Intan Dalam Debu – the web

BERKEMBANG LAKSANA UDANG

Posted by adminidb September 29, 2012, under Volume 28 | No Comments





BERKEMBANG LAKSANA UDANG

Oleh: Siaw Ie Lien – Magelang

 

Suatu hari saya ditraktir makan seafood oleh seorang teman yang sedang merayakan hari ulang tahunnya. Salah satu hidangan yang tersaji adalah Udang Galah (Lobster). Saat melihat udang yang tersaji, timbul suatu pertanyaan dalam diri saya: “Bagaimana seekor udang galah bisa tumbuh bertambah besar meskipun ia memiliki cangkang yang keras ? tidak mungkin sejak ditelurkan mereka langsung menjadi besar. Lalu bagaimanakah caranya mereka bertumbuh?”

 

Sepulang dari acara itu, saya mulai mencari tahu, bagaimanakah caranya, dan saya mendapat infromasi dari teman yang pernah belajar ilmu kelautan, bahwa satu-satunya cara bagi Udang Galah untuk tumbuh adalah dengan melepaskan kulitnya secara periodik. Ketika tubuhnya mulai dirasakan sesak berada dalam cangkangnya, karena pertumbuhan tubuh mereka, lobster tersebut mulai berusaha untuk mencari daerah yang dianggapnya aman untuk beristirahat. Kemudian baru mereka melepas kulit atau cangkangnya, lalu lapisan merah muda yang berada di dalam cangkang yang lama akan tumbuh kemudian mengeras dan menjadi cangkang baru yang ukurannya lebih besar / nyaman bagi mereka.

 

Namun dalam proses tersebut sebelum cangkang yang baru terbentuk, mereka berada dalam resiko yang luar biasa. Karena tanpa cangkang tersebut, tubuhnya sangat lemah dari serangan luar. Mereka dapat dengan mudah mati karena terlempar ke batu-batuan / karang atau dimakan oleh hewan lainnya. Dengan kata lain, seekor udang lobster mengambil resiko yang sangat besar untuk tumbuh menjadi lebih kuat dan lebih besar.

 

Terkadang kita juga merasakan hal yang samam. “Cangkang” yang kita miliki telah terasa mengungkung. Kita merasa frustasi dan marah karena hidup ini sudah terasa membosankan dan tidak lagi menantang. Namun seringkali kita menipu diri sendiri dnegan mengatakan bahwa kita sudah merasa nyaman dengan keadaan saat ini. Untuk apa lagi berubah? Coba pikirkan, resiko kalau kita benar-benanr melakukan perubahan. Kita membohongi diri kita dan tetap melakukan hal-hal yang sebenarnya kita benci dan terkungkung dalam cangkang kita, sampai akhirnya perubahan tersebut sudah terlambat, baru kita menyadari dan mengatakan “mengapa saya tidak berubah dari dulu… “.

 

Sebagian dari kita sengaja melakukan penipuan tersebut untuk memperoleh kenyamanan sementara. Paling tidak kita merasa aman (aman beneran atau ngga, coba deh dipikirkan lagi). Tidak akan terjadi sesuatu pada kita, begitu kita berusaha untuk meyakinkan diri.

 

Sebagian dari kita lebih beruntung, meskipun kita tahu untuk sementara kita akan kehilangan kenyamanan, kita lihat ada bahaya di masa dating, kita sadar kita akan mati sesak di masa dating kalau tidak berubah. Seperti udang tadi!..
Nah, bagaimanakah dengan diri kita hari ini…. Apakah kita merasa sudah cukup, sudah nyaman dengan kondisi sekarang, dan tidak perlu berubah lagi? keputusan ada di tangan kita masing-masing. Namun ingatlah, bahwa ‘rasa penderitaan’ di kemudian hari, meskipun meungkin itu hanya dalam bentuk penyesalan karena sudah terlambat untuk melakukan perubahan, akan jauh lebih sakit dan menyesakan dada, disbanding dengan ketidaknyamanan jika kita berubah hari ini.

 

Sukses untuk anda !
Salam Tao

Share

No comment yet.

Leave a Reply








*