Intan Dalam Debu – the web

Pohon Kehidupan

Posted by IDB 1 August 27, 2008, under Volume 27 | No Comments





Pohon Kehidupan

(Bernard, Jakarta)

 

Pohon KehidupanMei2 : Ada pepatah yang mengatakan bahwa pohon makin tinggi maka angin makin kencang bertiupnya sehingga pohon dapat tumbang dan binasa karenanya. Hal ini dapat disamakan dengan ketenangan maupun kedamaian hidup dan Siu Tao akan dapat terganggu dengan semakin maju dan tinggi posisi atau prestasi kita. Bagaimana menurutmu ko?

Koko : Banyak pohon yang tidak tinggi dan tidak besar tetap mengalami kebinasaan dengan mudah meskipun di sekitarnya ada pohon yang jauh lebih tinggi dan lebih besar dan dalam situasi dan kondisi lingkungan yang sama tetap baik-baik saja keadaannya. Apa yang dimaksud dari pepatah itu kita hanya mencari posisi aman dengan menjadi rumput atau pohon kerdil (bonsai) saja supaya tidak tertiup angin kencang? Yang terpenting adalah seberapa kuat dan dalam akarnya, ditambah dengan seberapa tinggi resistensi terhadap perubahan-perubahan yang kurang menunjang (adverse conditions) yang terjadi di lingkungannya seperti angin kencang, cuaca buruk, gempa, dsbnya, bukan TINGGI RENDAH nya sebuah pohon.

Mei2 : Tapi kan tetap saja kalo pohon yang tinggi dan besar akan banyak mengalami gangguan dan rintangan. Bagaimana hidup dan Siu Tao bisa tenang, damai dan maju kalau begini kondisinya?

Koko : Kemajuan hidup dan juga Siu Tao bukan ditentukan oleh situasi dan kondisi yang tenang dan nyaman seperti rumput atau pohon kerdil (bonsai) tapi lebih ditentukan oleh seberapa mampu kita mengatasi (tackle) segala permasalahan hidup (angin kencang, cuaca buruk, dsbnya) yang pasti akan selalu ada selama kita hidup. Seberapa beranikah kita menghadapi hidup? Keberanian kita sangat berkaitan erat dengan seberapa banyak keahlian/ pengetahuan dan pola pikir yang kita miliki. Apakah kita sudah memiliki keahlian (skills) yang memadai sehingga kita bisa mengatasi permasalahan dengan baik dan tepat sebelum kita menyalahkan angin kencang, cuaca, dsbnya (masalah kehidupan) yang datang dan bertiup ke arah kita? Justru pohon kerdil (bonsai) yang paling rentan dan rapuh terhadap perubahan keadaan di sekitarnya. Sedikit perubahan kondisi lingkungan saja akan sangat mempengaruhi dan membinasakannya.

Mei2 : Jadi mesti bagaimana jadinya?

Koko : Tujuan Siu Tao adalah membina, menggembleng dan menggali semua potensi diri menuju kesempurnaan. Apa mungkin dapat dicapai dengan menjadi rumput atau pohon bonsai saja alias takut berusaha, takut maju dan sukses dan juga takut mengambil resiko? Yang terpenting kita perlu menjadi pohon yang memiliki akar dalam, besar, dan kokoh serta resistensi terhadap kondisi diluar sehingga cuaca dan angin seperti apapun tidak akan mampu menumbangkan kita. Di California, USA ada sejenis pohon raksasa bernama Giant Sequoia yang tingginya bisa lebih dari 90 meter, batang bawahnya nya berdiameter lebih dari 11 meter dan dapat hidup sampai lebih dari 3000 tahun lamanya meskipun hidup di daerah yang cuaca dan kondisinya senantiasa berganti-ganti (4 musim). Pohon Giant Sequoia ini dapat bertahan sampai ribuan tahun dikarenakan pohon ini memiliki akar yang sangat besar, dalam dan kokoh disertai resistensi tinggi terhadap penyakit2 tanaman. Jadi kesimpulannya, kita perlu berusaha agar dapat menjadi seperti pohon Giant Sequoia yang tetap kokoh meski diterjang oleh berbagai badai kehidupan yang pasti akan selalu ada dengan terus menguatkan diri kita, memperbaiki pola pikir, mengasah keahlian, pengetahuan/ wawasan, keberanian, kegigihan dan kekokohan dalam menghadapi berbagai permasalahan hidup. (Bernard, Jakarta)

Share

No comment yet.

Leave a Reply








*