Intan Dalam Debu – the web

Menulis Diatas Pasir

Posted by IDB 1 August 27, 2008, under Volume 27 | No Comments





Menulis Diatas Pasir

(Vivi H, Surabaya)

 

Menulis Diatas PasirAda sebuah cerita tentang dua orang sahabat, sebut saja Budi dan Tono. Suatu hari, Budi dan Tono melakukan perjalanan ke gunung. Dalam perjalanan tersebut Budi melakukan suatu kesalahan kepada Tono yang membuatnya sangat marah sampai ia menampar wajah sahabatnya, Budi.

Budi sangat marah dan jengkel atas perlakuan temannya yang telah menampar pipinya tersebut, karena mereka sudah bersahabat sangat lama dan baru kali ini sahabatnya menamparnya, hal itu sangat membuat hati Budi sakit dan hancur. Lalu Budi menulis diatas pasir tentang perlakuan sahabatnya, Tono yang hari ini telah menampar pipinya tersebut. Lalu keduanya melakukan perjalanan kembali.

Karena perjalanan yang dilakukan dua orang tersebut sangat terjal, membuat Budi terperosok ke dalam jurang, tetapi untungnya ada si Tono yang dengan sigap menarik tangan Budi dan berusaha menarik tubuh Budi agar tidak jatuh ke dalam jurang. Dengan berbagai cara akhirnya Tono berhasil menarik tubuh Budi dan Budi pun selamat dari maut. Lalu Budi sangat terharu dan sangat berterima kasih kepada sahabatnya. Kemudian Budi mengukir di sebuah batu, ia menulis, hari ini sahabatnya Tono telah menolong nyawanya. Tono yang keheranan lalu bertanya, " Tadi waktu aku menampar kamu, kamu menulisnya diatas pasir tapi waktu aku menolong kamu, kamu menulisnya diatas batu, kenapa?" Budi pun menjawab, aku menulis di pasir agar dapat terhapus oleh terpaan angin, sedangkan aku mengukir diatas batu agar tulisan tersebut tersimpan selamanya dan tidak akan terhapus oleh waktu dan apapun juga.

Tentunya para Taoyu tahu inti dari cerita di atas bukan? Intinya bahwa kalau kita disakiti oleh seseorang, kita harus berusaha memaafkan dan secepatnya untuk melupakan kesalahan orang tersebut, seperti menulis di atas pasir yang mana akan diterpa angin dan hilang begitu saja. Sedangkan kalau kita menerima atau mendapat kebaikan orang lain kita harus selalu mengingatnya dan tidak melupakan kebaikan orang tersebut, walaupun kita sudah membalas kebaikannya akan tetapi kita tetap tidak boleh melupakan kebaikan orang tersebut. Salam Tao.(Vivi H, Surabaya)

Share

No comment yet.

Leave a Reply








*