Intan Dalam Debu – the web

Stress, Bosan dan Lelah Untuk Hidup?

Posted by IDB 1 August 27, 2008, under Volume 27 | No Comments





Stress, Bosan dan Lelah Untuk Hidup?

(Fang, Bali)

 

Stress, Bosan dan Lelah Untuk Hidup?Berita utama dikoran Jepang: "Seorang pria yang dikatakan oleh polisi ‘sudah lelah hidup' berjalan ke tengah kerumunan pejalan kaki dan melakukan hal tidak terduga oleh orang-orang disekitarnya. Ia mengeluarkan sebilah pisau dari balik bajunya berteriak lantang dan melakukan pembacokkan mambabi buta di distrik pusat pameran elektronik dan video game kawasan Akhibara"(minggu 06/06/08)
Pelaku bernama Tomohiro Kato (25th) menewaskan 7 orang dan 12 cedera, mengatakan sudah lelah dengan hidupnya dan bosan dengan semua yang ada.


Stress, Bosan dan Lelah Untuk Hidup?Apakah anda juga pernah atau sudah merasa stress, bosan dan lelah untuk hidup?
Banyak masalah yang datang silih berganti tak kunjung selesai, cobaan yang datang bertubi-tubi, masalah keluarga yang tak ada ujung pangkalnya? Dan masalah-masalah hidup lainnya. Begitulah hidup, sekarang ada di posisi atas, besok ada di posisi bawah, sekarang segar bugar, besok tinggal nama, siapa yang tahu kuasa dan kehendak Thien?

Bahkan ada yang berharap dan bermimpi bahwa alangkah indahnya hidup ini bila semua berjalan lancar tidak ada gangguan rintangan, tidak ada masalah, tidak ada kegagalan, tidak perlu kerja keras, tidak perlu susah payah untuk belajar, rejeki datang sendiri, maupun tidak ada kompetisi saling sikut untuk mendapatkan kenyamanan hidup. Apakah hidup seperti itu yang ideal?
Sebenarnya ada cara yang sangat mudah dan gampang kalau anda menginginkan "kehidupan ideal" yang seperti itu. Caranya ambil seutas tali, terus selanjutnya terserah anda untuk pindah ke alam surgawi atau alam dunia lain.

Esensi hidup memang selalu penuh dengan perjuangan menghadapi segala rintangan hidup, suka-duka, menang-kalah, untung-rugi, maju-mundur, hidup-mati, sukses-gagal, dll yang kesemuanya itu adalah yin-yang kehidupan. Bukannya justru menghindar dan takut akan segala rintangan. Masalah memang harus dicari jalan keluarnya bukan lari dari masalah. Kita belajar menjadi pribadi yang lebih matang setahap demi setahap dengan mencari pemecahannya walaupun hasil yang didapat sukses atau gagal. Belajar dan ambil hikmah dari permasalahan hidup baik masalah pribadi maupun pengalaman orang lain jangan sampai kita jatuh kepada masalah yang sama.

Korelasi Siu Tao mengatasi stress dan beban hidup
Hidup sudah terasa berat sebelum pemerintah mengumumkan kenaikan BBM, apalagi setelah BBM dinaikkan? Semua harga barang-barang berlomba lomba untuk naik terlebih dahulu tanpa memperdulikan pendapatan atau gaji masyarakat yang semakin menurun karena semakin susah mencari tambahan penghasilan.

Kesenjangan akan tuntutan hidup yang semakin besar dibandingkan gaji atau penghasilan yang diperoleh mengakibatkan sebagian besar masyarakat stres dalam menjalani hidup. Bagi mereka yang nekat, mengambil jalan pintas dengan merampok dan berbuat jahat untuk menutupi tuntutan hidupnya. Bagi mereka yang tidak bisa mencari jalan keluar akan menimbulkan depresi dan stres yang membawa beban mental merasa hidup ini membosankan dan sangat melelahkan untuk meneruskan hidupnya.

Beruntung bagi kita yang telah mengenal Tao, di mana kita selalu digembleng dilatih oleh Dewa kita supaya fisik dan mental semakin kuat dan maju dalam menjalani hidup ini secara aktif bukan pasif pasrah menerima nasib dan takdir. Siu Tao memang melawan nasib dan takdir untuk menuju kesempurnaan. Melatih mental kita dengan cing co kung, menguatkan fisik raga dengan lienkung, mempererat kontak batin dengan dimensi kedewaan dengan shenkung. Mental yang kuat membuat selalu optimis bahwa esensi hidup adalah perjuangan, kerja keras dan mengikuti alamiah (ceran) untuk mencapai yang terbaik. Raga yang sehat merupakan kendaraan untuk mencapai kesempurnaan. Jiwa dan sukma yang kuat mengontak dimensi kedewaan dengan banyak kemujijatan dan kemurahan yang menolong manusia melompati karma buruk.

Stress, Bosan dan Lelah Untuk Hidup?Semuanya sudah komplit ada, latihan setiap hari akan menambah sikap optimis dalam menjalani hidup bukannya sikap pasrah menerima keadaan akan cobaan dari-Nya. Tao sebagai agama bukan sebagai obat atau candu yang memabokan dan meninabobokan penganutnya dengan memberi harapan dan janji janji manis di masa mendatang. Tao adalah realitas yang menitik beratkan pada hidup dan kehidupan sekarang ini. Bagaimana menjadi manusia yang sempurna dan seutuhnya. Kalau menjadi manusia saja belum tahu bagaimana harus menjadi manusia yang seutuhnya. Mengapa harus bersusah payah untuk keluar dari kodrat hidup di dunia ini.

Pokok dasar agama Tao adalah menganggap REN TING SEN THIAN (manusia berusaha dapat menaklukan alam) maka menciptakan cara-cara Siu Lian / Siu Tao untuk merubah kehidupan, nasib, keadaan mental dan fisik. Disamping itu juga mengetahui bahwa Dewa memang ada dan akan selalu mendukung kita yang memang sudah bisa berjalan pada rel Tao ( aturan / hukum, tata krama, norma, moralitas, kesopanan, kejujuran, kerja keras, ulet pantang menyerah, amal baik dll). Salam Tao (Fang, Bali)

DUNIA KINI, MEMANG MAJUNYA PESAT SEKALI, TETAPI UMAT MANUSIA MASIH TETAP MEMBUTUHKAN SUATU YANG KEKAL ABADI, KALAU ANDA MERASA BINGUNG, SESAT, DAN LELAH JIWANYA MAKA SEBAIKNYA ANDA BER SEMBAYANG KE KLENTENG-KLENTENG ATAU SEKALIGUS BELAJAR TAO.

Share

No comment yet.

Leave a Reply








*