Intan Dalam Debu – the web

KEKUATAN ORANG BIJAK

Posted by adminidb September 29, 2012, under Volume 28 | No Comments





KEKUATAN ORANG BIJAK

Oleh: Marisa Tan, Jakarta

 

Alkisah, suatu jaman di Tiongkok sana ada seornag kepala desa yang berwibawa dan berkharisma dalam memimpin bernama Chen Shi. Selain terkenal bijak dia juga tegas sehingga persoalan dapat diselesaikan dengan cepat. Dia mampu membuat desa itu bertambah maju dan hidup rakyat semakin sejahtera. Dia merupakan pribadi yang dekat dengan rakyat sehingga rakyat menaruh harapan besar kepadanya.

 

Suatu saat ada seorang pencuri berhasil masuk ke rumah Chen Shi. Pencuri tersebut bersembunyi di loteng rumah dan menunggu sampai tidak ada orang di rumah baru akan turun dan beraksi menggondol isi rumah. Ternyata, diam-diam Chen Shi sudah mengetahui kehadiran si pencuri di loteng rumahnya. Akan tetapi, ia tidak bertindak, ia malah berpura-pura tidak melihat seolah-olah belum mengetahui kehadiran tamu tak di undang tersebut.

 

Chen Shi memakai seragam kepala desa dan membangunkan semua anak dan cucu laki-lakinya masuk ke ruangan dimana langit-langitnya bersembunyi si pencuri. Lalu dengan serius ia berkata, “kalian harus rajin belajar dan bekerja secara baik dan jujur. Sejak kecil jangan membiasakan diri hidup malas dan berbuat jahat. Semua harus menuntut kemajuan dan berjuang untuk hidupnya. Jangan sekali-kali mencuri barang orang lain. Ada orang yang semula bukan orang jahat tetapi karena malas, ia belajar berbuat jahat lalu dijadikan kebiasaan hidup. Semua orang yang mau belajar dan rajin bekerja keras akan memiliki kesempatan untuk menjadi orang baik bahkan bisa menolong orang lain dan tidak mencuri barang orang.”

 

Setelah menasehati anak cucunya, Chen Shi menunjukkan jarinya kearah langit-langit persis kearah si pencuri bersembunyi lalu melanjutkan nasihatnya, “kalian semua lihat, tepat di atas sini ada orang baik yang terpeleset menjadi orang tidak baik.”

 

Pencuri yang sejak tadi mendengarkan pun akhirnya sadar bahwa keberadaannya sudah diketahui. Dengan perasaan bersalah, ia memberanikan diri untuk turun dan berlutut memohon maaf sambil menangis.

 

Melihat si pencuri benar-benar menyesal, Chen Shi berkata, “Melihat sikapmu ini, tampaknya kamu belum berpengalaman menjadi orang jahat. Jika boleh menebak, pasti karena kamu sedang kesulitan dan membutuhkan uang sehingga sekarang berniat mencuri. Apakah semua itu benar?”

 

Si pencuri pun berkata “Semua tebakan Tuan benar adanya!”

 

Lalu Chen Shi memerintahkan anak cucunya untuk mengambil sejumlah uang untuk diberikan kepada orang itu. Pencuri itu pun menangis sekaligus bahagia karena kejahatan yang dirancangnya justru dibalas dengan kebaikan. Ia pun berjanji untuk tidak lagi mencuri yang bukan miliknya dan bertekad menjadi orang baik seperti Chen Shi.

 

Nah, dari cerita pendek di atas kita dapat memperoleh suatu gambaran mengenai seorang kepala desa yang bijak dalam menghadapi persoalan pribadi sampai persoalan yang menyangkut kemajuan desanya. Ia sedikitpun tidak merasa takut dengan kejahatan yang jelas-jelas berada di hadapannya. Bahkan dengan penuh keberanian, ia memberikan nasihat kepada si pencuri melalui ucapannya kepada anak cucunya.

 

Seseorang yang bijak mampu menyelesaikan masalah-masalah dengan baik sampai ke akarnya sehingga diperlukan pemikiran yang jauh mengenai dampak-dampak yang mungkin timbul karena masalah dan penyelesaiannya itu agar masalah benar-benar tuntas dan memberikan yang terbaik bagi diri dan orang lain. Sulit untuk menjadi orang bijak karena sifat dasar manusia yang umumnya tidak pernah puas dan selalu mengikuti emosional tanpa WU sebelumnya. Meskipun sulit, banyak hal yang bisa dirasakan sebagai akibat dari kebijakan tersebut, seperti :

  1. Hidup tenang dan damai karena tidak dibuntuti oleh persoalan-persoalan yang tidak tentu yang terus berkelanjutan tanpa henti.
  2. Amal tinggi (KUNG TEK KAO) karenan selalu memikirkan kebaikan orang lain dan berusaha untuk tidak menyakiti orang lain.
  3. Hidup jauh dari permusuhan karena selalu memikirkan kepentingan bersama.

 

Nah sekarang Taoyu-Taoyu sudah tahu kan, apalagi yang ditunggu, marilah kita berusaha untuk bertindak bijak demi kebaikan bersama.

 

Salam Tao.

Share

No comment yet.

Leave a Reply








*