Intan Dalam Debu – the web

Pentingnya Kesempatan Mencintai Orang Tua Kita

Posted by IDB 1 August 27, 2008, under Volume 27 | No Comments





Pentingnya Kesempatan Mencintai Orang Tua Kita

(Yenny Tan, Surabaya)

 

Pentingnya Kesempatan Mencintai Orang Tua KitaPernahkah kita memikirkan kesempatan apa saja di dalam kehidupan ini? Banyak kesempatan yang bisa kita lakukan di kehidupan sekarang ini, terutama untuk orang tua kita. Kita sebagai orang Tao, yang sangat dipentingkan adalah mengingat dan mencintai orang tua kita sendiri. Walaupun kita ditakdirkan memiliki orang tua angkat, kita tetap berkewajiban mencintai, menyayangi dan membalas segala pengorbanan mereka untuk kita.

Sebagai ilustrasinya, ada sebuah cerita mengenai sebuah keluarga, yaitu keluarga Yang, yang mana memiliki anak tunggal laki-laki. Keluarga ini tergolong keluarga yang kaya raya. Pada suatu hari, anak laki-laki keluarga Yang, bernama Xiao Long, telah tumbuh dewasa. Dengan hidup yang serba kecukupan. Akhirnya anak ini menjadi anak yang sombong, tidak punya rasa hormat dengan orang tua, dan terlebih lagi malas dan menjarah uang orang tuanya. Padahal orang tua Xiao Long telah menyayanginya dan berkorban segala waktunya untuk bekerja agar Xiao Long tidak merasa kekurangan. Akan tetapi Xiao Long telah menghabiskan uang-uang tersebut dengan berfoya-foya dan berjudi.

Suatu hari orang tua Xiao Long terkena sebuah musibah yaitu kecelakaan, dan saat itu juga orang tuanya meninggal dunia. Ketika itu juga Xiao Long hatinya terpukul dan mulai menyesali segala yang telah dia perbuat kepada orang tuanya. Hatinya dipenuhi dengan rasa penyesalan yang dalam "Mengapa aku tidak diberi kesempatan untuk membalas kasihnya? Aku memang anak durhaka yang tidak tahu rasa terima kasih".

Dari cerita di atas, dapat kita tarik suatu kesimpulan bahwa kita hidup memiliki jangka waktu yang mana tidak kita ketahui kapan selesainya. Waktu-waktu inilah yang dianggap sebagai kesempatan emas. Yang tidak mungkin bisa kita mundurkan lagi.

Apa yang dilakukan Xiao Long adalah dia tidak bisa mempergunakan waktunya untuk membahagiakan orang tuanya. Malah dia menghabiskan kedurhakaannya terhadap orang tua. Pada akhirnya dia menyesali perbuatannya setelah orang tuanya meninggal. Padahal penyesalan tersebut sudah tidak ada gunanya. Justru hal tersebut membuat diri kita menjadi tersiksa. Otomatis kita menjalani hidup dengan suatu tekanan.

Dari kisah tersebut apa sih yang sudah kita berikan untuk orang tua kita? Dan sampai kapankah kita bisa bersama-sama dengan orang tua kita?

Kehidupan ini penuh arti. Dengan kita Siu Tao, kita dapat diajarkan dan diproses menjadi manusia yang baik punya cinta kasih pada orang tua. Sebenarnya orang tua tidak menuntut material terhadap kita, tetapi mereka hanya ingin sekali selalu diingat dan agar kita betul-betul menjadi orang yang berguna buat keluarga dan orang lain.

Justru itulah, kita harus menggunakan waktu ini untuk membalas budi mereka hingga waktunya selesai. Sebab jika waktu telah berakhir, kita tidak bisa membalas budi mereka. Apakah di kehidupan yang akan datang, kita dapat menjadi anak mereka? Belum tentu bukan? Oleh sebab itu, tunggu apa lagi? Waktu selalu berjalan cepat dan kesempatan pun semakin sempit. Kesempatan emas tidak akan kembali lagi. (Yenny Tan, Surabaya)

Share

No comment yet.

Leave a Reply








*