Intan Dalam Debu – the web

Belajar Dari Hidup Sang Juara Si Anis Merah

Posted by adminidb September 29, 2012, under Volume 28 | No Comments





Belajar Dari Hidup Sang Juara Si Anis Merah

Oleh: E A R – Bogor

 

Persaingan hidup semakin hari semakin berat, sehingga dampaknya pada semua bidang kehidupan kian terasa. Demikian halnya dibidang pertanian dan peternakan, sehubungan dengan itu perlombaan tanaman hias dan hewan piaraan semakin sering diadakan. Hal itu bertujuan untuk memacu teknik pembudidayaan yang berkualitas tinggi. Salah satu yang ramai dibudidayakan sebagai hewan piaraan adalah burung jenis anis merah. Dan kebetulan sang juara si anis merah adalah milik sahabat saya.

 

Kami bersahabat sudah sejak kami berdua masih bangku kuliah. Dia banyak mengajarkan saya cara membudidayakan jenis burung tesebut, selain makanan dan minuman burung itu harus dijaga juga teknik-teknik lainnya. Sahabat saya banyak mempelajari kehidupan burung anis merah di alam, kemudian dibudidayakan sesuai kondisi alamnya, ditambah makkanan dan minuman yang lebih baik. Dengan ketelatenannya sahabat saya berhasil menghasilkan sang juara si anis merah.

 

Ternyata jenis burung si anis merah punya keunikannya sendiri, yaitu tidak boleh berada ditempat yang kotor. Jadi sahabat saya harus membersihkan sangkar burung anis merah sehari dua kali. Dan lebih unik lagi setiap pagi hari, pada waktu yang sama, burung itu harus mandi sehingga ada sangkar khusus untuk mandi burung anis merah. Burung anis merah juga tidak boleh di pegang dengan tangan manusia, ada teknik tersendiri untuk memindahkannya dari sangkar tinggal ke sangkar mandi.

 

Sebagai Taoyu ada beberapa hal yang bisa kita pelajari dari sang juara si anis merah dan pemiliknya. Bisakah kita hidup teratur dan bersih seperti burung anis merah? Terkadang sulit untuk hidup teratur dan bersih, sehingga pada saat perpindahan musim kita sering sakit. Betapa lemahnya badan kita? Mana mungkin kita bisa berumur panjang? Memang kebisaan hidup yang tidak teratur dan kurang bersih sulit untuk diubah. Namun kita harus mulai, supaya kita memperoleh badan yang sehat sehingga bisa berumur panjang.

 

Pemilik sang juara si anis merah adalah seorang manusia yang bisa membuktikan bahwa dia seorang penyayang kehidupan. Dia sayang pada diri senidir dan pada burung anis merah. Dia harus hidup teratur dan bersih dulu, baru dia mampu membudidayakan burung anis merah dengan teratur dan bersih sehingga bisa menghasilkan sang juara si anis merah.

 

Sering kali kita berkata sayang pada orang lain dan alam ini. Namun ternyata itu hanya sebatas kata-kata saja. Bagaimana bisa menyayangi orang lain dan alam sekitar, kalau kita tidak sayang pada diri kita sendiri?

 

Langkah pertama untuk berubah adalah langkah yang paling berat, ingatlah kesehatan dan umur panjang adalah salah satu tujuan kita Siu Tao. Badan kita harus sehat dulu baru kita bisa Cing Co dan membuat solid (kokoh dan utuh) sukma kita. Dengan badan yang sehat dan sukma yang solid peluang untuk berumur panjang pasti lebih besar.

 

Marilah kita sebagai Taoyu menyadari hal ini dan berusaha untuk mulai berubah meskipun langkah pertama akan terasa berat sekali.

 

Salam Tao.

Share

No comment yet.

Leave a Reply








*