoritas Tao Yu kita ‘Generasi unggulan dalam masyarakat'.  Salam Tao (Ming-Ming, Jakarta)

Share

No comment yet.

Leave a Reply








*