Intan Dalam Debu – the web

Roda Karma Berputar

Posted by IDB 1 August 27, 2008, under Volume 27 | No Comments





Roda Karma Berputar

(Zhu Ding-Ding, Surabaya)

 

Roda Karma BerputarPada suatu hari, di sebuah desa hiduplah sepasang suami-istri dengan tiga orang anak perempuan dan seorang anak laki-laki. Setiap hari suaminya selalu mabuk-mabukan, berjudi, dan sering menyalahkan orang lain. Sang suami juga sering memarahi istrinya di depan anak-anaknya, bahkan di depan ibu mertuanya. Sebagai seorang ibu, ibu mertuanya tidak mau ikut campur dalam urusan rumah tangga anaknya, meskipun demikian hati sang ibu selalu sakit setiap kali melihat anaknya dimarahi menantunya.

Beberapa tahun kemudian anak-anaknya satu per satu menikah dan keluar dari rumah itu. Suatu hari, sang suami yang terkena sakit lever karena terlalu banyak minum minuman keras mengunjungi rumah salah seorang anak perempuannya. Setibanya di rumah anaknya, ia sangat terkejut akan kelakuan menantunya yang sedang mabuk sambil memarahi anak perempuannya. Sebagai seorang ayah hatinya sangat sakit melihat anak perempuannya dimarahi oleh menantunya di depannya. Sejak saat itu ia mulai sadar akan kesalahannya di masa lalu. Tetapi semuanya sudah terlambat dan menyesal pun tidak ada gunanya.

Dari kisah di atas, dapat kita lihat bahwa roda karma berputar. Mungkin itu adalah karma buruk sang anak dari kehidupan yang lalu dan harus dibayar di kehidupan sekarang. Tapi tidak menutup kemungkinan itu adalah karma buruk dari ayahnya yang harus dibayar melalui anak perempuannya. Apabila kita selalu memikirkan apakah kita sedang membayar atau dibayar orang lain, maka semua permasalahan yang akan kita bahas tidak akan ada selesainya dan itu hanya akan membuat kita semakin pusing karena memikirkan karma.

Sebagai orang yang sudah Siu Tao, kita selalu diingatkan bahwa nasib ada di tangan kita sendiri. Maka dari itu, dalam menjalani hidup hendaknya kita banyak melakukan perbuatan baik dan mengurangi perbuatan kita yang buruk agar kita dapat menambah karma baik dan mengurangi karma buruk. Dengan begitu kita akan lebih mudah untuk melewati nasib buruk kita karena Dewa-Dewi akan membantu meringankan beban kita sesuai dengan amal yang diperoleh dari perbuatan baik kita. Selain itu, perbuatan baik yang tulus dari hati dapat membuat wajah kita berseri-seri sehingga tampak lebih segar dan enak dipandang (cakep gitu lho). XIE SEN EN (Zhu Ding-Ding, Surabaya)

Share

No comment yet.

Leave a Reply








*